cara-ngomong-lancar-di-podcast

Cara Ngomong Lancar di Podcast

cara-ngomong-lancar-di-podcast

Dalam membuat podcast, seringkali kita jadi bingung dengan apa yang mau kita ucapkan…

Hal ini biasa terjadi pada saat podcaster itu masih baru saja memulai podcastnya dan kebetulan podcast yang dibuat merupakan podcast satu orang, alias kamu sendiri yang membawakan acaramu dan gak ada orang lain yang diwawancarai.

Memang kalo mengobrol sendiri itu rasanya gak enak, karena aku juga merasakan hal yang sama.

Kadang ini berdampak menjadi kamu kebingungan apa yang harus diucapkan.

Sebenarnya kamu gak perlu menghentikan rekamanmu, kamu tinggal lanjutkan saja podcastmu, nanti tinggal dipotong aja saat-saat kamu terdiam sambil memikirkan kalimat apa yang ingin kamu ucapkan berikutnya.

Cuma memang reaksi diam ini merupakan reaksi yang terjadi karena kamu sedang gugup.

Ya memang podcast yang dilakukan sendirian ini merupakan satu hal yang mungkin bisa dibilang gak begitu gampang dibandingkan dengan podcast yang dilakukan dengan dua orang atau lebih…

Karena jika seenggaknya berdua, biasanya kita akan mendapatkan tanggapan langsung dari orang yang kamu ajak rekaman podcast.

Kalau sendirian kamu harus memikirkan dialog yang pas untuk menjalankan podcastmu itu.

Cara ngomong lancar di podcast

Tentu saja cara yang paling pas buat mengatasi gugup adalah dengan sering-sering latihan untuk berbicara.

Mungkin kamu bisa membuat beberapa podcast yang di mana isinya menceritakan tentang hidupmu aja.

Jika kamu merasa kebingungan tentang apa yang mau diceritakan di dalam podcast itu, ada baiknya kamu menceritakan tentang apa yang kamu ingat…

Selain itu kamu juga bisa menggunakan kata “aku sedang merasa” atau mungkin “aku sedang kepikiran”.

Memang akan terdengar seperti curhat, namun memang itu tujuannya, agar kamu bisa menceritakan banyak hal di dalam podcastmu.

Kamu bisa merilis podcastmu ini ke dalam podcast lainnya atau mungkin malah menjadi satu channel tersendiri.

Menurut sebagian besar orang sih mending kalau dirilis ke dalam channel tersendiri daripada harus dicampur.

Namun ya tentu aja ada orang yang terlalu malas untuk membuat channel baru lagi sehingga dia mencampur semua konten podcastnya.

Memang untuk podcast ini sepertinya gak begitu membutuhkan kerangka apa saja yang perlu diceritakan, karena sifatnya yang curhat.

Karena sifatnya yang seperti curhat itu, akan lebih baik jika dibiarkan mengalir begitu saja.

Jika menggunakan kerangka mungkin memang akan membuatmu menjadi lebih mudah harus menjelaskan apa saja dan gak akan mudah ngomong ngelantur.

Cuma hal yang perlu kamu ingat

Cuma hal yang perlu kamu ingat adalah kamu ini kan sedang belajar agar gak gugup dalam berbicara sendiri di depan mic, mungkin dengan adanya kerangka itu akan membuatmu menjadi lebih tertekan dan akhirnya membuatmu semakin merasa gugup.

Jika kamu masih saja ragu, ya mungkin kamu bisa coba ketik dulu apa yang terlintas di dalam pikiranmu, kemudian kamu kumpulkan sebanyak yang kamu bisa, lalu akan dibicarakan di dalam podcastmu.

Mungkin dengan begitu kamu akan menjadi lebih luwes dalam berbicara, karena proses mengumpulkan kalimat-kalimat tersebut mungkin akan memerlukan waktu beberapa hari.

Mungkin saja hal yang kamu ketik itu merupakan hal-hal yang gak begitu detil, nanti kamu bisa detilkan pada saat kamu berbicara di depan mic.

Semuanya kembali ke kamu, jika kamu memang masih belum bisa nyaman untuk cerita di depan mic, kadang proses rekamannya menjadi lama.

Namun lamanya di sini karena kamu lebih banyak diam dan merasakan apa yang ada di pikiranmu, ini manusiawi.

Karena aku sendiri curhat di psikiater aja juga masih terasa agak susah kok, perlu beberapa pertanyaan pancingan dari psikiater agar aku bisa berbicara lebih banyak.

Kondisi sudah ngomong pun ya waktu awal konsultasi itu suka beberapa kali berhenti dan berpikir, akhirnya dikasih lagi kalimat pancingan yang akhirnya bisa membuat aku untuk bisa berbicara lebih banyak lagi.

Untuk seorang dokter sih kemampuan untuk mengorek ini sangat diperlukan supaya bisa mendapatkan informasi yang lengkap tentang pasiennya dan bisa mendiagnosa pasiennya dengan lebih baik, sehingga pasien bisa mendapatkan pengobatan yang tepat.

Pasien pun juga harus bisa kooperatif dengan cara bisa menceritakan secara detil tentang apa yang dirasakannya.

Oke kembali lagi ke topik yang sudah kita bahas tadi…

Cara lainnya adalah kamu bisa membuat semacam diary gitu, tapi menggunakan suara.

Kamu ceritakan aja apa yang sudah kamu lewati seharian.

Kamu bisa menggunakan fitur voice recorder yang ada di handphone kamu jika kamu sendiri.

Cuma untuk cara yang satu ini kayaknya akan menjadi lebih nyaman jika menggunakan handsfree, itu lo earphone yang ada mic-nya.

Itu berguna banget supaya kamu sendiri gak perlu pegangi handphone kamu di dekat mulut kamu supaya suara yang ditangkap itu bagus.

Jika mungkin kamu sendiri juga bingung bagaimana menceritakan hari-harimu kalau kegiatanmu sehari-hari monoton, seperti kamu kerja di kantor, ngerjain pekerjaan kantor, istirahat makan siang, kerja lagi, pulang ke rumah, mandi, makan malam, terus tidur…

Atau mungkin kamu juga mungkin kerjanya di rumah aja dan gak ada sesuatu yang menarik…

Kamu bisa melakukan freestyle, yaitu menceritakan apapun yang kamu lihat, apa yang kamu rasakan, apa yang kamu cium (bau-bauan), dan lain sebagainya, pokoknya gunakan saja kelima indra yang kamu punya.

Awalnya mungkin akan terasa sulit untuk bisa ngobrolin ini, tapi kamu pasti bisa kok terbiasa dengan semua ini.

Oh iya, untuk apa yang kamu rasakan sendiri itu bisa apa yang kamu sentuh, mungkin tekstur dari suatu benda itu seperti apa atau bisa juga dengan apa yang kamu rasakan di hati atau pikiranmu.

Lakukan itu selama beberapa minggu, ya mungkin sekitar 1 sampai 2 bulan.

Tentu jika kamu mau sambil mengeluarkan episode utama podcastmu juga bisa.

Gak ada yang ngelarang kamu untuk tetap mengeluarkan episode podcastmu.

Ada baiknya kamu juga memperhatikan tentang bagaimana perkembanganmu dalam berbicara.

Maksudnya itu apakah kamu masih gugup atau nggak kalau ngomong di depan mic?

Apa mungkin masih seringkali terdiam, kalau terdiam pun apakah masih agak lama?

Apakah kamu terdiamnya masih di atas 1 detik?

Kalau sudah ada perkembangan, seperti ngomongmu menjadi lebih luwes dan santai, berarti bagus.

Kalaupun misalnya belum berkembang, ya gak masalah, tinggal perbanyak latihan aja.

Artikel ini kayaknya susah dibuat menjadi artikel yang panjang, karena artikel ini risetnya kurang, cuma berdasarkan pengalamanku aja, gak didukung sama artikel lain yang ada di internet.

Mohon maaf juga kalau misal penjelasannya mungkin bertele-tele, karena aku juga merasa cukup kebingungan bagaimana cara menulisnya.

Mungkin kamu penasaran tentang bagaimana cara membuat podcast, bisa langsung klik aja link artikelnya.

Oh iya, jangan lupa untuk memberikan like pada fanspage blog ini, rencana ke depannya setiap kali ada update artikel di blog akan langsung diposting di fanspagenya juga, maksudnya diposting link menuju postingan yang ada di blog ini.

Terima kasih sudah mau membaca artikel yang sederhana ini.

Tinggalkan komentar