cara-mendapatkan-uang-dari-podcast

Cara Mendapatkan Uang dari Podcast

cara-mendapatkan-uang-dari-podcast

Memang gak ada yang lebih enak dibandingkan dengan hobi yang dibayar.

Ada hobi menulis yang dibayar.

Ada juga yang hobi membuat video juga dibayar.

Namun pernah gak sih kepikiran buat dapetin uang hanya dengan menjadi podcaster?

Tentu bisa dong, gimana caranya? Ya mending kamu baca artikel ini sampai habis.

Cara mendapatkan uang dari podcast

Memang bukan hal yang gak mungkin buat kamu yang bergelut di dunia podcasting untuk mendapatkan uang dari apa yang udah kamu buat.

Namun sebelum aku menjelaskan bagaimana cara mendapatkan uang dari podcast, ada baiknya kita lihat dulu tahapan dari pembuatan sebuah podcast.

Jika kamu penasaran dengan bagaimana cara membuat podcast, mungkin kamu bisa baca dulu artikel tentang bagaimana cara membuat podcast.

Mendaftarkan podcast

Untuk mendaftarkan podcast sendiri sebenarnya ada banyak platform yang bisa dipilih.

Namun kali ini aku hanya akan menjelaskan dua saja.

Tapi dua ini cukup dikenal di Indonesia.

1. Anchor.fm

“Katanya platformnya terkenal, ini platform apa lagi? Gak kenal”

Tenang, jangan gitu, baca dulu dong…

Anchor.fm ini merupakan sebuah platform yang di mana kamu bisa menyalurkan semua podcast yang sudah kamu buat ke beragam platform podcast yang terkenal…

Seperti Spotify, Google Podcast, dan Apple Podcast.

Untuk Spotify, bukan kah itu cukup terkenal? Atau mungkin kamu gak pernah pakai atau dengar Spotify juga sehingga kamu mungkin gak kenal apa itu Spotify?

Ya udah gak apa kalau emang masih belum kenal.

Untuk aplikasi Anchor.fm sendiri tersedia di Play Store, App Store, dan ada juga aplikasi webnya sepertinya dikhususkan untuk bisa diakses lewat laptop atau komputer.

Aku sendiri belum pernah juga mengakses layanan versi web dari Anchor.fm dari handphoneku sendiri, jadi aku gak tahu apakah versi webnya itu bisa digunakan di handphone atau nggak…

Fungsi dari aplikasinya adalah untuk mengupload podcast kamu dan untuk mengedit podcast kamu.

Untuk mendaftarkan diri ke dalam podcast tersebut kamu hanya butuh akun email yang aktif yang di mana nantinya digunakan untuk login.

Yang perlu diingat podcast dengan menggunakan Anchor.fm kamu hanya perlu untuk membuat karya berupa suara saja.

Sehingga kamu perlu banget untuk bisa membuat penjelasan yang di mana bisa membuat para pendengarmu membayangkan apa yang sedang kamu bicarakan.

Ya memang ada keterbatasan karena formatnya hanya suara, namun ini tergantung bagaimana kamu membawakan podcastmu aja sih.

2. Youtube

“Lo, ini kan situs untuk menonton video, kenapa dimasukin podcast?”

Ya, nyatanya ada juga podcast yang menggunakan video dalam pembahasannya.

Namun video tersebut hanyalah pemanis saja, konten utamanya tetap suara.

Untuk membuat akun Youtube, ya bisa dibilang gak perlu banyak dipikirin.

Karena hanya perlu akun Gmail, yang di mana pasti kebanyakan orang sudah punya akun Gmail.

Jika ternyata kamu belum punya, mungkin kamu akan kebingungan bagaimana caranya download aplikasi lewat Play Store di Android yang di mana perlu banget yang namanya akun Gmail.

Aku gak tahu sih kalau di App Store di Apple, karena emang aku gak pernah pakai perangkat buatan Apple.

Untuk membuat podcast di Youtube ini kamu harus memposting karya berupa video.

Ada 2 cara dalam pembuatan video podcast untuk Youtube ini.

Yang pertama kamu mengakalinya dengan cara kamu menyisipkan sebuah gambar ke dalam videomu kalau kamu mungkin merasa gak nyaman sama sekali dengan tampil di depan kamera.

Selain gambar kamu juga bisa membuat tambahan visualisasi suara di video kamu sehingga penonton bisa melihat ada yang bergerak di dalam gambarmu itu.

Untuk caranya sendiri ada banyak di Google, aku gak bakal jelasin itu di sini, lagian kalau gak mau dalam bentuk tulisan juga ada banyak tutorialnya di Youtube kok.

Sementara untuk cara yang kedua, ya kamu harus menunjukkan mukamu ke kamera.

Mengedit podcast

Sebenarnya untuk mengedit sebuah podcast itu gak terlalu ribet.

Ini gak seperti video yang mungkin perlu mengulangi lagi dalam pengambilan gambar dari awal sehingga bisa menghasilkan satu video yang sempurna.

Namun untuk podcast ini gak harus seperti itu.

Di podcast jika kita mengalami kesalahan, ada kemungkinan bahwa kamu gak perlu mengulangi dari awal kalimat yang sudah kamu ucapkan.

Hanya perlu mengulangi yang salah itu aja, itu pun gak perlu ambil lagi, alias perekamannya gak perlu diputus, nanti waktu proses editing kamu tinggal hapus saja bagian yang menurutmu salah itu tadi.

Untuk podcast yang ada videonya

Sebenarnya untuk yang satu ini gak perlu juga terlalu ribet, kan yang dibutuhkan cuma suaranya aja, jadi ya kamu tetap potong di mana ada suara yang mau dihapus aja nanti kan videonya juga menyesuaikan.

Jadi tuh yang sebenarnya harus diperhatikan itu apa yang kamu ucapkan aja sih, video hanyalah pemanis semata.

Karena podcast kan sebenarnya postingan blog cuma bentuknya aja yang suara.

Jadi kamu hanya perlu berfokus sama suara aja, apalagi jika videomu itu tak menampilkan mukamu sama sekali, hanya menampilkan gambar beserta spektrum visualisasi dari suaramu itu.

Tapi jika itu merupakan video ya kamu juga perlu memperhatikan bagaimana tingkah lakumu di dalam video itu ya, bukan berarti karena formatnya cuma suara aja, terus kamu dengan seenaknya ngupil atau mungkin menguap atau mungkin hal-hal yang kurang sopan lainnya.

Kalau ada bagian-bagian yang seperti itu ada baiknya kamu potong aja videonya, karena memang gak baik untuk kedepannya.

Cara mendapatkan uang dari podcast

Nah mungkin ini merupakan bagian yang paling ditunggu-tunggu.

Karena semua orang suka sekali dengan uang.

Termasuk aku juga suka dengan uang.

Cara untuk mendapatkan uang dari podcast ada 3 cara

1. Memasang iklan di konten yang kamu buat

Baik di Anchor.fm dan Youtube punya cara memasang iklan di konten yang kamu buat.

Namun untuk di Anchor, katanya sih pendapatan dari iklan itu baru bisa dilakukan di Amerika sana…

Sementara di Indonesia masih belum bisa.

Gak tau ini sampai kapan gak bisa mendapatkan penghasilan dari Anchor.

Sementara untuk Youtube kamu bisa memasang iklan di konten yang kamu buat dengan cara mendaftarkan Google Adsense.

Cuma persyaratan untuk mengajukan Google Adsense pada saat artikel ini dibuat adalah memiliki 1000 subscriber dan 4000 jam waktu tayang.

Biasanya semua konten yang ada di dalam channel Youtubemu akan direview dulu, jika memang gak melanggar kebijakan dari Google Adsense, maka iklan bisa tayang di dalam channelmu.

Menurut beberapa keluh kesah para Youtuber sih bagaimana cara mendapatkan pengunjung dan lolos review Google Adsense aja sih.

Jadi ya ada baiknya perbanyak stok sabarnya, jika memang kontenmu berkualitas, biasanya akan gampang untuk naik ke halaman 1 pencarian Youtube, atau malah videomu bakal direkomendasikan sendiri oleh Google.

2. Paid promote

Nah kalau yang satu ini bisa dibilang bisa dipasang di kedua platform yang aku sebutin.

Karena tugasmu hanyalah memasarkan produk dari sponsor yang masuk ke dalam podcastmu.

Untuk di Youtube sendiri kamu bisa menampilkan produk yang diiklankan ke dalam videomu.

Namun pasti kamu diminta untuk mention produk yang sedang dipromosikan itu ke dalam podcastmu.

Kamu menjelaskan kalimat-kalimat iklan yang sudah kamu dan pengiklan sepakati.

Kadang tuh produk tersebut biasanya akan hadir di satu atau beberapa episode podcastmu.

Kalau masih satu atau mungkin dua produk yang masuk mungkin masih mudah untuk memilih mana yang mau tampil duluan, namun jika yang masuk sudah banyak, sudah pasti kamu bakal bingung mau pilih yang mana untuk menjadi iklan di dalam podcastmu.

Tentu dong kamu harus memilih-milih produk apa yang bagus untuk masuk ke dalam podcastmu, kalau bisa ya yang sesuai dengan tema podcastmu.

Ya kalau misal gak sesuai dengan konten podcastmu ya paling gak kamu pakai hatimu dalam memilih iklan yang masuk ke dalam podcastmu.

Yang jelas itu ada baiknya buat gak nerima konten yang melanggar norma agama dan norma sosial.

Karena dampaknya bisa menjadi gak bagus buat keberlangsungan podcastmu ke depannya.

Contoh dari iklan yang melanggar norma adalah iklan judi dan porno.

Itu sangat gak bagus sih buat podcastmu.

3. Menjadi pembicara

Kamu bisa juga menjadi pembicara di sebuah acara yang di mana kamu sendiri sudah mendapatkan pendengar yang banyak.

Dengan menjadi seorang pembicara, tentu kamu juga akan mendapatkan otoritas yang jauh lebih baik lagi.

Tapi nyatanya memang gak sedikit juga pembicara yang juga membuat podcast supaya bisa membuat orang-orang mendapatkan ilmu darinya walaupun gak bisa hadir di dalam seminarnya.

Tapi kamu juga gak harus menjadi pembicara dulu untuk bisa membuat podcast.

Bukan gak mungkin kamu bisa menjadi seorang pembicara setelah menjadi seorang podcaster.

Oh iya, dengan menjadi pembicara kamu bisa mendapatkan uang mendapatkan uang dari penjualan tiket masuk pada saat kamu mengadakan acara.

Mungkin kamu juga bisa mendapatkan bantuan dana dari setiap sponsor yang mau membantu untuk terwujudnya acara yang bakal kamu adain itu.

4. Kursus atau jasa konsultasi

Jika kamu memang sudah bisa dibilang cukup memiliki keahlian, misal seperti kamu memiliki keahlian untuk mengajarkan cara berbicara di depan umum, atau seenggkanya untuk bisa pede dalam membuat podcast…

Kamu bisa ajarkan itu kepada orang-orang yang ingin serius dalam mendalami dunia public speaking.

Tentu saja kamu memberikan kursus tersebut dengan bayaran tertentu sehingga kamu bisa mendapatkan keuntungan dari kursus yang kamu buat.

Atau mungkin yang lainnya adalah dengan menjadi seorang konsultan.

Misal untuk konsultan public speaking, mungkin kamu akan diminta untuk melakukan review terhadap cara berbicara orang lain dan kemudian memberikan feedback berupa kritik atau mungkin saran yang bisa dilakukan untuk orang tersebut sehingga kemampuannya dapat menjadi lebih baik lagi.

Untuk yang satu ini tentu memerlukan beberapa sesi, nah kamu bisa berikan beberapa paket yang bisa orang-orang ambil supaya bisa memperbaiki kualitasnya.

Sebenarnya gak cuma bidang public speaking aja sih yang bisa ditarget…

Yang jelas bidang apapun yang di mana kamu jago di dalamnya dan tentu hal itu juga kamu bicarakan di dalam podcastmu.

Mungkin sebagai contoh kamu bisa melihat Channel Youtube Satu Persen yang di mana selalu mencoba untuk mengiklankan jasa konsultasinya sehingga orang-orang yang mengikuti sesi konsultasi tersebut bisa memiliki kehidupan yang lebih baik dan lebih terarah.

5. Jualan merchandise

Jualan merchandise seperti mug atau mungkin sebuah kaos mungkin bisa membuatmu bisa mendapatkan uang dari podcastmu.

Tentu akan menjadi lebih baik lagi apabila merchandise yang kamu buat itu bisa menjadi item koleksi yang mungkin akan sangat ditunggu-tunggu oleh semua pendengarmu.

Perlu diingat juga, untuk bisa membuat merchandise yang kamu rilis menjadi barang koleksi, kamu perlu memproduksinya secara terbatas dan harus membuat desain baru beberapa kali dalam waktu setahun.

Mungkin bisa lah dua kali setahun untuk bisa membuat merchandisemu terkesan berharga.

Namun jika kamu gak berniat menjadikannya barang koleksi dengan cara selalu siap produksi setiap edisi dari merchandisemu juga gak masalah.

Kan yang penting pendengar setiamu punya hasrat untuk punya merchandise yang kamu buat.

6. Donasi atau crowdfunding

Cara untuk mendapatkan uang dari podcast lainnya adalah dengan mendapatkan donasi dari para pendengar.

Cara yang biasa dipakai adalah dengan memanfaatkan situs seperti Patreon atau mungkin Trakteer.

Aku sendiri gak begitu ngerti gimana cara pakai kedua website tersebut, cuma sekedar tahu aja bahwa ada beberapa cosplayer dan beberapa podcaster yang pakai itu.

Walaupun terdengar seperti minta-minta, tapi nyatanya juga ada aja orang yang mau nyumbangin uangnya untuk memberi support kepada podcaster yang dia suka supaya terus menghasilkan karya-karya yang bagus.

Tentu untuk yang satu ini kamu gak bisa memaksa orang untuk memberikan support untuk podcastmu karena hal ini tergantung dengan keikhlasan pendengar.

Kapan bisa mendapatkan uang dari podcast?

Pasti ada yang bertanya kapan bisa mendapatkan uang dari podcast…

Biasanya iklan sendiri baru bisa masuk ketika kamu memiliki banyak pendengar setia yang selalu menanti karyamu.

Karena jika karyamu sendiri aja gak banyak yang mendengarkan, biasanya pengiklan akan pikir-pikir untuk memasukkan iklan mereka ke dalam podcastmu.

Anchor.fm

Untuk yang satu ini aku emang gak bisa bilang banyak…

Karena emang informasi yang aku dapatkan cara monetisasi podcast di Spotify juga masih belum bisa di Indonesia pada saat artikel ini ditulis.

Tapi kalau kamu sendiri merupakan orang yang tinggal di Amerika, kamu bisa mendapatkan uang dari sini.

Yang jelas kamu perlu untuk mendapatkan pendengar setia dulu, yang di mana mau mendengarkan setiap karya yang kamu buat.

Untuk masalah jumlah kapan bisa dimonetisasi sebenarnya dari awal bikin channel di Anchor.fm kamu sudah bisa langsung mendaftarkan diri ke program monetisasinya.

Setelah itu kamu tinggal merekam suara untuk iklan yang nantinya akan kamu sisipkan ke dalam podcastmu.

Untuk bagaimana format iklannya sudah dikasih tahu harus ngomong apa aja di iklan itu.

Nantinya iklan yang kamu buat tadi bisa kamu masukkan di antara podcastmu.

Mungkin kamu perlu membagi podcastmu ke dalam beberapa segmen file, sehingga kamu bisa lebih mudah untuk menambahkan iklannya.

Karena iklannya itu disisipkan pada saat kamu sudah upload file podcastmu.

Kalau gak salah diedit di dalam aplikasi webnya Anchor.fm

Aku lupa bisa disisipkan juga pada saat editing podcast di aplikasi handphonenya atau nggak.

Google Adsense

Untuk Google Adsense sendiri kamu perlu untuk mendapatkan 1000 subscriber dan 4000 jam waktu menonton yang di mana artinya kamu emang perlu penonton yang banyak dulu sebelum akhirnya bisa mendapatkan uang dari Adsense.

Jelas jika memang kamu dari awal orientasinya adalah uang, maka kamu akan merasakan stres yang teramat sangat jika kamu gak dapet uang juga dari podcast yang kamu buat.

Kamu harus berlandaskan hobi dulu baru bisa nantinya mikir untuk mendapatkan uang dari karya-karyamu.

Karena kalau bukan karena hobi, biasanya kamu akan mudah sekali untuk mengalami stres dan akhirnya gak mau melanjutkan aktivitasmu.

Seenggaknya kalau emang bukan hobi, anggap aja kamu lagi mencoba produktif di waktu luangmu.

Karena dengan cara seperti itu, kamu bisa mendapatkan semangat untuk membuat podcastmu.

Ya walaupun kalau misal berasal dari produktif di waktu luang itu kamu bisa saja jarang-jarang melakukan update podcastmu.

Atau alasan yang satu ini:

“Kamu ingin membantu orang lain dalam menyelesaikan masalah yang dia hadapi”

Untuk yang satu ini bisa dibilang gabungan antara hobi sama produktif di waktu luang sih.

Karena memang kadang perlu brainstorming yang mendalam untuk bisa melakukannya.

Karena niatnya membantu orang, kalau misal nanti bisa mendapatkan iklan kan berarti anggap aja sebagai ucapan terima kasih dari para pendengarmu.

Kursus dan konsultan

Untuk membuat kursus atau mungkin menjadi konsultan, mungkin sama seperti podcast pada umumnya…

Gak bisa langsung membuat pelayanan kursus atau mungkin menjadi konsultan pada saat podcastmu diluncurkan.

Seenggaknya ya nunggu sampai kamu punya banyak pendengar setia.

Ya kalau mungkin kamu mulai podcastmu di Youtube, mungkin setelah mencapai sekitar 50 ribu subscriber mungkin kamu baru bisa untuk memulai membuka jasa kursus atau mungkin konsultan.

Karena untuk bisa membuka sebuah kursus atau mungkin menjadi seorang konsultan, seenggaknya kamu harus memiliki reputasi atau otoritas supaya jasamu bisa dipercaya oleh orang lain.

Tentu dengan membuka kursus atau menjadi konsultan, kamu harus memberikan jasa yang terbaik yang di mana gak kamu hadirkan di dalam podcastmu.

Mungkin ini cenderung ke arah konsultan sih yang bisa menghadirkan jasa yang di mana bisa gak dimuat di dalam podcastmu.

Merchandise

Mungkin untuk merchandise ini kamu memerlukan jumlah subscriber yang jauh lebih banyak lagi jika dibandingkan dengan membuka kursus atau menjadi konsultan.

Karena kamu perlu menjadi orang yang cukup dikenal oleh masyarakat luas supaya orang bisa mengetahui bahwa ada orang yang memakai merchandisemu.

Untuk bisa memulai membuat merchandisemu mungkin kamu perlu mendapatkan subscriber di Youtube sekitar 500 ribu, kalau bisa jauh lebih banyak lagi.

Karena seenggaknya dengan jumlah yang begitu banyaknya orang yang menggunakan merchandisemu akan bisa merasa bangga menggunakannya, karena bisa dianggap sebagai fans setia dari podcastmu.

Mungkin 500 ribu juga bisa dibilang terlalu sedikit.

Karena ada beberapa Youtuber yang punya subscriber 2-3 juta aja aku juga gak tahu kalo Youtuber yang seperti itu emang ada.

Mungkin orang yang terkenal seperti Raditya Dika aja yang subscribernya 7 jutaan dan karyanya di beragam platform masih aja ada beberapa orang yang belum mengetahui dia siapa dan karyanya seperti apa…

Apalagi yang cuma 500 ribuan…

Kabar baiknya

Ada kabar baik jika kamu bisa membaca peluang.

Kamu bisa aja untuk mendapatkan berbagai macam cara untuk mendapatkan uang dengan semua cara yang tadi aku jelaskan.

Kamu bisa mendapatkan uang dari Google Adsense, menjual jasa kursus dan konsultan, dan kamu juga bisa menjual merchandisemu sendiri secara bersamaan.

Yang jelas itu kamu harus tetap menyajikan konten yang bagus untuk bisa terus mendapatkan pendengar di channelmu.

Yang jelas kamu harus bisa mendapatkan pendengar setia yang banyak lebih dulu sebelum bisa mendapatkan uang dari podcastmu.

Percuma kamu sudah pasang iklan yang banyak, nawarin kursus di podcastmu, jualan merchandise di podcastmu, tapi nyatanya podcast yang kamu buat gak ada yang dengerin.

Cara agar konsisten menerbitkan podcast

Sebuah podcast juga perlu yang namanya konsisten dalam menerbitkan episode podcastnya.

Namun untuk yang satu ini perlu pembiasaan sih.

Namun ada baiknya juga kalau kamu juga gak terlalu sering menerbitkan konten, tapi juga gak terlalu lama juga.

Anggap saja seminggu sekali atau mungkin sebulan sekali.

Karena kalau setiap hari kamu menerbitkan konten, maka kamu akan cepat kehabisan ide dan kamu juga gak punya waktu untuk melakukan riset.

Karena tentu kebanyakan dari konten itu kamu yang mikir idenya, kamu yang bikin, kamu yang edit, dan kamu juga yang memasarkan.

One man show lah sebutannya.

Kalau kamu memang cukup beruntung untuk bisa mendapatkan tim yang bisa diandalkan untuk berbagi tugas pembuatan konten maka kamu bisa bersyukur.

Tapi tentu biayanya akan membengkak, sementara kamu sendiri masih belum mendapatkan hasil dari konten yang kamu buat.

Memang membingungkan.

Jadi ada baiknya kamu rintis dulu sendirian, terus nantinya seiring berjalannya waktu podcast yang kamu buat sudah mampu memberikan hasil, maka ada baiknya kamu mulai membuat tim.

Ada baiknya kamu baca dulu deh artikelku tentang cara membuat podcast, di situ dijelasin secara lengkap kok apa aja perlengkapan yang dibutuhkan dalam membuat sebuah podcast yang bagus.

Memang artikelnya sendiri bisa dibilang panjang sekali, namun itu merupakan konten yang lengkap sehingga mungkin bisa menjawab pertanyaan yang ada di kepalamu.

Nah mungkin segitu dulu aja artikel kali ini.

Semoga bisa membantu.

Jika kamu mempunyai uneg-uneg yang ingin disampaikan, kamu bisa tuliskan itu di kolom komentar.

Terima kasih sudah membaca artikel ini.

Tinggalkan komentar