keyboard-fantech-maxcore-mk852

Review Fantech Maxcore MK852

Review Fantech Maxcore MK852

Berawal dari teringat dulu ayahku pernah punya sebuah keyboard mekanikal yang di mana menggunakan blue switch waktu aku kecil.

Aku teringat bagaimana bahagianya ayahku dengan keyboardnya itu.

Sayangnya keyboard tersebut dulu harus rusak karena ketumpahan air pada saat ayahku mengerjakan tugas di komputernya itu.

Semenjak itu ayahku gak pernah lagi beli keyboard mekanik, cuma keyboard membrane aja, karena harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan keyboard mekanik.

Memang rasa yang ditawarkan oleh keyboard mekanik dengan keyboard membrane beda.

Perbedaan yang paling mendasar adalah keyboard mekanik yang cenderung lebih berisik (apalagi jika menggunakan blue switch) dibandingkan keyboard membrane.

Setelah bertahun-tahun kemudian ayahku meninggal dan aku masih belum bisa membeli keyboard mekanik lagi, setelah setahun ayahku meninggal, aku baru memiliki uang “nganggur” yang bisa aku gunakan untuk membeli keyboard.

Kebetulan juga ada promo Waktu Indonesia Belanja (WIB) dari Tokopedia, waktu aku browsing barang-barang apa aja yang ditawarkan di sana, memang macem-macem, aku juga gak ada niatan untuk beli.

Namun setelah aku lihat keyboard mekanik dari Fantech ini aku jadi tertarik untuk beli.

Karena memang ada diskon 50%, dari yang harganya 699 ribu, berubah menjadi 359 ribuan.

Aku pikir ini merupakan kesempatan untuk beli keyboard mekanik dengan harga murah, karena yang aku tahu, keyboard mekanik itu harganya lebih dari 500 ribuan.

Sebelum beli, aku coba lihat dulu review di Youtube-nya gimana, ternyata keyboardnya bisa dibilang bagus, cuma biasanya review itu penggunaannya bukan pada jangka waktu yang lama sekali, mungkin hanya 1-2 minggu aja.

Akhirnya aku beli.

Lucunya setelah promo WIB berakhir, aku lihat lagi harganya ternyata tulisan diskon 50% itu masih ada.

Apalagi ditambah dengan waktu aku lihat video di Youtube itu aku dengar orang yang mereview itu bilang harganya 350 ribuan.

Jadi kemungkinan emang harganya 359 ribuan.

Ah lumayan kesal rasanya, tapi ya sudah lah, akhirnya aku punya keyboard mekanik yang di mana bisa gantiin keyboard laptopku, ya emang sih gak rusak, cuma ada masalah saja di tombol Q-nya, seperti ada yang mengganjal gitu, padahal ya gak kemasukan kotoran.

Ya mungkin gak perlu berlama-lama lagi sepertinya, kita langsung saja melakukan review keyboard Fantech Maxcore MK852 ini.

Fantech Maxcore MK852

Aku beli keyboard ini tanggal 28 Juni 2020 dan baru datang di tanggal 1 Juli 2020.

Oke pembahasan kali ini aku akan bahas keyboard ini ke dalam beberapa penjelasan.

Sekilas tentang keyboard ini

 sekilas-tentang-fantech-maxcore-mk852

Layout dari keyboard Fantech Maxcore MK852 ini merupakan keyboard fullsize yang di mana terdapat tombol numpad yang memberikan kenyamanan ketika ingin mengolah angka.

Memang dengan ukuran keyboard yang besar ini akan membuat space dari mouse akan menjadi lebih sempit, namun ini merupakan hal yang gak begitu masalah apabila kamu lebih sering menggunakannya untuk mengetik atau mungkin bermain dengan menggunakan keyboard lebih sering dibandingkan dengan mouse.

Genre permainan yang biasanya cenderung menggunakan keyboard dibanding mouse misalnya adalah game dengan genre balap seperti Need for Speed.

Untuk game balap sendiri memang lebih disarankan menggunakan setir dibandingkan dengan menggunakan keyboard.

Atau jenis game yang lainnya adalah game sepak bola seperti Pro Evolution Soccer.

Kalau untuk PES sendiri kebanyakan orang akan lebih memilih untuk menggunakan gamepad dibandingkan dengan keyboard, karena bisa digunakan untuk 2 orang sehingga bisa bermain bersama.

Atau satu lagi game yang aku tahu cenderung menggunakan keyboard dibandingkan dengan mouse adalah game sejenis Dynasty Warriors.

Memang untuk Dynasty Warriors sendiri lebih enak apabila dimainkan dengan menggunakan gamepad sih dibandingkan dengan keyboard.

Bobot

Dimulai dari bobot keyboardnya sendiri dulu.

Keyboard ini bisa dibilang merupakan keybard yang ringan, karena beratnya hanyalah sekitar 773 gram.

Ini gak seperti kebanyakan keyboard mekanik lainnya yang rata-rata 1 kilogram.

Mungkin ini merupakan efek digunakannya bahan plastik di keyboard ini.

Katanya sih kebanyakan keyboard mekanik itu menggunakan bahan metal yang di mana akan membuatnya menjadi berat dan solid.

Namun dengan menggunakan bahan metal, katanya bisa membuat penggunanya akan merasa seperti kesetrum jika bagian-bagian yang terbuat dari besi itu kena pegang.

Mungkin ini merupakan pengalaman yang sama seperti beberapa laptop Asus, kan ada tuh dulu laptop Asus yang menggunakan bahan metal untuk body-nya, gak tahu deh sampai sekarang masih pakai body metal seperti itu apa nggak.

Di beberapa kasus, waktu aku pakai ngetik atau mungkin main menggunakan laptop Asus temanku itu, bakalan ada sensasi kesetrum kalau pegang bagian-bagian tertentu yang ada di keyboard itu.

Ya memang sih solusinya juga gak terlalu ribet juga, yaitu tinggal pasang selotip aja di bagian-bagian yang nyetrum itu, cuma secara estetika emang gak enak di mata aja.

Lampu

penampakan-keyboard-fantech-maxcore-mk852

Ya, keyboard ini memiliki lampu sehingga bisa digunakan dalam gelap.

Sebenarnya fungsi yang satu ini gak terlalu berguna buat aku, karena aku lumayan menguasai teknik mengetik 10 jari.

Cuma emang lebih memudahkan aja ketika akan meletakkan jari-jari di keyboardnya.

Lampu yang terdapat di keyboard ini warnanya gak bisa gonta-ganti, jadi komposisi warnanya tetap.

Ini gak kayak keyboard lain yang biasanya bisa disetel warnanya masing-masing tombol dengan menggunakan software.

Kalau untuk keyboard ini sayangnya gak bisa melakukan hal itu.

Mungkin ini dilakukan untuk memangkas biaya produksi sehingga harga keyboardnya bisa menjadi lebih murah.

Namun keyboard ini memiliki 20 variasi spektrum lampu yang di mana bisa memberikan variasi dalam nyala lampunya.

Ya, namun apa dikata, mungkin aku kena keyboard yang defect atau gimana, tanggal 15 Juli kemarin, lampu di angka 3 yang terdapat di barisan keyboard QWERTY ini mati…

lampu-redup-1

Walaupun ketika keycaps-nya dilepas, aku bisa lihat kalau lampu dari tombol ini menyala, namun ketika keycaps-nya dipasang, gak begitu terang warnanya, aku gak tahu ini karena kotor atau apa juga gak paham.

lampu-redup-2

Namun aneh aja hal ini bisa terjadi.

Tapi tombolnya masih bisa ditekan dan dapat meregister tombol dengan baik, mungkin gak perlu klaim garansi juga, lagian hanya lampu yang gak begitu ke pake di aku.

Oh iya, 3 hari kemarin juga nyala lampu di tombol R juga terlihat redup.

Akhirnya aku lebih memilih untuk mematikan saja lampu dari keyboard ini sebelum nanti semua lampu menjadi redup gitu, sayang juga kalau misal semunyanya redup.

Ya walaupun kalau lampunya dimatikan gitu jadinya keyboardnya menjadi gelap sekali.

Tapi ya sebenarnya lampu itu gak begitu dipakai juga, karena aku sendiri lumayan menguasai mengetik 10 jari sehingga aku bisa mengetik tanpa harus melihat keyboard.

Lumayan cukup membantu juga kemampuan yang seperti itu, sehingga aku juga gak begitu pegal waktu mengetik, karena aku cuma perlu untuk terus memandang layar laptop atau mungkin kertas yang ingin aku salin tulisannya ke dalam ketikan.

Switch

switch-keyboard-fantech-maxcore-mk852

Pilihan switch di keyboard ini sebenarnya ada 2, yaitu Outemu Brown dan Outemu Blue.

Yang aku beli ini kebetulan yang blue switch.

Sehingga ada suara clicky-nya yang bisa dibilang agak berisik dibandingkan dengan keyboard membrane.

Sementara yang menggunakan brown switch akan terasa lebih tactile, jadi terasa ada klak-klak-klak gitu kalau keyboardnya ditekan.

Ya sebenarnya karakteristik dari warna yang diberikan masing-masing switch ini ya menyamakan dengan brand Chery MX yang di mana jauh lebih terkenal.

Ya tapi menurutku ada baiknya juga dengan karakteristik yang sama setiap warna switch yang terdapat pada keyboard.

Ini memberikan kemudahan kepada orang yang mau membeli keyboard supaya gak perlu membiasakan diri dengan switch yang warnanya sama dari merk lain.

Namun rasanya lebih enak aja mengetik menggunakan keyboard eksternal dibandingkan dengan keyboard bawaan pada laptop.

Karena aku sendiri kalau ngetik jarinya agak mukul-mukul gitu, jadi sayang aja keyboard laptopnya kalau nanti rusak, hehehe…

Tombol multimedia

tombol-putar-maxcore-mk852

Di keyboard ini terdapat tombol multimedia…

Tombol multimedia tersebut bisa diakses dengan menggunakan tombol Fn beserta tombol F1-F11.

Terdapat pula tombol putar yang berfungsi untuk mengatur kecerahan lampu keyboard dan bisa digunakan untuk mengatur volume suara.

Ada juga 3 tombol macro yang bisa digunakan untuk mengatur lampu ataupun juga bisa digunakan untuk melakukan play/pause, rewind, dan forward musik yang sedang kamu putar.

Ada hal yang harus diingat.

Jika lampu pada tombol putar menyala itu berarti untuk mengatur kecerahan lampu keyboard, jika ditekan sekali untuk mengganti lampu…

Sementara 3 tombol multimedia tadi berperan untuk mengatur profil lampu, seperti mode MOBA, FPS, dan berbagai macam mode lainnya.
Jika tombol putar ditekan selama 3 detik, maka lampu pada tombol putar akan mati.

Setelah tombol putar mati, maka fungsinya untuk multimedia jika tombol putar diputar akan berfungsi untuk mengatur volume, jika ditekan sekali maka akan menjadi tombol mute.

Sementara 3 tombol macro yang terdapat di atas numlock akan menjadi tombol yang berfungsi untuk rewind, play/pause, dan forward.

tombol-putar-maxcore-mk852

Jika mengingat fungsinya, sebenarnya untuk rewind, forward, play/pause, bahkan stop itu sudah tersedia di tombol Fn + F5 sampai dengan F8.

Sementara untuk mute dan pengaturan volume itu sudah tersedia di tombol Fn + F9 sampai dengan F11.

Software

Iya, keyboard ini juga memiliki software, cuma fungsi dari softwarenya hanya untuk mengatur profil lampu yang digunakan serta penyetelan tombol macro yang terdapat pada keyboard.

Software tersebut bisa didownload langsung di website Fantech.

Setelah mengetahui bagaimana fungsi dari software keyboard ini, aku memutuskan untuk gak menggunakan software-nya sama sekali.

Karena menurutku kurang berguna aja penggunaan software tersebut.

Fitur-fitur

Untuk fitur yang terdapat di dalam keyboard ini di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Keyboard lock
  • Windows lock
  • Anti-ghosting
  • 8+2 Mode gaming
  • Pengaturan kecerahan lampu
  • Pengaturan kecepatan spektrum
  • Mengganti spektrum
  • Record macro
  • Reset

Keyboard lock

Keyboard lock sendiri bisa diakses dengan menekan tombol Fn + F12.

Dengan begitu semua tombol yang ada di keyboard gak akan teregister ke dalam komputer.

Aku sendiri kurang paham apa fungsi dari mematikan keyboard, sehingga aku gak bisa bicara banyak untuk yang satu ini.

Fungsi ini bisa dimatikan dengan cara menekan kembali tombol Fn + F12

Windows lock

Tombol windows lock sendiri berfungsi untuk mematikan fungsi tombol windows yang terdapat pada keyboard.

Ini berguna sekali apabila kamu sedang memainkan game, karena gak jarang enak-enak main gamenya jadi minimize cuma gara-gara tombol windows-nya kena tekan.

Cara mengaktifkannya adalah dengan menekan tombol Fn + Windows.

Cara menonaktifkan fungsi ini juga bisa dilakukan dengan cara menekan kembali tombol Fn + Windows.

Anti-ghosting

Tentunya jika kamu merupakan seorang gamer, sudah pasti anti-ghosting ini merupakan fitur yang sangat membantu sekali.

Karena dengan anti-ghosting, maka ketika kamu menekan lebih dari 3 tombol secara berbarengan maka semuanya dapat terinput dengan baik.

Memang ini merupakan kelebihan dari keyboard mekanik yang di mana bisa memiliki fitur anti-ghosting ini.

Aku sendiri gak begitu mengetahui berapa tombol yang bisa disupport oleh keyboard ini.

Karena aku bingung juga mau ngetesnya caranya gimana.

8+2 mode gaming

Sebenarnya fitur ini juga gak begitu berguna menurutku.

Karena fitur ini hanya menyesuaikan nyala lampu dari game yang sedang dimainkan.

Ada 8+2, maksudnya apa?

8 adalah mode yang sudah diset secara default oleh pabrik, lampu pada tombol apa saja yang bakal tetap hidup, sebagai penanda bahwa tombol tersebut memiliki fungsi di dalam game.

Cara menyalakannya adalah dengan cara menekan tombol Fn + tombol angka 1 sampai 8 yang terdapat di atas barisan tombol QWERTY.

Sementara +2 sendiri merupakan mode tambahan yang di mana kita bisa atur sendiri tombol mana saja yang bakal menyala.

Cara menyalakannya adalah dengan cara menekan tombol Fn + tombol angka 9 atau 0 yang terdapat di atas barisan tombol QWERTY.

Jika menyalakan mode 9 atau 0, jika belum disetel tombol apa saja yang bakal menyala, maka yang ada gak ada lampu yang meyala.

Cara menyalakannya adalah dengan menekan tombol Fn + End, kemudian tekan tombol apa saja yang ingin dibuat menyala.

Setelah selesai memilih tombol apa saja yang ingin dinyalakan, kita harus menekan lagi tombol Fn + End sehingga tombol yang kita set tadi dapat tersimpan dengan baik di memori keyboard.

Mengatur kecerahan lampu

Lampu yang menyala ini dapat disetel kecerahannya dengan cara menekan tombol Fn + tombol panah atas untuk meningkatkan kecerahan, tombol bawah untuk menurunkan kecerahan.

Mengatur kecepatan spektrum

Di beberapa mode nyala lampu bisa diatur kecepatan ritmenya, yaitu dengan cara menekan tombol Fn + arah kanan untuk meningkatkan kecepatan, arah kiri untuk menurunkan kecepatan.

Mengganti spektrum lampu

Spektrum lampu yang terdapat pada keyboard bisa diganti dengan cara menekan tombol Fn + Insert.

Perlu diingat, bahwa di keyboard ini terdapat 20 spektrum lampu sehingga jika terlewat spektrumnya ya mau gak mau harus mengulangi menekan tombolnya sebanyak 19 kali sampai pada akhirnya spektrum lampu yang diingkan bisa kembali terpilih.

Namun hal ini bisa diakali dengan menggunakan software keyboard ini.

Reset

Ada kalanya kamu pasti kepengen untuk kembali ke pengaturan awal keyboard, terutama untuk menghapus 2 mode gaming yang sudah direcord.

Hal ini bisa dilakukan dengan cara menekan tombol Fn + Page Up.

Paket penjualan

paket-penjualan-fantech-maxcore-mk852

Tak ketinggalan dalam review keyboard Fantech Maxcore MK852 ini, dalam paket penjualannya terdapat hal-hal sebagai berikut:

  • Keyboard Fantech MK852
  • Keycap puller
  • Sticker Fantech
  • Buku manual

Gak adanya switch puller mungkin menandakan bahwa switch di keyboard ini merupakan solderan sehingga agak repot apabila ingin mengganti switchnya.

Pengaturan sudut

bagian-bawah-fantech-maxcore-mk852

Keyboard Fantech MK852 ini memiliki pengaturan sudut seperti kebanyakan keyboard sehingga bisa membuat keyboard dapat lebih nyaman digunakan dengan adanya sudut ini.

Namun sayangnya di bagian grip dari pengatur sudut serta grip bagian atas ini gak terbuat dari karet, hanya dari plastik saja, yang di mana kadang keyboardnya lari-lari kalau digunakan pada permukaan licin seperti kayu gitu.

Memang sih pada bagian bawah keyboard ini dasarannya menggunakan bahan karet, sehingga bisa menahan keyboard, namun hal ini gak didukung dengan bagian atasnya yang justru menggunakan plastik.

Mungkin hal ini bisa dibilang menjadi kekurangan dari keyboard ini.

Cuma memang sih, keyboardku ini belum pernah tergelincir maju karena kedorong sama tanganku, entah waktu lagi ngetik ataupun waktu lagi main game.

Karena emang aku gak pernah menempelkan telapak tanganku ke keyboard, lagipula keyboard ini juga gak ada palm rest-nya sama sekali

Kesimpulan

Keyboard ini merupakan solusi yang menarik buat mereka yang mau memiliki keyboard mekanik dengan harga murah.

Walaupun lampunya juga gak bisa diatur warna dari masing-masing tombol, setidaknya keyboard ini bercahaya, sehingga bisa digunakan pada saat kondisi gelap.

Namun jangan pernah untuk mengoperasikan komputer atau laptop di tengah pencahayaan yang gelap, karena itu gak baik buat mata, ada baiknya kalau nyalakan saja lampu ruangannya dibandingkan harus gelap-gelapan.

Ya, mungkin segitu dulu untuk artikel Review Fantech Maxcore MK852 ini, semoga artikel review ini bisa membantu kamu untuk membeli keyboard mekanik yang satu ini.

Terima kasih sudah membaca artikel ini.

Tinggalkan komentar