Sekarang akses untuk mendapatkan bantuan secara mental sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan dulu.
Tapi sayangnya masih banyak orang yang masih belum ngerti tentang bagaimana cara untuk mendapatkan bantuan.
Nah pada artikel kali ini aku akan jelasin tentang bagaimana cara untuk mendapatkan pertolongan mental, baik itu ke psikolog maupun ke psikiater.
Cara curhat ke psikolog atau psikiater
Sebenarnya untuk curhat ke psikolog dan psikiater sendiri ada dua cara.
Yaitu bertemu langsung atau dengan menggunakan aplikasi secara online.
Namun aku jauh lebih menyarankan kamu untuk bertemu langsung dengan psikolognya.
Soalnya kalau nggak ketemu langsung itu rasanya kurang enak aja sih…
… apalagi kalau curhatnya lewat chat gitu rasanya kurang mantap aja.
Soalnya kalau di chat itu kita sulit untuk “mengirimkan” perasaan yang lagi kita rasakan.
Beda kalau misalnya dibandingkan sama ketemu langsung.
“Kan bisa lewat video call atau voice call…”
Kalau pakai video call atau voice call, kadang kalau pas sinyalnya jelek itu kita curhatnya kurang enak…
… jadi buat aku sih aku ngerasa lebih enak kalau ketemu langsung sih.
Bisa pakai BPJS
Kabar baiknya sekarang untuk curhat ke psikolog itu bisa pakai BPJS.
Selain itu pelayanan psikolog pun juga sekarang sudah mulai disediakan di puskesmas, walaupun masih belum semuanya.
Kalaupun kamu nggak punya BPJS sekalipun untuk ke psikolog yang ada di puskesmas juga nggak begitu mahal kok, cuma Rp 5.000 sampai Rp 15.000 aja untuk sekali datang.
Oh iya, sebelum kamu ke psikolog, ada baiknya kamu coba untuk memetakan masalah yang sedang kamu hadapi dulu.
Caranya ada di cara curhat.
Soalnya kalau kamu belum bisa memetakan masalahmu biasanya akan lebih lama buat psikolognya untuk kasih saran atau treatment apa yang cocok untuk kamu.
Alur ke psikolog/psikiater dengan BPJS
1. Siapkan surat-surat yang diperlukan
Surat-surat yang perlu untuk dipersiapkan adalah sebagai berikut.
- Fotokopi KTP
- Fotokopi Kartu Indonesia Sehat/BPJS
- Fotokopi KK
2. Cek Fasilitas Kesehatan Pertama (Faskes 1) yang harus dituju
Mayoritas orang sih untuk faskes 1 yang digunakan adalah puskesmas terdekat dengan tempat tinggalnya.
Namun ada beberapa orang yang di mana faskes 1-nya di dokter keluarga atau klinik biasa.
Kalau kamu bingung kamu terdaftar di faskes 1 mana, mungkin kamu bisa tanya ke orang tua atau saudaramu.
3. Pergi ke Faskes 1 yang ditunjuk di kartumu
Berikutnya yang perlu kamu lakukan adalah datang ke faskes 1 yang ditunjuk di kartumu.
Kalau misal faskes 1-mu ada di puskesmas, ada baiknya kamu datangnya pagi-pagi.
Ada baiknya kamu tanya ke petugasnya, apa di puskesmas itu ada poli jiwa apa nggak.
Soalnya nggak semua puskesmas punya poli jiwa.
Kalau misalnya ada, kamu bisa langsung daftar ke poli jiwa.
Kalau misalnya puskesmas nggak ada poli jiwa (tentu saja dokter keluarga pun juga nggak ada poli jiwa), biasanya kamu bakal dirujuk ke rumah sakit terdekat yang ada poli jiwa.
Oh iya, kalau misalnya di Faskes 1 kamu ada di dokter keluarga, ada baiknya kamu datang di jam buka dari faskes 1 kamu.
Soalnya, aku dulu faskes 1-nya di dokter keluarga dan buka prakteknya jam 6 sore sampai jam 9 malam.
Mungkin tiap dokter keluarga atau klinik jam bukanya beda-beda.
Kalau kamu dirujuk ke rumah sakit, jangan lupa buat fotokopi surat rujukannya minimal tiga lembar.
Soalnya kamu bakal butuh buat kontrol lagi kalo misalnya kamu masih harus datang lagi ke poli.
Kenapa minimal tiga?
Soalnya masa berlakunya surat rujukan ini 3 bulan, kalo kamu diminta psikolog/psikiater yang menangani kamu untuk datang lagi setiap 1 bulan, kan berarti perlu 3 lembar fotokopian surat rujukan.
Tapi ada beberapa kasus yang mungkin 2 minggu atau bahkan 1 minggu sekali kontrolnya.
4. Datang ke rumah sakit
Setelah dapat rujukan dari puskesmas atau dokter pribadi, ada baiknya kalau kamu coba untuk datang ke rumah sakit yang dirujukkan faskes 1 ke kamu.
Sebenarnya kamu datang bukan untuk langsung berobat ke poli…
Karena biasanya kalau kamu sudah dapat surat rujukan dari Puskesmas pun juga hari sudah siang, sehingga pendaftaran pasien pun juga sudah ditutup, terutama pada rumah sakit yang dikelola pemerintah.
Tapi kamu datang ke sana hanya untuk menanyakan kira-kira bagaimana prosedur untuk mendaftar ke poli.
Seenggaknya kamu coba tanya berkas apa aja yang perlu difotokopi, selain itu, apabila rumah sakit tujuanmu itu perlu ambil nomor antrian secara online, ada baiknya kamu coba tanyakan bagaimana caranya.
Sehingga nantinya ketika kamu datang di waktu yang sesuai dengan rujukanmu, kamu sudah siap semua berkas yang dibutuhkan.
Oh iya, kelupaan, kalau di rumah sakit swasta, mungkin kamu bisa tanyakan kapan praktek dari psikiater atau psikolognya.
Karena untuk rumah sakit swasta biasanya nggak setiap hari kerja pelayanannya, ada hari-hari tertentu prakteknya.
Selain itu kamu juga perlu tanyakan jam berapa prakteknya.
Oh iya, ada baiknya kalau kamu coba menanyakan apakah bisa untuk mendaftar untuk mendapatkan kartu berobatnya dulu atau tidak.
Kalau misal bisa, ya kamu daftar dulu, karena biasanya itu memakan waktu juga.
Harapannya ketika kamu datang berobat, kamu tinggal “masuk” aja.
5. Waktunya pergi ke Rumah Sakit
Ketika sudah datang hari di mana kamu bisa berobat, kamu persiapkan semuanya dengan baik.
Jangan lupa untuk bawa semua berkas yang diperlukan.
Ada baiknya kalo semua berkasmu ditaruh di dalam satu map khusus, jadi berkasnya nggak tercecer.
Selain itu ada baiknya kalo kamu datang ke Rumah Sakitnya jangan terlalu mepet…
Untuk lebih amannya, kamu datang 1 jam sebelum polinya buka.
… itu kalo kamu dirujuk ke rumah sakit swasta…
Kalo kamu dirujuk ke rumah sakit pemerintah akan lebih baik kalo kamu datang sebelum jam 6 pagi.
Soalnya antrinya bakal panjang banget.
Jadi kamu juga perlu sabar, karena biasanya pasiennya juga banyak.
“Yang sakit bukan cuma kamu aja”
Itu aja sih yang perlu kamu ingat.
6. Setelah dapat berkas yang dibutuhkan dari loket, pergi ke Poli Jiwa yang ada di RS yang bersangkutan
Setelah data kamu sudah berhasil masuk, saatnya untuk pergi ke poli jiwa…
Jangan sungkan untuk tanya ke petugas, seperti misalnya di mana arah untuk ke poli dan mungkin kamu perlu tanya di mana kamu harus taruh berkasmu kalau kamu diberi berkas dari bagian pendaftaran.
7. Kamu akan ditanyai oleh suster
Ketika giliranmu datang, suster bakal tanya beberapa hal…
- Apa yang kamu rasakan sehingga kamu datang ke sana
- Pertanyaan general tentang kondisimu
Jawab semua pertanyaan itu dengan jujur ya.
Karena itu termasuk ke dalam bentuk asesmen awal sebelum kamu ketemu psikiater atau psikolog.
Oh iya, mungkin kamu perlu nunggu lagi sebelum akhirnya kamu bisa bertemu dengan psikolog atau psikiaternya…
Jadi, sabar aja ya…
8. Kamu ketemu dengan psikiater/psikologmu
Setelah giliranmu tiba, kini saatnya kamu bertemu dengan psikolog/psikiatermu.
“Jangan takut”
“Jangan panik”
Kamu bisa ceritakan semuanya, apa yang kamu rasakan, apa yang ganggu pikiranmu, apa penyebabnya.
Kalau kamu mau nangis, nangis aja, nggak apa…
Karena aku pun waktu cerita tentang masalah yang aku alami juga sampai nangis kok karena saking nggak kuatnya hadepin itu…
Kalaupun misalnya psikolog atau psikiatermu tanya sesuatu, jawab dengan jujur, soalnya kejujuranmu ini penting untuk bantu psikolog atau psikiatermu kasih treatment yang cocok untuk kamu.
Oh iya, sekali lagi, ada baiknya kamu tahu juga cara curhat supaya psikolog atau psikiatermu bisa lebih mudah untuk bantu kamu.
Selain itu, kalau kamu berobat ke psikiater, mending kamu minta nomor telepon psikiater yang tanganin kamu, untuk jaga-jaga kalau ada hal darurat (aku jelaskan di poin 10).
9. Tebus obat di apotek yang ada di rumah sakit
Ini sebenernya untuk kamu yang ditangani psikiater.
Setelah kamu konsultasi dengan psikiater, maka psikiater bakal kasih kamu resep obat, obat ini harus kamu tebus di apotek yang ada di rumah sakit.
“Tenang, obatnya gratis”
Iya, obatnya gratis karena sudah ditanggung BPJS.
Oh iya, kamu juga perlu sabar lagi selama nungguin obat…
Soalnya ada banyak pasien yang ditangani, jadi obatnya pun juga harus sabar antrinya.
Setelah nanti kamu dipanggil, kamu perhatikan betul-betul apa kata apoteker.
Perhatikan kapan obatnya harus diminum, berapa dosisnya, sebelum atau sesudah makan.
10. Pulang
Sekarang waktunya pulang.
“Akhirnya…”
Jangan lupa buat minum obatmu sesuai jadwal, jangan berhenti seenaknya sendiri.
Soalnya ada beberapa obat yang ada efek samping yang bakal bisa ganggu kamu kalau kamu berhenti seenaknya.
Kalau kamu mau berhenti minum obat harus sepengetahuan dan seizin psikiater.
Kalau misalnya timbul gejala alergi atau mungkin malah timbul keinginan atau bahkan sudah ada percobaan bunuh diri, SEGERA HUBUNGI PSIKIATERMU.
Karena obatmu nggak cocok, baik dari jenis atau dosisnya.
Kalau misalnya psikiatermu jadwalin kamu buat ketemu, tepati jadwalnya.
11. Jangan lupa kontrol sampai dinyatakan stabil
Jangan lupa untuk kontrol di jadwal yang sudah ditentukan, terlepas kamu ke psikolog atau psikiater.
Karena ini nantinya juga memengaruhi berapa lama sampai kamu bisa dinyatakan stabil.
Yang jelas, kamu perlu sabar ya…
Karena ini nggak kayak pengobatan yang biasanya ada di dokter umum, yang di mana sekali atau dua kali datang, minum obat, kamu bisa sembuh…
Daftar reaksi alergi obat
Pada bagian sebelumnya tadi kan ada tuh tanda-tanda reaksi alergi obat.
Nah pada bagian ini aku mau jelasin tentang apa aja ciri-ciri reaksi alergi obat.
Oh iya, daftar ini aku ambil dari Alodokter.
- Ruam atau bentol-bentol di kulit
- Gatal-gatal di kulit
- Mata terasa gatal atau berair
- Hidung meler dan tersumbat
- Pembengkakan pada bibir, lidah, dan wajah
- Mengi atau saat bernapas berbunyi seperti siulan
- Sesak napas
- Demam
Kalau kamu sudah mengalami salah satu atau beberapa hal ini, langsung hubungi psikiatermu ya, jangan ditunda-tunda.
Aplikasi curhat ke psikolog
Kalau misalnya di puskesmas terdekatmu nggak ada poli jiwa atau mungkin nggak ada rujukan rumah sakit terdekat, satu-satunya cara ya curhat lewat aplikasi secara online.
Namun curhat lewat aplikasi ini harganya cukup mahal untuk sekali sesi…
… karena aplikasi ini sama sekali nggak menerima penggunaan BPJS…
Aku sudah merangkum beberapa aplikasi apa saja yang bisa digunakan untuk curhat ke psikolog secara online.
Berikut merupakan daftar aplikasinya.
1. Riliv
Kamu tinggal download aplikasi Riliv di PlayStore atau AppStore.
Kemudian kamu tinggal pilih paket untuk konsultasi online-nya yang sekiranya cocok dengan kantongmu.
Selain bisa digunakan untuk konsultasi online, aplikasi Riliv bisa juga digunakan untuk kamu yang ingin belajar meditasi.
Fungsi dari meditasi adalah untuk membantumu menenangkan pikiran dari stress dan hal-hal lainnya yang mengganggu pikiranmu.
2. Psikologimu
Di aplikasi ini kamu bisa menemui banyak psikolog di bidangnya masing-masing
Jadi kalau kamu mau curhat soal kerjaan, kejiwaan, asmara, tumbuh kembang, sosial, keluarga, sampai pendidikan bisa banget nih.
Aplikasi ini sudah tersedia di PlayStore dan AppStore.
Setelah kamu download aplikasinya, kamu tinggal pilih topik apa yang mau kamu bahas bersama psikolog.
Pilihan psikolog yang bisa kamu ajak curhat ada beragam kok, tinggal pilih aja.
3. Pijar Psikologi
Selain bisa digunakan untuk konsultasi secara online dengan psikolog, di aplikasi ini kamu bisa baca artikel tentang kesehatan mental lainnya.
Karena aplikasi ini gratis, batas konsultasi yang bisa diberikan tiap minggunya hanya sedikit…
… yaitu hanya ada 20 sesi tiap minggunya.
Mungkin jadinya kayak rebutan gitu sih untuk bisa dapat satu sesi curhat aja.
4. OnCom
Online Consultation and Mentorship atau OnCom adalah aplikasi curhat yang terbilang lengkap.
Penggunanya dapat menbagikan keluh kesah tentang hal apa saja, bisa masalah percintaan, rumah tangga, keluarga, hingga kesehatan.
Aplikasi ini juga menyediakan fitur konsultasi dengan para ahli di bidangnya sesuai dengan masalah yang kamu hadapi.
5. Satu Persen
Saat tulisan ini dibuat, Satu Persen masih belum punya aplikasi mobile, hanya sekadar website saja.
Namun website ini memiliki banyak psikolog dengan keahlian di bidangnya masing-masing yang di mana bisa bantuin kamu untuk cari jalan keluar dari masalah yang sedang kamu hadapi.
Nggak hanya curhat secara online aja, psikolog di website ini juga akan memberikan lembar kerja atau worksheet yang di mana perlu kamu kerjakan untuk bantu kamu untuk menjadi lebih baik.
Hal yang perlu diingat
Setelah kamu selesai melakukan mentoring dengan psikolog, ada satu hal yang mesti dilakukan sih…
“Melakukan apa yang diminta psikolog ke kamu”
Karena kalau kamu nggak ngelakuin itu ya sama aja bohong.
Memang untuk curhat ke psikolog ini mayoritas waktu nggak bisa selesai dalam sekali sesi…
… kadang butuh beberapa kali sesi konsultasi agar masalahmu benar-benar teratasi sehingga kamu bisa mendapatkan kualitas kehidupan yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
Kesimpulan
Sekarang layanan kesehatan, terutama kesehatan mental sudah jauh lebih mudah jika dibandingkan dulu.
Pemerintah sepertinya mulai serius untuk menanggapi isu kesehatan mental ini.
Salah satunya adalah dengan membuka poli jiwa di puskesmas sehingga harapannya masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan mental lebih mudah.
Karena dulu pelayanan kesehatan mental hanya ada di rumah sakit saja.
… itupun ya nggak semua rumah sakit ada…
Semoga dengan niat serius pemerintah ini bisa kasih kesempatan untuk orang-orang yang ada masalah dengan kejiwaannya untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.
Mungkin segitu dulu saja untuk artikel kali ini.
Barangkali kamu punya saran aplikasi lainnya yang mungkin belum aku masukkan ke artikel ini, silahkan tulis di kolom komentar.
Terima kasih sudah membaca artikel ini.