idkiswara.com – Sebelumnya aku sudah membuat artikel tentang bagaimana cara untuk curhat…
Pada artikel ini, aku ingin menjelaskan tentang apa yang perlu kita persiapkan ketika menjadi tempat curhat.
Karena pada dasarnya entah itu ketika kita ingin curhat kepada orang lain atau ketika kita dijadikan tempat curhat itu ada seninya.
Nah, bagaimana sih sebenarnya cara untuk menjadi seseorang yang enak buat dicurhati?
Berikut merupakan cara untuk menjadi tempat curhat.
Yang perlu dipersiapkan
Sebelum masuk ke artikel inti, aku mau beritahu dulu tentang apa aja sih yang perlu dipersiapkan untuk menjadi tempat curhat…
Karena ini itu penting banget, kalau kamu nggak punya ini, maka bisa dipastikan bahwa orang yang curhat ke kamu bakal ngerasa kecewa karena sudah curhat ke kamu.
1. Buat batasan
Kamu perlu ingat kalau kamu nggak bisa menolong orang lain kalau kamu nggak dalam kondisi yang baik…
… terutama psikismu sih sebenarnya…
Kenapa?
Bayangin aja nih kamu di kondisi tertekan, entah itu kerjaan di kantor yang banyak atau mungkin tugas yang diberikan dosenmu susah banget.
Eh, tahu-tahu ada salah satu temanmu yang mau curhat tentang masalah percintaannya.
Dengan kondisimu sendiri yang juga lagi pusing, kira-kira apa kamu bisa untuk sekadar mendengarkan curhatan temanmu itu?
Mungkin bisa, tapi mayoritas orang pasti bakal mikir gini…
“Orang aku aja lagi pusing sama masalahku, malah dijadiin tempat curhat, nambah-nambahin pikiran aja…”
Belum lagi kalau temanmu yang lagi curhat itu ngomongnya nggak jelas…
Gara-gara kondisi yang lagi nggak baik-baik aja ini yang akhirnya bikin kamu males untuk nanggepin curhatan temenmu itu.
… mungkin nggak jarang juga akhirnya kamu malah marah-marah ke temenmu gara-gara dijadiin tempat curhat.
2. Persediaan waktu
Jadi tempat curhat itu juga perlu waktu lho…
Selain itu, kalau kamu lagi dijadikan tempat curhat, ada baiknya kalau kamu nggak sibuk sama duniamu sendiri.
Sibuk dengan duniamu ini bisa dibilang seperti kamu sibuk mainin ponselmu atau bahkan kamu sibuk sama kerjaanmu.
Tahu nggak efeknya apa kalau kamu malah sibuk sama duniamu sendiri ketika ada orang curhat?
- Kamu jadi nggak fokus sama ceritanya dia
- Dia ngerasa kalau kamu nggak menghargai dia
Ketika kamu nggak fokus, mungkin ada satu dua kata atau bahkan kalimat yang nggak kamu dengar…
Nggak jarang juga kalau ada orang lagi dicurhati gini tapi malah main ponsel malah berkali-kali minta orang yang lagi curhat itu untuk mengulangi kalimat yang tadi sudah dia katakan.
Tapi coba deh kamu bayangin, kalau kamu ada di posisi di mana kamu yang lagi curhat, tapi orang yang lagi kamu ajak ngobrol ini malah sibuk sendiri, apa yang kamu rasakan?
Belum lagi ditambah kalau kamu harus ngulang-ngulang ceritanya karena dia nggak “dengar” ceritamu…
… aku kasih tanda kutip karena yang aku maksud itu apa yang kamu ceritakan nggak masuk di kepalanya karena dia fokus sama hal lain.
Mungkin kalau misalnya kamu diminta ngulang karena dia nggak paham sama ceritamu mungkin masih oke…
Sementara kalau misalnya kamu diminta ngulang karena omonganmu nggak masuk ke kepalanya, pasti kamu ngerasa kesal, kan…
3. Bisa menjaga rahasia
Ini nih hal yang paling penting…
Ketika kamu sudah dipercaya untuk menjadi tempat curhat, maka ada baiknya kalau kamu simpan curhatan ini untuk dirimu sendiri.
Karena tentu saja ketika dia memilih untuk curhat kepadamu, maka dia juga sudah percaya sama kamu, jadi ada baiknya untuk menjaga kerahasiaan dari curhatan yang diceritakan ke kamu.
Salah satu hal yang kadang bikin orang ragu untuk curhat adalah takut kalau curhatannya nanti akan disebarluaskan…
Cuma ya dilema juga sih sebenarnya…
Nggak dicurhatin itu bingung mau gimana…
… kalau misalnya curhatin kok khawatir disebarluaskan.
Padahal ada beberapa orang yang di mana kemampuan untuk menghadapi masalah itu nggak begitu besar…
Akibatnya adalah orang itu akan mengalami depresi…
… tentu saja karena depresi itu akan membuat kualitas hidupnya akan semakin menurun.
Cara menjadi tempat curhat yang baik
Oke, setelah tadi aku beritahu kamu tentang apa aja yang perlu kamu persiapkan sebelum melayani curhatan dari temanmu, sekarang saatnya buat bahas apa aja sih cara untuk jadi tempat curhat yang baik.
1. Dengarkan ceritanya dengan baik
Ada baiknya kalau ada temanmu curhat ke kamu, kamu dengarkan dengan baik semua ceritanya.
Jangan melakukan aktivitas lain, cukup dengarkan dia sambil tatap matanya…
Dengan kamu menatap matanya, ini semacam konfirmasi untuknya bahwa kamu mendengarkan dan memahami apa yang dia ceritakan.
2. Jangan memotong pembicaraan
Sebenarnya mendengarkan itu termasuk ke dalam aktivitas yang membosankan…
Mangkanya banyak orang yang di mana nggak sabar kalau di minta untuk duduk diam sambil dengerin curhatan.
… apalagi kalau curhatannya panjang banget…
Nggak jarang orang-orang itu ketika dicurhatin, di kepala mereka malah lagi cari-cari kata-kata untuk dilontarkan lagi untuk sekadar balas omongan dari orang yang lagi curhat ke dia…
… kadang dalam bentuk tanggapan, saran, atau malah dia pengen cerita tentang pengalaman yang sama seperti yang dialami orang yang lagi curhat itu.
Yang jadi masalah tuh kadang gara-gara kita ikutan cerita, akhirnya curhatan dia jadi keputus…
… tentu aja kalau udah keputus itu bikin bingung untuk lanjutin ceritanya lagi…
… kadang malah akhirnya jadi malas buat lanjut cerita lagi gara-gara dipotong terus.
3. Tempatkan dirimu di posisinya
Coba deh, kalau misalnya kamu lagi dicurhatin sama orang lain, kamu coba untuk ngerasain gimana perasaannya waktu menghadapi masalah itu…
Walaupun memang kamu nggak bakal bisa 100% merasakan apa yang dia rasakan…
… walaupun kamu mungkin pernah ngerasain hal yang sama kayak dia, tapi tetap aja kamu nggak bisa 100% ngerasain yang dia rasakan…
Kamu cukup berempati sama dia…
… pahami perasaannya, jangan menghakimi, apalagi kalau sampai kamu menyalahkannya.
Soalnya orang curhat itu pada dasarnya perlu dukungan, bukan untuk disalahkan.
4. Beri saran jika diminta
Ada lho orang-orang yang curhat itu sebenarnya cuma pengen “buang sampah” aja…
Nah, untuk sekadar konfirmasi aja, ada baiknya setelah dia benar-benar selesai cerita, coba tanyakan ke dia apa yang bisa kamu bantu untuk masalah yang sedang dia hadapi.
Kalau kamu bingung harus kasih saran apa buat temenmu, ada baiknya kamu jujur kalau kamu nggak punya saran apa yang bisa dilakukan.
… jangan malah kasih ide yang nggak-nggak…
Yang jelas ada baiknya kalau kamu bilang ke dia kalau kamu siap buat jadi pendengar yang baik untuk dia kapanpun dia butuh tempat buat cerita.
Mungkin dengan hal itu bisa sedikit ngurangi beban yang sedang dia hadapi sekarang.
5. Jangan “adu nasib”
“Lu mah mending, lah gua…”
Kurang lebih kalimat seperti itu yang cenderung terlontar dari mereka yang nggak paham tentang seni untuk menjadi tempat curhat.
Kadang-kadang tuh setelah dapat kalimat seperti itu, ada beberapa orang yang di mana malah jadi ngerasa kalau perasaannya diremehkan…
Padahal dia curhat itu dia pengen untuk mengungkapkan kendala yang lagi dia hadapi…
Daripada adu nasib gitu, kan bakal jauh lebih baik kalau kamu fokus dengerin apa yang temanmu ceritain…
Sebenarnya ada beberapa contoh kalimat lainnya yang ada baiknya nggak kamu ucapkan, ini aku taruh di bagian bawah artikel ini…
Jadi lanjutin dulu aja bacanya.
6. Tanya keadaannya beberapa saat setelahnya
Ada baiknya kalau kamu tanyakan keadaannya beberapa hari setelah dia curhat…
… kalau misalnya dia terakhir curhat ke kamu kalau dia lagi ada masalah terus kamu dimintain saran apa yang perlu dia lakukan, berapa hari setelahnya coba deh kamu tanyakan gimana perkembangannya.
Kalau pun mungkin dia sebelumnya cuma curhat buat “buang sampah” aja, mungkin kamu bisa coba buat tanya ke dia gimana harinya, apa semuanya berjalan dengan baik?
Dengan ngelakuin hal ini bisa menjadi bukti ke dia kalau kamu peduli sama dia.
Selain itu juga hal itu bisa bikin dia menganggapmu sebagai teman curhat yang baik.
Kalimat yang harus dihindari
Nah di bagian ini aku mau beritahu kamu tentang kalimat apa aja yang harus dihindari kalau lagi ada orang yang curhat ke kamu.
Tujuannya apa sih?
Ya tentu aja biar orang yang lagi curhat ke kamu ini nggak makin sedih,…
Nah apa aja sih kalimat yang harusnya dihindari?
1. “Liat sudut pandang baiknya”
Kamu harus hati-hati banget kalau mau ngucapin kalimat ini.
Untuk mereka yang di mana punya “harga diri” rendah dan kebetulan masalah yang sedang dia hadapi ini juga masih “hangat-hangatnya”, biasanya mereka belum siap untuk dengar jawaban seperti ini.
Perasaan sedihnya harus netral dulu sebelum dia dikasih kalimat ini.
Perasaan sedih yang netral kalau menurutku sih cenderung ke waktu…
Seberapa jarak antara masalah yang dia ceritakan sama waktu dia curhat ke kamu.
Sayangnya ini nggak ada aturan baku berapa lama waktu yang cocok untuk ngucapin kalimat harus lihat sisi baiknya…
Kamu cuma bisa pakai kira-kira aja…
Jadi ada baiknya kalau kamu hati-hati sih buat ngelontarin kalimat ini.
2. “Ini kayaknya gara-gara kamu kurang (isi sendiri)”
Kalimat seperti ini juga ada baiknya dihindari.
Walaupun kalau misalnya tujuan kamu ngelontarin kalimat ini bisa bikin dia evaluasi diri sendiri, tapi ada baiknya buat hati-hati aja.
Soalnya dia kemungkinan besar masih belum bisa evaluasi diri karena mereka masih kewalahan sama emosi yang dia rasakan.
Tentu aja ini masih ada hubungannya dengan poin sebelumnya yang di mana kamu harus lihat waktu dulu sebelum bisa ngucapin kalimat ini.
Oh iya, ada yang baru aku ingat…
Biasanya kalimat seperti ini biasa dilontarkan ke orang yang sedang mengalami depresi…
Kalimat yang biasa digunakan adalah karena orang yang jadi tempat curhat ini menganggap kalau orang yang sedang curhat sama dia ini merupakan orang yang “kurang dekat dengan Tuhan”…
Ini pun antara bener-nggak bener kalau menurutku.
Benar, karena dengan kita lebih dekat dengan Tuhan itu bisa mengurangi beban di hati…
Nggak benar, soalnya orang yang ibadahnya rajin sekalipun ya tetap bisa mengalami depresi.
… pada dasarnya mental-illness bisa nyerang siapa aja…
Nggak peduli gimana hubungan orang itu dengan Tuhan.
Mungkin perumpamaan yang bisa dipakai seperti ini:
“Apa dokter nggak bisa sakit?”
Walaupun para dokter sudah tahu tentang gimana penyebaran tentang penyakit dan bagaimana cara penyembuhannya, tapi ya mereka cuma manusia biasa yang di mana masih bisa sakit.
Kesimpulan
Banyak orang mengira bahwa menjadi tempat curhat merupakan hal yang mudah, padahal nyatanya nggak seperti itu.
Nggak banyak orang yang di mana memiliki kemampuan untuk bisa menjadi pendengar yang baik.
Kalau misalnya kamu udah punya kemampuan itu, jangan heran kalau banyak orang yang pilih buat curhat ke kamu.
Oh iya, sekadar ngingetin aja, kalo misalnya kamu pengen ngerti cara agar orang lain lebih paham sama apa yang kamu curhatin, kamu bisa baca cara curhat.
Soalnya nggak banyak orang yang di mana bisa untuk curhat yang bener…
Gara-gara ceritanya nggak bener, akhirnya saran yang dikasih dari orang yang dicurhatin ya akhirnya nggak bener juga.
Jadi penting banget nih buat tahu gimana cara curhat yang bener, jadi tunggu apalagi?
Yah, segitu dulu aja untuk artikel ini.
Barangkali kalau kamu punya tips dan trik lainnya yang mungkin efektif, bisa tuliskan itu di kolom komentar.
Terima kasih sudah mau membaca artikel ini.