Jenis Microphone

idkiswara – Microphone merupakan barang yang cukup penting untuk orang yang berkutat dengan video, seperti videografer, content creator, atau vlogger.

Tanpa mic yang tepat, bakal sulit untuk mereka bisa menghasilkan video dengan suara yang ciamik walaupun perangkat seperti smartphone dan kamera DSLR sudah dilengkapi dengan microphone bawaan.

Sebenernya, nggak ada satu mic yang di mana cocok untuk semua kondisi…

Jadi kamu perlu menentukan dulu jenis konten seperti apa yang sekiranya cocok sama konten yang mau kamu buat.

Nah, di artikel ini, aku pengen kasih tahu kamu jenis microphone itu ada apa aja sehingga kamu bisa menentukan sekiranya mau beli mic seperti apa.

Nggak usah lama-lama lagi, langsung aja kita masuk ke dalam artikelnya.

Jenis microphone

Diafragma

1. Dynamic microphone

Mic dynamic ini umumnya punya desain yang sederhana.

Jenis microphone ini biasanya relatif kokoh dan tahan banting.

Mic dynamic sebenernya nggak begitu sensitif sama suara…

Ini yang bikin dia cocok dipakai untuk menangkap suara yang bising, biasanya mic ini dipakai untuk menangkap suara dari snare drum atau ampli dari gitar.

2. Condenser microphone

Mic condenser ini merupakan jenis microphone yang di mana bisa menerima sinyal audio yang jauh lebih kuat dibandingkan sama mic dynamic.

Karena lebih sensitif dan responsif, tentunya mic ini lebih cocok untuk menangkap detil-detil kecil pada suara.

Saking pekanya mic ini sama suara, mic ini biasa dipakai sama mereka yang bikin konten ASMR.

Tahu sendiri kan kalo content creator ASMR, terutama yang bikin konten makan-makan, suara mereka gigit makananya aja bisa kedengeran banget.

… apalagi kalo makanannya renyah…

Oh iya, karena mic ini sensitif banget, mic ini rentan untuk mengalami distorsi.

Pickup pattern

Setelah kamu tahu tentang bagaimana diafragma dari sebuah mic, sekarang aku pengen ngejelasin tentang pickup pattern.

Pickup pattern ini merupakan cara dari sebuah mic untuk menangkap suara, lebih tepatnya seperti mic ini lebih sensitif untuk mengambil suara dari arah mana…

Nah, berikut ini merupakan daftar pickup pattern yang ada pada mic.

Baca Juga:   Hal yang Bisa Menjadi Keahlian

1. Omnidirectional

Omnidirectional merupakan jenis microphone yang di mana mampu untuk menangkap suara dari segala arah.

Biasanya mic seperti ini cocok untuk merekam kebisingan dari sebuah ambien, yang di mana suara datang dari berbagai arah.

Mic seperti ini lebih cocok jika mic harus diam di satu posisi sementara semua sumber suaranya bergerak.

Mungkin contoh yang tepat untuk penggunaan mic ini seperti perekaman “white noise” dari sebuah ruangan.

Biasanya video white noise yang ada di youtube itu isinya seperti bagaimana kebisingan dari sebuah kantor, perpustakaan, atau bahkan suasana hutan.

… nggak ada interaksi di dalamnya, cuma suara ketik-ketik keyboard, suara aktivitas binatang-binatang yang ada di hutan, atau kadang cuma suara hujan…

Catatan:

  • Untuk situasi tertentu mic omnidirectional bisa sangat bermanfaat, tapi di mayoritas kasus kamu nggak butuh untuk menangkap suara dari segala arah.
  • Menangkap suara dari semua arah terlalu luas dan nggak fokus.
  • Kalo kamu pengen ngerekam suara dari subyek atau area tertentu, kemungkinan besar kamu bakal kewalahan sama kebisingan lain yang ada di sekitarmu.

2. Cardioid

Mic dengan pola cardioid merupakan jenis microphone yang di mana akan lebih sensitif untuk menangkap suara dari arah depan dan sedikit area yang ada di sampingnya.

Pickup pattern ini biasanya berbentuk hati.

Mic cardioid biasanya jauh lebih cocok kalo sumber suaranya ada persis di depan mic.

Dalam mayoritas kasus, pickup pattern cardioid ini bisa dibilang cocok untuk beragam tipe konten, beberapa di antaranya sebagai berikut:

  • Voice over
  • Podcast
  • Streamer

3. Bidirectional

Mic dengan pickup pattern bidirectional biasanya merupakan mic yang di mana mampu menangkap suara dari dua arah, seperti dari depan dan belakang mic atau dari kiri dan kanan mic.

Sebenernya jarang ada situasi yang di mana kamu butuh bentuk pickup pattern yang seperti ini…

Walaupun jarang, bukan berarti nggak ada contoh kasus di mana jenis microphone yang punya pickup pattern seperti ini bakal cocok banget…

Baca Juga:   Konten Youtube Modal Minim

Contoh yang paling jelas adalah ketika kamu mau wawancara seseorang, kalian berdua duduk secara berhadapan dan mic ini posisinya ada di tengah-tengah kalian.

4. Variable directionality

Ada beberapa mic yang di mana bisa kasih kamu beberapa pilihan pickup pattern.

Kamu bisa pilih untuk pakai pola omnidirectional, cardioid, atau bidirectional.

Biasanya fitur jenis microphone seperti ini bisa ditemukan pada mic kamera video.

Tujuannya ya agar kamu bisa menyesuaikan pickup pattern mengikuti sudut pengambilan gambar.

Walapun fitur ini kelihatannya berguna banget, biasanya mic dengan fitur seperti ini nggak bisa bekerja dengan baik dan seringkali malah bikin suara ketika melakukan zooming.

Malah kalo kamu pakai beberapa mic berbeda, biasanya kamu bakal dapat hasil yang jauh lebih baik.

Bentuk microphone

1. Shotgun mic

Jenis microphone yang satu ini biasanya menangkap suara dari satu arah aja.

Lebih tepatnya mic ini mengambil suara yang datang depan aja, jadi suara yang datang dari arah lainnya bisa dikurangi.

Biasanya mic ini berbentuk silinder.

Shotgun mic sebenernya merupakan senjata andalan untuk youtuber dan pembuat film.

Ini karena shotgun mic cukup ideal untuk dipakai bersama dengan kamera DSLR.

2. Handheld mic

Mic jenis ini biasanya lebih umum digunakan para penyanyi ketika sedang konser.

Hnadheld mic ini sebenernya bisa juga dipakai tanpa harus pegang mic-nya, yaitu dengan cara ditaruh pada stand mic.

“Kapan sih kita harus pakai stand mic?”

Mic ada baiknya dipasangkan ke standnya ketika orang yang pakai mic itu lebih banyak diam di satu tempat.

… biasanya cenderung kalau orang yang pakai mic itu harus memainkan alat musik seperti gitar misalnya.

Kabar baiknya adalah mic ini punya 2 versi, yaitu pakai kabel dan yang nggak pakai kabel.

Keduanya tinggal disesuaikan dengan kebutuhan aja sih.

… yang jelas mic wireless bisa lebih fleksibel kalau dibandingkan dengan mic yang ada kabelnya.

Kelebihan dai handheld mic adalah mic ini akan mereka msuara dari jarak yang dekat.

Skenario yang cocok untuk menggunakan mic ini adalah sebagai berikut:

  • Konser
  • Kuliah
  • Seminar atau acara formal
Baca Juga:   Cara Membuat Podcast Untuk Pemula

Namun sayangnya mic ini kurang cocok untuk pembuatan video youtube.

Karena mic ini terasa terlalu kaku untuk dipakai pembuatan video youtube.

3. Lavalier/clip on

Jenis microphone ini merupakan mic yang sangat fleksibel.

Karena mic ini punya ukuran kecil serta dilengkapi penjepit yang di mana bisa dijepitkan pada bagian pakaian seperti kerah, dasi, atau di sela-sela kancing baju.

Jenis microphone ini punya 2 versi, yaitu yang berkabel dan wireless.

Ketika menggunakan mic clip on yang ada kabelnya, biasanya kabel ini akan disembunyikan di bagian dalam pakaian.

Sementara untuk yang versi wireless, biasanya bagian pemancarnya akan disimpan di dalam saku atau dijepitkan di ikat pinggang.

Ada beberapa produsen yang di mana memberikan windshield pada paket penjualannya agar bisa mengurangi noise.

Mic ini umumnya dipakai wartawan atau jurnalis lapangan karena beratnya yang ringan, praktis, serta mudah disimpan, sehingga mic ini bisa digunakan sambil berjalan maupun beraktivitas.

Jadi, nggak heran juga kalau akhirnya mic ini sering jadi pilihan para youtuber dalam pembuatan video.

4. Condenser mic

Beda dengan mic biasa, mic kondenser mampu menghasilkan suara yang lebih jernih dan lebih detail.

Mic ini ideal untuk dipakai rekaman studio…

… sehingga mic ini sering jadi pilihan para musisi, content creator, maupun game streamer.

Nggak seperti mic dynamic, mic condenser cuma bisa dipakai di dalam ruangan.

Karena jenis microphone ini punya kemampuan untuk menangkap suara yang lemah sehingga ketika mic ini digunakan di luar ruangan maka hasil rekamannya tentu akan banyak suara-suara yang mengganggu sehingga akhirnya mengurangi kenyamanan para pendengarnya.

Jadi jenis microphone ini lebih cocok digunakan di dalam ruangan yang terkendali dalam masalah “kebocoran” suara.

Nah, mungkin segini dulu aja kali ya untuk artikel kali ini…

Kalo misalnya kamu punya hal yang perlu disampaikan, silahkan tulis di kolom komentar yang ada pada bagian bawah dari artikel ini.

Terima kasih sudah membaca artikel ini.

Tinggalkan komentar