cara-buat-podcast

Cara Membuat Podcast

cara-buat-podcast

Bisa dibilang konten podcast merupakan konten yang lagi hits untuk saat ini.

Bahkan di masa Work from Home (WFH) yang mewajibkan semua pekerjaan sebisa mungkin dilakukan dari rumah aja akhirnya sampai membuat sebuah acara di satu stasiun televisi pun akhirnya membuat acara dengan basis podcast.

Namun untuk acara yang menggunakan konsep podcast tersebut akhirnya gak bertahan lama, dan kembali lagi di konsep awalnya yang merupakan sebuah talkshow.

Ya memang konsep podcast itu bisa dibilang gak bisa diterapkan di dalam televisi.

Ya semoga aja virus corona ini bisa cepat berlalu sehingga kita bisa beraktivitas dengan normal lagi.

Mungkin kamu sering dengar podcast melalui Youtube atau mungkin juga melalui Spotify atau Apple Podcast.

Nah di artikel ini aku bakal jelasin cara bikin podcast secara lengkap.

Karena aku lihat memang belum banyak yang bikin artikel tentang ini yang dijelasin secara lengkap, semoga artikel ini bisa nangkring di posisi satu google ya…

Dan semoga juga kamu bisa merasa nyaman untuk membaca artikel ini, karena memang artikel ini sangatlah panjang.

Cara membuat podcast

Membuat podcast bagi sebagian besar orang mungkin dianggap sebagai hal yang aneh…

Karena kamu ngobrol sendiri kalo emang kamu bawain podcastmu sendiri.

Tentu akan beda jika kamu punya co-host atau mungkin orang yang bisa untuk di interview.

Cara membuat podcast yang baik dan benar juga ternyata gak begitu sulit kok.

Apa yang bikin podcast berbeda?

Pendengar podcast terus bertambah setiap harinya.

Dan kebetulan juga orang-orang yang bikin podcast ini masih jarang, masih orang-orang tertentu aja.

Padahal kontennya jauh lebih nyaman dibandingkan dengan postingan blog.

Kamu juga bisa melibatkan pendengarmu di konten yang panjang tanpa merasa memberatkan pendengar…

… seperti mendengarkan radio atau musik yang di mana bisa mendengarkan berjam-jam, tergantung dari bagaiman caramu membawakan podcastmu ini.

Selain itu podcast juga bisa dibilang sangatlah fleksibel…

Karena podcast bisa didengarkan sambil menyetir, sambil berolahraga, sambil bekerja, atau melakukan pekerjaan rumah.

Ini gak kayak konten youtube atau blog yang di mana membuat orang harus melakukan satu hal di satu waktu saja…

… untuk youtube di mana kamu harus menontonnya, sementara untuk blog, kamu harus membacanya.

Tapi ya kalau kamu publish podcast kamu di youtube ya gak menutup kemungkinan bisa didengarkan tanpa harus dilihat videonya sih.

Apalagi sekarang ada fitur youtube premium yang di mana bisa terus muter videonya walaupun di minimize aplikasi youtubenya, berguna banget tuh kalau mau denger podcast sama musik.

Membuat konsep podcast

Podcast tuh sebenarnya bervariasi, tergantung dari orang-orang yang bikin podcastnya.

Banyak podcast yang di mana bahas sejarah, neuroscience, teknologi, koding, bahkan cerita fiksi pun ada.

Satu-satunya batasan dari sebuah podcast hanyalah imajinasimu sendiri.

Coba deh kamu tanyakan ke dirimu sendiri pertanyaan ini…

Kenapa kamu memulai podcast ini?

Sama ini

Podcast yang kamu buat ini tentang apa?

Setelah kamu bisa jawab dua pertanyaan tadi, saatnya melangkah ke tahap berikutnya.

Identifikasi tujuan podcast

Kamu harus mengetahui apa tujuan kamu membuat podcast

Ingin berbagi pesan penting kah…

Atau mungkin kamu ingin membuat podcast karena hanya ingin menghabiskan waktu luang dengan cara yang bermanfaat.

Yang jelas itu kamu jangan membuat podcast karena ingin menjadi terkenal dan mendapatkan uang yang banyak karena banyak uang.

Karena itu butuh usaha yang keras, gak bisa didapetin hanya dalam waktu satu malam aja.

Selain itu juga perlu waktu yang lama sampai pada akhirnya kamu mendapatkan jumlah pendengar yang banyak sama tawaran iklan yang masuk ke dalam podcastmu.

Pilih tema atau topik

Tema atau topik itu juga sepertinya gak begitu gampang.

Karena kamu harus menemukan apa yang kamu benar-benar suka pelajari…

… kalau kamu diskusiin tentang itu juga kamu gak aka nada bosennya.

Dengan begitu kamu juga gak bakal topik dengan gampang, karena kamu sendiri selalu punya bahan untuk dibahas.

Sebuah contoh topik atau mungkin tema yang bisa kamu angkat yaitu kamu review tentang buku.

Karena jumlah buku yang diterbitkan setiap tahun ya jumlahnya ratusan.

Kalau kamu kehabisan ide, kamu bisa kok beli buku baru lagi.

Lagipula buku juga bisa dengan mudah didiskusikan dengan orang-orang yang juga cinta dengan buku…

Semisal dibuat review buku berdasar genre kan bisa melalui proses diskusi atau mungkin kamu bisa rekomendasi itu sendiri.

Namun terkadang untuk yang satu itu ada baiknya melalui proses diskusi aja sih.

Kalau memang memungkinkan, kamu bahas hobi kamu, mungkin itu juga akan menjadi lebih baik lagi, karena kamu sendiri dapat dengan mudah bahas itu.

Beri nama podcastmu

Ketika cari nama untuk podcastmu, usahakan untuk membuat nama podcast yang menarik, yang mudah diingat, dan mungkin bisa mengandung kata kunci di dalamnya.

Tujuannya adalah biar lebih gampang diingat orang.

Sementara nama podcast yang mengandung kata kunci tujuannya supaya podcast kamu jauh lebih gampang untuk ditemukan penggunamu.

Mungkin kalau istilahnya di dunia blogger dan youtube itu SEO, Search Engine Optimisation.

Mungkin memang untuk nama yang memiliki kata kunci itu sedikit berat, karena mungkin sudah pada diambil oleh podcaster-podcaster lain, jadi cukup buat saja nama yang menarik dan mudah untuk diingat.

Jangan bikin artwork dulu

Ada baiknya kalau kamu sekarang lebih peduli dulu sama bikin beberapa episode pertama dulu.

Masalah artwork podcast kamu dipikir belakangan aja.

Karena kalau misal kamu pikirin itu sekarang, nantinya kamu jadi gak kunjung bikin episode podcastmu.

Memilih format podcast

Nah sekarang waktunya mikir bagiamana format dari podcast kamu supaya format podcast kamu semakin mantap.

Memilih jumlah host

Kamu harus menentukan berapa jumlah host yang bakal bawain podcastmu.

Mau satu host aja atau mungkin hostnya berdua, atau mungkin kamu malah pengen bikin podcastnya rame-rame, hostnya berempat gitu misalnya.

Kalau sendirian, gak enaknya semua bebannya ada di kamu.

Tapi enaknya kamu gak perlu repot mikirin jadwal bikin podcast.

Tentu juga ada tantangannya.

Yaitu mengatasi perasaan bahwa kamu lagi berbicara kepada diri sendiri dan menyadari bahwa kamu itu sedang berbicara kepada pendengarmu.

Kalau kamu suka dengan imporvisasi, maka jangan sendirian dalam bawain podcastnya

Iya, emang benar kamu bisa dengan gampang improvisasi kalau hostnya banyak.

Tapi gak enaknya kamu harus atur jadwal untuk rekaman podcast.

Terus belum manajemennya, kalau berhasil dalam manajemennya, beban kerja podcast pun bisa dibagi sesuai dengan jumlah host yang kamu punya.

Itu baru sekedar host aja…

Tipe podcast seperti apa yang mau kamu bawakan

Masih ada lagi format apa yang bakal kamu ambil.

Yaitu tipe podcast yang mau kamu bawakan

Apa berupa interview atau cerita sendiri.

Kalau kamu bercerita sendiri, kalau bisa semua yang bakal kamu omongin di podcast ini sudah kamu tulis di dalam catatanmu.

Selain itu juga, dengan menggunakan skrip, berarti kamu cenderung menjadi audio drama.

Mungkin ada baiknya kamu baca poin-poin yang ada di bawah ini supaya lebih jelas.

1. Interview

Di podcast yang satu ini, kamu bakalan menginterview orang-orang dari industri tertentu atau mungkin membicarakan topik-topik tertentu yang di mana dikuasai oleh narasumbernya.

Jadi bakalan gak relevan kalau kamu ngomongin youtube ke orang yang merupakan seorang akuntan.

2. Skrip non-fiksi

Di sini kamu bisa menceritakan cerita kehidupanmu, entah mungkin masalah percintaan, apapun itu.

Atau mungkin kamu membacakan kesimpulan dari suatu industri yang lagi hits, itu juga bisa.

3. Edukasi

Podcast jenis ini akan lebih cenderung memberikan ilmu pengetahuan kepada para pendengarnya, alias podcast ini akan mengedukasi para pendengarnya.

4. Skrip fiksi

Untuk podcast yang satu ini akan cenderung seperti audio drama, sehingga biasanya untuk menyelesaikan satu buah cerita butuh beberapa episode.

Durasi podcast

Untuk panjang dari sebuah podcast sebenarnya gak ada acuan pasti harusnya berapa menit podcastmu itu.

Ada kok podcast yang cuma 5 menitan tiap episode…

Ada yang panjangnya 20-30 menitan…

Yang berjam-jam pun juga ada…

Panjangnya yang jelas kamu sesuaikan dengan kebutuhanmu, yang penting jangan berusaha untuk dipanjang-panjangin.

Yang penting juga gak kependekan juga.

Karena itu bisa bikin pendengar gak bakal nyaman dengan podcast bikinanmu.

Yang paling penting itu semua poin-poin yang ingin disampaikan bisa tersampaikan dengan baik tanpa ada yang terlewat.

Jadwal rilis

Membuat podcast itu bisa menjadi pekerjaan fulltime ataupun sampingan saja.

Kalau cuma dibuat sampingan, maka jadwal rilisnya bisa menjadi lebih santai.

Kalau emang kamu mampu, kamu bisa rilis podcast kamu setiap hari…

Namun sekedar saran aja, ada baiknya kalau kamu rilis podcastmu secara minguan aja.

Agar adanya koneksi antara kamu dengan pendengarmu.

Selain kamu bisa punya waktu untuk riset data sehingga podcastmu bisa menjadi lebih berisi, tentu pendengarmu sangat menginginkan hal ini.

Oh iya, ada hal penting juga di mana kamu bisa rilis podcast satu minggu sekali…

Yaitu kamu bisa membangun kebiasaan agar kamu tetap bisa terus merilis podcast walaupun kamu mengalami kebosanan.

Memilih platform

Ada baiknya juga kalau kamu memikirkan di platform mana kamu akan merilis podcastmu.

Apakah mau di youtube atau aplikasi seperti spotify, mungkin di sini aku bakal banyak bilang di spotify, karena emang aku gak ada pengalaman di aplikasi lain seperti apple podcast.

Karena memang yang perlu disiapkan pun juga akan berbeda.

Walaupun memang sebenarnya kamu bisa kok rilis podcastmu di spotify sama youtube sekaligus, tapi emang ada perlengkapan yang berbeda.

Spotify

Kalau kamu cuma pengen rilis podcastmu di penyedia podcast seperti spotify atau apple podcast, perlengkapan yang diperlukan hanya perekam suara aja.

Memang gak begitu banyak yang diperluin…

Karena memang di aplikasi tersebut hanya perlu suaranya aja.

Youtube

Kalau kamu mau rilis podcastmu di youtube, selain perekam suara, kamu juga perlu memikirkan untuk memiliki kamera untuk bisa mereka gambar.

Ya memang sih kamu bisa bikin podcast di youtube tanpa menggunakan kamera…

Kamu bisa menggunakan spektrum visualisasi audio dan gambar untuk dibikin videonya.

Cuma ya gitu, rasanya gak begitu enak kalau gak menampilkan video.

Ya kembali lagi ke kamu sih maunya gimana, mau cuma nampilin visualisasi audio atau mau pake video sekalian.

Perlengkapan podcast dan softwarenya

Podcast tuh sebenarnya bisa dengan mudah dimasuki.

Kamu bisa memulai podcast dengan cara langsung merekamnya di handphonemu, yang penting jadi konten.

Cuma emang sih lebih disaranin untuk pakai untuk pakai mic dari earphone.

Karena memang suaranya jauh lebih bagus dibandingkan dengan suara yang dihasilkan jika kamu pakai mic dari handphonemu.

Bagaimana pun juga bikin konten yang baik jauh lebih penting dibandingkan dengan perlengkapan yang kamu pakai.

Yang penting kamu bisa mulai dulu aja dengan peralatan yang ada dulu.

Namun yang paling penting itu setiap kamu rekaman podcast, apalagi jika kamu menggunakan format yang lebih dari satu orang, ada baiknya kamu pisahkan setiap track yang direkam, dipisahkan berdasarkan siapa yang bicara.

Nah, mungkin tutorial ini akan berguna…

Karena aku akan jelaskan apa perlengkapan yang kamu butuhkan.

Buying guide

Nah kita masuk kepada bagian yang mungkin kamu tunggu, apa saja sih yang mungkin harus dibeli untuk bisa membuat podcast yang bagus?

Podcast satu orang

Untuk podcast yang cuma untuk satu orang saja, yang di mana cuma kamu aja yang bicara, kamu perlu sebuah mic USB dan tentu saja sebuah laptop atau komputer.

Kenapa laptop atau komputer itu perlu?

Karena mic itu memerlukan daya dari laptop atau komputer, selain itu mic tersebut akan langsung mengambil suara dan menyimpannya langsung ke dalam laptop atau komputer.

Pilihan mic USB yang bisa kamu beli:

  1. Rexus Thronmax
  2. AVerMedia AM310
  3. Audio Technica AT2020
  4. Rode NT USB
  5. Razer Seiren X
  6. Blue Yeti

Sebenarnya masih ada beberapa mic USB yang harganya kurang dari satu juta, cuma nemunya di beberapa channel Youtube yang membahas perlengkapan rekaman seperti Estechmedia.

Aku gak berafiliasi dengan Estechmedia, cuma suka aja lihat kontennya mereka.

Untuk laptop, gak perlu spek yang terlalu mewah, laptop dengan harga 4 jutaan aja sudah bisa dipakai untuk memproses data yang dihasilkan dari mic.

Namun berhubung micnya cuma menggunakan USB, maka kemungkinan besar bisa tuh digunakan di handphone.

Yaitu dengan cara dengan menggunakan USB On The Go (OTG).

Namun kekurangannya, nantinya baterai handphone kamu akan menjadi lebih cepat habis karena micnya juga mengambil daya dari baterai handphone.

Selain itu juga selama menggunakan OTG, handphone kamu gak bakal bisa dicharge.

Jadi pastikan kamu memiliki daya yang cukup banyak sebelum melakukan podcastmu.

Dan karena baterai yang gak bisa dicharge, jadi podcast yang akan kamu bikin gak bisa begitu lama dengan menggunakan mic yang aku sebutkan tadi.

Jadi mungkin saran terbaik untuk membuat podcast hanya dari handphone saja ya sementara menggunakan mic yang ada di earphone saja.

Mungkin kamu ingin sekali untuk membeli mic 3.5mm yang bisa dicolok ke dalam handphonemu, aku mempunyai mic Boya BY-M1 yang harganya cukup terjangkau.

Aku ingat betul aku, waktu itu beli di sekitar 150 ribuan aja.

Mic tersebut juga bisa digunakan ke kamera yang memiliki slot 3.5mm yang memang digunakan sebagai input mic eksternal.

Jika memang pada akhirnya nanti kamu akan menggunakan fitur kamera itu, ada baiknya kamu mengecek baterainya secara berkala, karena memang gak ada indikator apa-apa yang menunjukkan bahwa baterainya bisa digunakan atau nggak.

Cuma memang sih yang mungkin bisa dibilang lumayan menyebalkan adalah kamu harus menggulung kabelnya dengan baik, karena kabel dari mic ini adalah 6 meter, sehingga kabelnya sangatlah panjang, kalau digulung sekalipun ya masih terlihat tebal.

Seenggaknya mic ini jauh lebih baik dibandingkan dengan mic yang harganya 15 ribuan itu sih…

Sambil nanti menabung untuk membeli sebuah laptop dan mic yang bagus.

Karena memang harganya juga gak begitu murah.

Podcast dua sampai empat orang

Kalau yang ini bisa dibilang wajib sekali hukumnya untuk menggunakan laptop atau komputer.

Karena memang daya yang diperlukan juga lumayan tinggi.

Mic yang kamu perlukan pun juga berbeda.

Mic yang dibutuhkan merupakan mic XLR atau yang bisa disebut dengan mic analog.

Beberapa rekomendasi mic XLR yang bisa dibeli

  1. Samson Q2U
  2. Audio Technica AT2020
  3. Shure SM7B

Mic-mic tersebut perlu berupa audio interface, yang di mana nantinya akan memberikan daya kepada mic sekaligus menyalurkan data yang di dapat dari mic ke dalam versi digitalnya.

Audio interface yang beberapa kali di mention oleh beberapa orang adalah Focusrite Scarlett 2i2 untuk bisa melakukan podcast berdua.

Untuk membuat podcast empat orang, maka diperlukan alat Zoom H6.

Namun konon katanya untuk penggunaan Zoom H6, ada ekstensi yang bisa bikin kamu rekaman bareng 6 orang.

Dan yang perlu diingat adalah kamu memerlukan jumlah mic yang sesuai dengan jumlah orang yang ingin kamu ajak podcast.

Jadi jika kamu ingin membuat podcast berdua, maka kamu butuh mic jumlahnya dua.

Jika butuh membuat podcast empat orang, maka kamu juga butuh empat buah mic.

Perbedaan mic analog (XLR) dan mic USB

Tentu kamu bertanya-tanya, apa bedanya mic XLR dan mic USB? Kan sama-sama mic…

Jadi menurut sumber Indo Voice Over, sebenarnya yang membuatnya berbeda itu pada kualitas suara yang dihasilkan.

Harga dari mic XLR dibandingkan harga mic analog sebenarnya harganya masih lebih mahal mic analog.

Ada harga ada kualitas, sehingga dengan begitu kualitas audio yang diberikan dari mic XLR dan mic USB jauh lebih baik mic USB.

Mic USB sendiri bisa langsung mengubah suara yang didapatkan menjadi sebuah sinyal digital, sehingga bisa langsung diproses di komputer.

Software editing

Setelah selesai dengan rekaman podcastnya, sudah tentu dong waktunya memoles hasil rekaman yang sudah kamu hasilkan.

Karena dengan dipoles, maka suaranya bisa akan menjadi jauh lebih baik jika dibandingkan dengan yang gak diedit.

Karena kadang pasti ada tuh momen di mana kamu perlu waktu untuk mikir kalimat apa yang pas atau mungkin juga kamu memotong hasil rekaman itu karena ada yang salah-salah kata.

Kan kalau misal kelamaan mikir kan jadi gak enak juga didengernya, pendengar pasti nungguin dong kamu mau ngomong apa, diem 1-2 detik itu lama lo, jadi perlu banget dipotong biar bisa didengarkan dengan enak dan nyaman.

Di sini aku gak akan bahas software yang bisa digunakan di android apalagi IOS, karena emang aku gak tahu.

Jadi yang direkomendasikan cuma yang untuk di laptop atau komputer aja.

Untuk software sendiri aku rekomendasikan ada dua.

Yaitu ada Audacity dan Adobe Audition.

Untuk Audacity sendiri sifatnya gratis, sehingga kamu gak perlu mikir nanti bayarnya gimana.

Selain itu juga aplikasi ini tersedia di Windows, Linux, dan Mac.

Sementara untuk Adobe Audition sendiri itu kamu harus berlangganan untuk menikmati fiturnya.

Namun fitur yang bisa didapatkan tentu jauh lebih baik dibandingkan dengan Audacity.

Tapi jika kamu cuma perlu untuk memotong-motong suara aja, ada baiknya kamu cukup gunakan Audacity aja.

Karena aku pun juga pakai Audacity karena emang murahnya itu.

Untuk Adobe Audition sendiri aku belum pernah coba pakai, tapi emang katanya jauh lebih bagus.

Jika kamu bingung dengan bagaimana cara pakai Audacity atau Adobe Audition, kamu bisa cari tutorialnya di internet, banyak kok yang nyediain.

Tenang aja.

Merekam episode pertama

Mengedit podcast memang memiliki banyak potensi yang di mana bikin banyak podcaster menunda untuk menayangkan episode pertamanya.

Gak sedikit podcaster juga kejebak di dalam pikirannya sendiri ketika ingin membuat podcast.

Saking pengennya konsepnya sempurna sampai gak kunjung rekaman juga yang akhirnya bikin podcastnya gak jadi-jadi juga.

Tenang aja, gak ada podcaster yang langsung bikin podcast yang bagus, semuanya pasti punya beberapa episode jelek…

Yang penting itu terus aja bikin podcast, bikin karya yang bermanfaat.

Ya mungkin memang awalnya kamu ngomongnya blepotan, tapi pasti seiring berjalannya waktu kamu gak bakal blepotan lagi buat ngomong, pasti nanti bisa seperti podcaster atau youtuber yang ngomongnya bisa luwes.

Semuanya butuh pembiasaan.

Menulis garis besar podcast

Kesalahan pertama dari seorang podcaster pemula adalah ngoceh gak jelas.

Dengan begitu apa yang mau dijelaskan pun juga gak jelas.

Apalagi jika dia monolog alias bicara sendirian.

Mungkin ini gak begitu berasa untuk mereka yang menjalankan podcast interview, karena pertanyaan bisa keluar gitu aja dari kepalamu, kalau emang kamu beneran penasaran sama topik yang dibahas.

Maka dari itu kamu perlu tuliskan kata-kata apa aja yang ingin kamu bahas di podcastmu.

Gak perlu semua kata ditulis, cukup poin-poin pentingnya aja yang kamu tulis, sisanya kamu jabarin sendiri aja.

Kalau kamu ada co-host, mungkin kamu bisa kasih dia garis besar yang bakal dibahas.

Memilih tempat rekaman

Memilih tempat rekaman yang bagus juga bisa menjadi faktor penentu bagus nggaknya hasil rekaman yang kamu buat.

Saran terbaik adalah dengan menggunakan tempat yang sunyi dengan ruangan yang luas.

Namun gak semua orang bisa memiliki ruangan yang seperti itu.

Kalau tempat yang kamu punya cukup kecil, ada baiknya kamu gunakan material penyerap suara semacam karpet atau baju. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca bahan meredam suara.

Tujuannya dari pemasangan bahan peredam suara adalah agar suara gak mantul ke mana-mana, sehingga kualitas suara yang didapatkan mic gak terlalu menggema.

Kalau memang gak memungkinkan untuk memasang baju di ruanganmu itu, kamu bisa rekaman di dalam lemari yang di mana terdapat banyak baju di dalamnya.

Memilih tempat yang bagus untuk melakukan podcasting jauh lebih penting dibandingkan dengan membeli peralatan utnuk melakukan podcasting.

Karena yang dinikmati dari podcast ini adalah suaranya, bukan yang lain-lain.

Dengan otomatis, jika kamu rekaman di dalam lemari, bisa dibilang kamu gak bakal bisa merekam video jika kamu ingin publish di youtube.

Mungkin jika publish di youtube ya berarti cuma bisa spektrum visualisasi audio aja yang di mana gak terlalu seru jika dibandingkan dengan video.

Dan kembali lagi ke rekaman suara, jika kamu bisa hasilkan suara yang tajam, maka proses editing dan mixingnya akan menjadi lebih ringan.

Karena jika pada dasarnya suara yang kamu hasilkan gak seberapa bagus, banyak noisenya, istilah bahasa jawanya kemresek, maka bisa dibilang itu kacau sih rekamannya.

Diedit sekalipun mungkin bakalan susah sekali, itulah fungsi dari headphone yang digunakan untuk monitoring di mic USB ataupun audio interface.

Jika kamu rekaman menggunakan handphone, mungkin ada baiknya jika kamu dengarkan kembali hasil rekaman yang sudah kamu buat.

Teknik mic podcasting

Rekaman podcast sekalipun juga gak boleh asal rekam aja, ada tekniknya.

Ada baiknya kamu kasih jarak sekitar 5-10 cm antara mulutmu dan mic.

Karena jika lebih dekat maka nanti akan terdengar benar-benar gak enak di telinga karena adanya suara plosif.

Plosif itu konsonan letup.

Menurut Wikipedia plosif itu menurpakan fonem yang direalisasikan menggunakan letupan udara, karena dihambat lidah pada tempat-tempat artikulasi mulut.

Fonem-fonem plosive biasanya adalah k,g,c,j,t,d,p, dan b.

Yang jelas tuh kalau dengar suara plosif itu kayak suara yang “meledak” gitu lah di telinga, gak enak didengar…

Oh iya, ada baiknya juga kalau kamu lagi gak ngomong mungkin menjauh dari mic supaya suara yang gak gak diharapkan bisa gak keambil mic.

Selain itu juga, kalau di aplikasi perekam suara itu ada dB meter, ada baiknya buat pastikan bahwa kalau kamu ngomong di mic antara -18 sampai -12 dB.

Karena jika suaranya melebihi -12 dB maka suara yang ditangkap terlalu keras, mungkin bisa menjadi noise, sementara jika kurang dari itu maka suara akan terlalu pelan sehingga sulit untuk didengar.

Kamu juga perlu perhatikan dB meter pada saat kondisinya diam, gak ada suara…

Pastikan jika suara yang ditangkap antara -60 sampai -50 dB…

Karena biasanya tuh kalau kondisi sunyi, gak ada suara, dB meternya berada di angka itu.

Minum sebelum mulai rekaman

Penting sekali untuk menjaga tenggorokanmu tetap basah.

Karena kalau kering maka bicara pun juga akan gak nyaman.

Ada baiknya kalau kamu hanya minum air putih saja, bukan minuman yang berasa, apalagi bersoda.

Karena biasanya akan memberikan rasa “nyangkut” di tenggorokan yang akhirnya bikin gak nyaman.

Kamu pun juga gak perlu khawatir jika kamu melakukan kesalahan, seperti misalnya gagap atau mungkin sedikit terdiam karena kamu masih mencari kalimat yang pas buat diucapkan.

Karena podcastnya bisa diedit, tinggal potong aja bagian di mana kamu terlalu lama diamnya, sehingga gak akan terlihat bahwa kamu terlalu lama berdiam diri.

Begitu juga kalau kamu gagap, namun untuk yang satu ini memotongnya pun juga perlu kehati-hatian, karena grafik dari suaranya biasanya cukup tipis sehingga motongnya pun juga harus persis.

Membuat beberapa episode berikutnya

Setelah kamu selesai dengan episode pertamamu, ada baiknya juga jika kamu membuat beberapa episode berikutnya.

Cuma emang bisa kok gak langsung rekaman, mungkin sehari, dua hari, atau mungkin seminggu setelah kamu rekaman episode pertamamu.

Tujuannya ya tentu agar kamu punya cadangan episode untuk dipublikasikan sementara kamu mencari ide untuk ngobrolin apa lagi di podcastmu berikutnya.

Maka dari itu ada baiknya kamu juga riset dulu apa aja yang bakal dibahas di beberapa episode awal, sehingga kamu tahu harus bikin apa lagi berikutnya.

Ya mungkin bikin untuk 8 episode dulu, yang nantinya dirilis tiap minggu satu, jadi kan kamu ada stok bahan podcast kurang lebih untuk 2 bulan.

Editing dan upload podcast pertama

Diproses editing ini yang perlu kamu lakukan adalah menghilangkan suara yang mengganggu, memasukkan iklan, serta menambahkan intro dan outro jika diperlukan.

Untuk tahap yang satu ini memang butuh persiapan fisik dan mental karena memang harus konsentrasi penuh dan tahap ini penuh dengan kebosanan.

Cuma yang perlu diingat, kamu jangan sampai kewalahan dengan proses editing ini, dibawa santai aja.

Membuat intro dan outro

Sebenarnya ini merupakan tahap yang mungkin gak begitu diperlukan.

Karena untuk intro, kamu bisa menggunakan kalimat sapaan untuk bisa digunakan sebagai intro, misalnya kalimat “halo semuanya”, begitu pula dengan outro, kamu bisa gunakan kalimat “sampai jumpa” untuk mengakhiri podcast kamu.

Kalau mau pakai music ya sebenarnya boleh-boleh aja.

Cuma kamu harus pikirkan untuk menggunakan lagu yang gak ada copyright alias hak cipta.

Karena gak lucu dong kalau misal kamu pakai lagu yang ada copyrightnya, seperti lagu-lagu yang dirilis oleh band-band terkenal, terus begitu kamu rilis podcastnya dan laris, tahu-tahu kamu diminta untuk bayar royalti ke pembuat lagunya.

Iya kalau podcastmu langsung ramai, terus terjadi hal seperti itu, kalau podcastmu masih sepi terus kena klaim copyright kan ya ribet.

Kalau misal kamu taruh podcastmu di youtube, maka kemungkinan besar kamu gak bakal bisa monetisasi video kamu karena adanya klaim copyright.

Maka dari itu ada baiknya untuk menggunakan musik yang bebas copyright atau mungkin kamu bisa sekalian beli.

Kalau kamu mau pakai musik yang bebas copyright, mungkin kamu bisa cari-cari dulu di tempat yang paling gampang…

  1. Youtube Audio Library
  2. Incompetech
  3. Soundbible

Sebenarnya banyak sekali tempat di mana bisa mendapatkan lagu gratis buat opening podcastmu di Google.

Tinggal search aja di google “free copyright music opening podcast”.

Cuma mungkin kamu perlu terima konsekuensi kalau musik yang kamu ambil nantinya akan menjadi sama dengan milik orang lain, karena sifatnya yang gratis.

Untuk mengakali hal ini, mungkin kamu jangan mengambil musik yang berada di barisan teratas, mungkin ambil saja di barisan tengah atau mungkin malah bagian akhir supaya berbeda.

Atau jika kamu ingin benar-benar berbeda ya mau gak mau kamu harus beli musiknya.

Tempat membeli musiknya kalu gak salah ada di dua tempat ini:

  1. Audio Blocks
  2. Audio Jungle

Sepengalamanku nyari musik di Youtube Audio Library, biasanya di sana kita disuruh play satu per satu lagu yang terdapat di situ sampai menemukan lagu yang pas untuk podcastmu.

Memang ini akan memakan kuota yang mungkin gak sedikit, apalagi jika kamu merupakan orang yang pemilih.

Tapi ya tempat untuk mendapatkan WiFi juga gak sulit kok di jaman sekarang.

Namun mungkin karena virus corona yang lagi menyerang ini membuat tempat-tempat yang biasanya menyediakan WiFi gratis menjadi tutup.

Sebenarnya menggunakan paket data sekalipun ya tak semenyakitkan itu kok, karena biasanya lagu itu 3 MB untuk yang 3 menitan, sementara yang kamu target hanyalah 10 detikan paling lama, jadi masalah kuota juga gak perlu kamu khawatirkan.

Tips mengedit podcast

Nah, kali ini aku akan jelasin tips-tips dalam editing sebuah podcast, mungkin ini juga akan sedikit panjang, tapi tak apa lah yang penting penjelasannya mendetail.

Memisahkan track

Ada baiknya untuk memiisahkan track di setiap pembicara atau musik.

Karena dengan track yang terpisah, maka akan lebih memudahkan kamu untuk mengedit rekamanmu.

Mungkin untuk musik bisa aja lah tinggal bikin tracknya, namun untuk setiap pembicara, mungkin kamu akan memerlukan alat seperti Zoom H6.

Karena di Zoom H6 setahuku setiap mic yang masuk ke dalam alat perekam itu akan disimpan dalam track yang berbeda, sehingga bisa memudahkan kamu dalam proses editing.

Jika kamu bisa mengedit dari noise yang terdapat di dalam rekamanmu, ada baiknya kamu edit kontennya dulu baru edit noisenya.

Edit kontennya baru edit noise

Edit konten ini maksudnya ya kamu edit untuk konten, edit dulu di mana kamu banyak diemnya atau momen di mana kamu jadi gagap.

Kamu buang-buangin dulu omongan-omongan yang gak penting, sehingga isi podcast kamu cuma “daging” dari topik yang mau kamu bahas aja.

Buat list gangguan

Kamu kan sudah selesai rekaman, pasti dong ada aja gangguan yang yang kamu alami dan itu kebetulan terekam di dalam podcastmu.

Nah ada baiknya kamu list apa aja gangguan yang kamu alami itu dan kemudian ini kamu jadikan acuan untuk kedepannya waktu kamu bikin podcast lagi.

List ini digunakan sebagai acuan apabila terjadi gangguan yang sama, maka yang bisa kamu lakukan adalah menghapus gangguan tersebut.

Namun jika yang terganggu itu merupakan konten kamu, misalnya ada suara gangguan ketika kamu lagi ngomong, ada baiknya kamu rekam lagi di bagian itu aja untuk menambal bagian yang kacau.

Memang sih akan terdengar berbeda sendiri jika dibandingkan dengan rekaman utamanya, tapi bisa kok diseragamkan, yaitu dengan rekaman ulang dari awal sampai akhir lagi.

Iya, aku tahu itu memang capek, tapi ya mau gimana lagi?

Fade antar track untuk menghindari noise

Jika kamu mau berganti track antara track satu dengan track lainnya, maka sebaiknya kamu menggunakan fade out di akhir track satu, dan menggunakan fade in di track 2.

Ini tujuannya adalah untuk menghindari noise yang terjadi apabila kamu langsung menggabungkan kedua tracknya.

Memang ini butuh konsentrasi tinggi, tapi ya memang itu yang diperlukan agar podcast yang kamu bikin ini menjadi podcast yang bagus.

Jangan menjadi editor

Ada kemungkinan besar bahwa kamu akan hanyut ke dalam proses editing ini dan kamu akan berusaha untuk menciptakan konten yang sempurna…

Namun kamu jangan hanyut di situ.

Kamu harus fokus untuk menciptakan konten yang berharga.

Memang, suara menjadi segalanya ketika kamu membuat podcast, jangan sampai kualitas audio jelek.

Namun yang perlu kamu perhatikan adalah kualitas dari “master” rekamanmu, yaitu file rekamanmu sendiri, kalau emang dari awal suaranya bagus, maka kamu gak perlu susah-susah edit.

Mungkin yang perlu kamu edit itu cuma motong bagian-bagian yang memang gak seharusnya ada aja.

Pokoknya jangan jadikan editing sebagai alasan kenapa kamu gak kunjung luncurin episode pertamamu.

Simpan dan ekspor podcastmu

Ada banyak pilihan dalam menyimpan dalam menyimpan file podcast, namun kebanyakan platform mendukung file berformat MP3 antara 96 kbps untuk audio mono sampai dengan 192 kbps untuk musik stereo.

Namun supaya kamu gak begitu kebingungan, ya ada baiknya kamu simpan ke format yang paling bagus aja, yaitu MP3 192 kbps.

Memang filenya akan menjadi besar, apalagi jika podcastmu merupakan podcast yang panjang, misal seperti podcast yang berjam-jam…

Cuma kan kualitas suaranya menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan yang 92 kbps.

Yang periu diingat ya bagaimana kualitas awal suara dari podcast yang kamu buat.

Jika memang dari awal kualitas suaranya jelek, setelah diedit sekalipun juga bakal susah untuk mendapatkan hasil rekaman yang baik, apabila dari awal sudah baik kualitas suaranya, maka akan menjadi lebih baik lagi setelah diedit.

Bikin artwork

Sekarang waktunya bikin artwork dari podcastmu sendiri.

Artwork itu apa?

Artwork itu gambar yang ada di podcastmu.

Bisa untuk setiap episode atau cover dari podcastmu sendiri.

Usahakan buat gak bikin gambar podcast lebih dari 4 kata, karena nantinya gambar yang dipasang ukurannya mengecil, sesuai dengan ukuran dari perangkat yang digunakan untuk mendengarkan podcast.

Jika terlalu banyak kata otomatis tulisannya akan menjadi kecil-kecil dan mungkin akan menjadi gak bisa kebaca karena saking kecilnya.

4 kata pun juga jangan terlalu panjang setiap katanya.

Karena spacenya sangatlah kecil.

Jangan gunakan juga gambar yang sering digunakan oleh orang lain dalam membuat gambar podcastnya.

Gambar yang sering digunakan biasanya adalah mic atau headphone.

Jika kamu menggunakan gambar itu, maka akan sulit bagi orang-orang untuk membedakan podcast buatanmu sendiri atau punya orang lain.

Ukuran gambar yang disarankan untuk sebuah artwork podcast adalah ukuran 1:1 alias persegi, namun untuk pixelnya, disarankan 1080×1080 pixel.

Karena memang itu yang paling baik.

Format gambar yang digunakan pun juga sebaiknya PNG atau JPG, jangan yang lain.

Karena biasanya platform podcast mendukungnya PNG atau JPG sih…

Untuk membuat artworknya kamu bisa pakai Canva www.canva.com.

Sementara jika kamu ingin mencari gambar-gambar yang bebas copyright yang bisa digunakan di podcastmu, kamu bisa mencarinya di Pexels.

Mendaftarkan podcast

Setelah selesai dengan semua tetek bengek yang ada dalam proses pembuatan podcast, sekarang waktunya untuk memasukkan mendaftarkan podcastmu ke Spotify atau Youtube.

Untuk Youtube, sebenarnya gak perlu begitu khawatir, karena ketika memiliki akun Gmail, maka kamu juga akan otomatis memiliki akun Youtube, yang di mana bisa digunakan untuk mempublikasikan semua podcastmu.

Sementara untuk mendaftarkan ke Spotify, sebenarnya ada beberapa platform yang bisa digunakan untuk mendaftarkan podcast…

Namun kali ini aku hanya akan menyarankan Anchor.fm.

Karena aku cuma pernah menggunakan Anchor.fm aja.

Proses daftarnya sendiri gampang dan cepat, yang jelas cuma perlu daftar aja.

Aplikasinya ada di android, IOS, serta web.

Semuanya bisa digunakan untuk mengupload podcastmu.

Semua podcast yang terupload juga akan disebarkan ke beberapa platform seperti Google Podcast, Apple Podcast, Spotify, dan masih banyak lagi.

Gampang lah pokoknya, sekali upload bisa langsung ke banyak platform.

Dari aplikasi satu ini juga bisa mendapatkan uang, yaitu dengan iklan yang harus kamu rekam sendiri, biasanya sih iklan dari Anchor sendiri, hitungannya adalah berapa banyak yang mendengarkan podcastmu.

Tapi jangan fokus ke penghasilan dulu lah, lagian juga kamu juga baru mulai podcastnya, fokus cari pendengar dulu aja.

Kamu tinggal masukkan nama podcastmu, masukkan penjelasan singkat tentang podcastmu, berikan juga artwork yang tadi sudah dibuat, kemudian upload podcast pertamamu.

Jangan lupa untuk memberi judul, deskripsi, dan artwork dari setiap episode yang sudah kamu buat.

Iya, ada artwork untuk setiap episodenya, gak usah mikir terlalu berat untuk itu, cukup kamu tuliskan saja judul dari episodemu di artworknya, itu pun juga jika kamu benar-benar malas untuk mikirin artworknya.

Setelah kamu upload, tinggal tunggu aja, nanti bakal ada pemberitahuan kalau podcast kamu sudah berhasil didistribusikan ke beberapa platform podcast.

Mungkin untuk penjelasan lebih lengkap tentang Anchor.fm ini akan menjadi artikel tersendiri.

Memasarkan podcastmu

Tentu podcast kamu gak bakal rame kalau misal emang gak dipasarkan ke orang-orang.

Dengan semakin banyak orang yang tahu podcastmu, maka kesempatan didengar pun juga akan semakin besar.

Cari grup

Cara pertama adalah dengan kamu cari grup yang mungkin bakal tertarik dengan podcastmu.

Biasanya grup ini ada di Facebook sih…

Kamu jangan cuma spam link aja di grup itu, kamu harus bantu orang lain yang ada di grup itu kalau misal mereka butuh bantuan.

Jadi kalau bisa itu buat podcast yang di mana bisa menjawab pertanyaan mereka.

Ada baiknya juga jika kamu share podcastmu di grup yang relevan dengan topik pembahasan yang kamu angkat di dalam podcastmu.

Sehingga bisa diterima dengan mudah oleh para penghuni grup yang menjadi tempat kamu share podcast yang kamu buat.

Jadi kamu jangan share podcast tentang percintaan di grup masak, salah tempat…

Takutnya nantinya kamu malah kena banned dari grup itu.

Share podcast ke keluarga atau teman

Cara lain yang paling mudah adalah dengan menyuruh teman atau keluarga mendengarkan podcastmu.

Lumayan lah itung-itung buat nambahin jumlah orang yang dengar podcastmu.

Jangan lupa untuk minta pendapat ke mereka gimana podcast yang kamu buat.

Apakah perlu ada improvisasi atau mungkin ada bahan lain yang mungkin bisa untuk dijadikan podcast.

Kenapa kok mereka yang malah dimintai pendapat tentang podcastmu?

Karena kritik atau saran yang mereka berikan kemungkinan besar bisa kamu terima dengan mudah, tanpa sangkalan apapun.

Tapi kalau malah menjatuhkan ya kamu perlu dengarkan, barangkali kamu bisa dapatkan apa yang salah dari podcastmu sehingga mereka malah justru menjatuhkanmu.

Pos di media sosial

Ini meruapakan cara yang paling mudah untuk memberitahukan podcast yang kamu buat ke orang-orang…

Yaitu dengan mempromosikannya di media sosial yang kamu punya…

Sehingga orang-orang yang ada di dalam daftar temanmu bisa melihat karyamu dan mungkin mau untuk mendengarkan podcast yang sudah kamu buat.

Pos di Quora atau Reddit

Kamu bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh member kedua forum tersebut dengan podcastmu, selama podcastmu relevan dengan pertanyaannya tentunya.

Cuma untuk yang Reddit bisa dibilang bukan pasar Indonesia, karena Reddit hanya bisa diakses melalui VPN, dan kalu bisa akses sekalipun juga bahasa yang digunakan juga Bahasa Inggris.

Sementara untuk Quora kebetulan juga ada versi Bahasa Indonesianya.

Evaluasi setiap episode podcast yang kamu buat

Ada baiknya jika kamu mengevaluasi setiap episode podcast yang sudah kamu buat.

Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk membuat konten yang jauh lebih bagus dan menarik di kemudian hari.

Mungkin jika kamu menggunakan platform Youtube untuk publikasi kontenmu, kamu bisa melihat bagaimana respon pendengarmu dengan membaca setiap komen yang ada.

Atau cara lain yang bisa digunakan adalah dengan menanyakan kepada orang-orang yang bisa kamu hubungi untuk menilai podcast yang sudah kamu buat.

Misal orang-orang tersebut teman-teman atau saudaramu…

Atau mungkin kamu juga bisa menanyakan langsung kepada narasumber yang kamu wawancarai kalo emang format podcastmu merupakan interview.

Yang jelas dengan melakukan evaluasi di setiap episodenya maka kamu bisa mengetahui gimana performa dari podcastmu.

Jika mungkin ada pembahasan yang banyak menarik perhatian para pendengarmu, mungkin kamu bisa menyajikan konten turunannya.

Terutama jika kamu gak punya target tema yang akan dibahas, namun kalo bisa jangan mulai podcast kalo gak punya tema yang pasti kamu mau ngomong apaan di podcastmu.

Wah ternyata artikel ini jadi panjang sekali.

Mungkin sudah waktunya untuk disudahi…

Semoga kamu jadi punya gambaran untuk membuat podcast, apa aja yang perlu untuk disiapkan, serta bagaimana langkah-langkah yang harus dilewati agar podcastmu jadi dengan bagus walaupun gak sempurna.

Semoga kamu juga bisa membantu banyak orang dengan semua podcast yang kamu buat, jadi kamu bisa mendapatkan banyak pahala dan mungkin kamu bisa mendapatkan penghasilan melalui podcast yang kamu buat.

Jika kamu tertarik dengan gimana cara mendapatkan uang dari podcast, ada baiknya kamu baca tentang cara mendapatkan uang dari podcast.

Jika kamu mungkin punya uneg-uneg yang mau disampaikan, mungkin berupa pertanyaan atau mungkin kritik dan saran, kamu bisa tuliskan semua uneg-unegmu di kolom komentar.

Sampai jumpa di artikel lainnya.

Terima kasih.

Tinggalkan komentar