Untuk orang yang di mana sering bermain menggunakan konsol sudah nggak asing dengan keberadaan gamepad.
Selain itu, banyak dari para gamer yang di mana ngerasa kurang nyaman kalo harus menggunakan mouse dan keyboard untuk bermain game, sehingga sebuah gamepad akan membantu mereka untuk bisa bermain game dengan lebih nyaman.
Walaupun sebenernya nggak semua game nyaman untuk dimainkan dengan menggunakan gamepad…
Namun pada artikel kali ini, aku kebetulan beli sebuah gamepad untuk PC yang di mana bisa dibilang cukup legendaris, yaitu Logitech F310.
Nggak usah berlama-lama lagi, langsung aja kita masuk ke dalam reviewnya.
Logitech F310
Kenapa aku beli Logitech F310?
Mungkin aku perlu jelasin dulu kali ya kenapa aku pilih buat beli gamepad ini…
Aku sebelumnya sudah punya gamepad, yaitu Gamesir G4s.
Cuma sayangnya, gamepadku harus hilang waktu di rumahku ada acara pengajian, Ibuku mindahin gamepadku, tapi beliau lupa taruh gamepadnya di mana.
Karena posisi setupku ada ruang tamu, jadi ketika ada acara yang di mana perlu ruangan yang lebih luas, setupku juga perlu dipindahin.
Setelah coba lihat-lihat berbagai review berbagai macam gamepad yang ada di internet, mulai dari sekadar artikel, video youtube, komunitas gamer PC yang ada di Facebook, hingga tanya saudara yang kebetulan juga paham tentang peripheral komputer, akhirnya pilihanku jatuh kepada Logitech F310.
Apa aja sih yang bikin aku akhirnya bikin aku yakin buat beli produk ini?
Apa lagi kalo inget bahwa usia produk ini sudah cukup tua dan nggak ada update dari Logitech…
Untuk jawab pertanyaan itu, ada baiknya kalo kamu lanjut baca aritkel ini, hehehe…
Paket penjualan
Dalam paket penjualan dari Logitech F310 sebenernya cukup simpel.
Kita dapat gamepadnya sendiri dan beberapa buku petunjuk.
Jadi untuk paket penjualannya nggak ada yang begitu spesial.
Bahkan untuk desain wadahnya pun juga jauh beda kalo aku bandingin sama Gamesir G4s.
Namun hal ini bisa dimaklumi sebenernya kalo ingat harganya yang jauh berbeda.
Desain
Desain dari Logitech F310 ini sebenernya mirip dengan milik Playstation yang di mana bagian analognya sejajar.
Namun yang bikin gamepad ini berbeda adalah pelabelan pada tombol gamepad ini yang menggunakan desain Xbox, yaitu dengan menggunakan tombol ABXY.
Sebenernya dengan layout tombol ABXY itu sama sekali nggak berpengaruh sama pengalaman bermain kok.
Mungkin paling mentok ya kalo kamu kebiasaan pakai gamepad Playstation terus ganti ke Xbox ya bakal bermasalah sama peletakan tombol X pada gamepad.
Pada gamepad Playstation kan tombol X ada di bagian bawah pada gamepad…
Sementara pada gamepad dengan layout Xbox, tombol X letaknya pada sebelah kiri…
Jadi nggak jarang akhirnya banyak orang yang salah tekan.
Untuk genggamannya sendiri, menurutku kurang ergonomis sebenernya…
Entah gara-gara ukuran tanganku yang mungkin terlalu besar atau gimana…
Atau mungkin karena aku sudah lama nggak pegang gamepad juga…
Soalnya aku sendiri sudah lumayan lupa bagaimana feel genggaman dari Gamesir G4s.
Tombol
Untuk tombol D-Pad sendiri sebenernya lebih cocok untuk main game fighting.
Pada game fighting seperti Mortal Kombat, ketika kamu ingin mengeluarkan gerakan tertentu, kamu perlu input beberapa gerakan terlebih dahulu sebelum akhirnya muncul serangan yang sebenarnya mau kamu keluarkan.
“Kombinasi tombolnya seperti bawah-maju-bawah-maju-A”
Tentu aja hal ini bakal kurang nyaman kalo kamu pakai gamepad yang di mana tombol navigasinya terpisah seperti layaknya tombol yang ada di gamepad Playstation.
Namun memang model tombol yang seperti ini mungkin nggak cocok untuk genre game lainnya.
Untuk feel dari tombolnya sendiri menurutku ya seperti tombol pada gamepad pada umumnya…
Kalo aku bisa bilang, feel tekan dari tombol-tombol ini mirip dengan tombol pada keyboard membran yang di mana terasa linear.
Pada tombol LB dan RB (L1 dan R1 kalo di Playstation) serta tombol LS dan RS (L3 dan R3) pada gamepad ini baru terdengar jelas suaranya ketika ditekan tombolnya.
Oh iya, pada gamepad ini ada tombol “Mode” yang di mana ada indikator lampu di sebelahnya.
Sebenernya tombol ini itu fungsinya untuk mengubah input dari X-Input ke D-Input secara on-the-fly.
Cuma aku sendiri belum beneran coba fitur ini.
Soalya ya aku sendiri cenderung suka main game balap seperti Project Cars 2 dan game Dynasty Warriors aja, jadi tombol Mode ini belum pernah aku coba secara langsung.
Konektivitas
Untuk konektivitas dari gamepad ini sebenarnya masih menggunakan kabel untuk menghubungkan gamepad dengan komputer atau laptopmu.
Panjang kabelnya sendiri sebenernya ya udah cukup panjang, yaitu 1.8 meter.
Sebenernya untuk masalah konektivitas ini ada enak nggak enaknya sih.
Enaknya, kamu nggak perlu kuatir masalah latency yang biasa terjadi di gamepad wireless.
Nggak enaknya kalo pakai gamepad berkabel ini ya kamu jadi nggak bebas aja sih buat masalah posisi main…
Selain itu dengan adanya kabel, tentunya setupmu jadi sedikit lebih berantakan karena adanya kabel yang menjuntai kemana-mana.
Fitur
Switch X-Input dan D-Input
Untuk fitur yang ditawarkan dari gamepad ini adalah adanya switch untuk D-Input dan X-Input.
Sebenernya kalo menurutku, fitur D-Input ini sebenernya sudah jarang dipakai di game jaman sekarang…
Soalnya game jaman sekarang lebih pakai X-Input dibanding D-Input.
D-Input ini dipakai di game retro dan mungkin sudah nggak dipakai lagi, tapi mungkin bakal berguna banget kalo kamu masih suka main game retro.
Trigger button
Oh iya, karena gamepad ini sudah mendukung X-Input, otomatis tombol LT dan RT (L2 dan R2 kalo di Playstation) di gamepad ini bisa berfungsi layaknya pedal gas kalo di mobil.
Kabar positifnya adalah bagian trigger ini bisa respon dari 1% tekanan, jadi trigger-nya sensitif banget.
Hal ini tentu bakal bikin kamu yang suka main game balap jadi lebih bisa buat “ngurut” tekanan gas dan rem biar bisa dapet lap time serta pengendalian yang lebih baik.
Namun ya tetep aja gamepad ini nggak bakal bisa ngasih pengalaman yang sama seperti kalo kamu main game balap pakai setir.
Software
Logitech F310 punya sebuah software yang di mana bisa digunakan untuk mapping konfigurasi tombol yang mungkin bakal kamu perluin.
Namun aku sendiri sama sekali nggak pernah pakai software-nya sama sekali…
Soalnya semua konfigurasinya sudah terdeteksi Xbox Controller, terutama untuk game yang dirilis Steam.
Jadi software ini langsung aku hapus biar aku bisa punya ruang penyimpanan yang jauh lebih lega.
Kelemahan
Tentu aja nggak ada barang yang beneran sempurna di dunia ini, begitu juga dengan Logitech F310…
Nggak ada getar
Salah satu kekurangan yang paling kerasa ya gamepad ini sama sekali nggak ada vibrasi alias getar…
Jadi kamu nggak bakal tuh ngerasain gamepadnya getar kalo misalnya karakter yang kamu mainkan dipukul musuh…
Mungkin hal ini bisa mengurangi keseruanmu dalam bermain game.
Logitech sebenernya punya gamepad lain yang di mana ada getarnya, selain itu gamepadnya juga wireless, yaitu Logitech F710.
Tentu aja harga gamepadnya jauh lebih mahal kalo dibandingkan sama Logitech F310.
Tombol trigger agak keras
Kelemahan lainnya yang bisa dibilang bakal berpengaruh sama gameplay-mu adalah tombol LT dan RT yang kerasa agak keras.
Tombol yang agak keras ini mungkin bakal berguna kalo kamu main game racing, jadi ngatur gasnya bisa lebih presisi…
… cuma efeknya jarimu jadi lebih gampang pegel kalo misalnya kamu sering tekan tombol LT dan RT.
Aku sendiri pakai gamepadnya juga belum lama, cuma mestinya pas nanti kamu sudah terbiasa sama rasa keras dari tombolnya tentu jal ini bukan jadi masalah lagi.
Nggak cocok untuk pengguna Xbox
Layout dari Logitech F310 ini tentu aja nggak cocok untuk mereka yang di mana sudah terbiasa dengan layout gamepad Xbox.
… terutama pada bagian analognya…
Jadinya kalo mau pakai gamepad ini, para gamer yang di mana sudah terbiasa dengan layout Xbox harus penyesuaian ulang.
Gamepad ini untuk siapa?
Oke, gamepad ini sebenernya cocok banget untuk mereka yang di mana pengen main game di komputer atau laptopnya tapi nggak nyaman sama layout Xbox.
Selain itu gamepad ini cocok untuk mereka yang di mana cari gamepad badak yang di mana mereka beli untuk digunakan dalam waktu yang cukup lama.
Walaupun memang gamepad ini sebenernya punya kekurangan seperti nggak adanya fitur getar…
Namun menurutku, Logitech F310 ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan gamepad Xbox 360 Controller yang di mana sudah nggak diproduksi lagi unit resminya.
Kalopun kamu bisa nemuin kalo masih ada yang jual gamepad Xbox 360, tapi ya tentu aja itu merupakan barang OEM atau bahkan refurbish yang di mana garansinya pun nggak ada.
Jadi untuk masalah keawetan, daripada beli gampad Xbox 360 yang di mana kita harus ‘gacha’ supaya nggak dapet produk, mending beli Logitech 310 aja.
Oh iya, kamu juga perlu ingat bahwa untuk masalah keawetan gamepad ini juga tergantung dengan gimana cara kamu pakai gamepadnya.
Kalo kamu sering banting-banting gamepad atau mungkin kamu tekan tombolnya juga brutal, ya nggak kaget kalo misalnya umur gamepad yang kamu punya nggak bisa tahan lama.
Harga
Untuk harga yang aku dapatkan waktu beli gamepad ini di harga Rp. 255.000.
Untuk di harga segini sebenernya ya masih agak mahal kalo dibandingin sama gamepad lainnya yang di mana harganya jauh lebih murah.
… belum lagi kalo ngeliat nggak adanya fitur getar yang di mana di gamepad lain yang jauh lebih murah aja masih ada getarnya.
Namun kalo menurutku, harga yang ditawarkan dari Logitech ini sebenernya ya bisa dibilang cukup masuk akal.
Apalagi kalo inget kalo produk dari Logitech yang di mana kualitasnya juga nggak main-main.
Aku lihat di beberapa review, ada banyak orang yang bilang kalo gamepad Logitech F310 itu merupakan gamepad yang cukup badak…
… badak yang aku maksud di sini adalah produknya awetnya kebangetan…
Ada banyak yang bilang kalo gamepadnya sudah dipakai selama 3 tahun dan gamepadnya masih bisa berfungsi dengan baik.
Link pembelian
Oke, kalo kamu tertarik sama gamepad Logitech F310 ini, kamu bisa langsung kunjungi link pembelian yang sudah aku sertakan di bawah ini.
Jadi mungkin cukup segitu dulu aja untuk artikel kali ini…
Kalo kamu ada uneg-uneg yang mau disampaikan, kamu bisa tuliskan di kolom komentar.


