10-alasan-karyawan-resign

10 Alasan Karyawan Resign

10-alasan-karyawan-resign

Alasan karyawan resign atau mengundurkan diri memang bermacam-macam.

Tentu dong setiap pegawai yang keluar dari tempat kerjanya pasti punya alasan kenapa mereka keluar dari tempat kerjanya.

Mungkin kamu juga memiliki keinginan buat resign juga tapi masih bingung alasannya kenapa, mungkin kamu bisa baca artikel ini…

Mungkin kamu bisa mendapatkan pencerahan kenapa kamu punya pikiran buat resign dari kantormu sekarang setelah baca artikel ini.

Nah berikut ini merupakan alasan pegawai resign dari tempat kerjanya dan memilih untuk mencari tempat kerja yang jauh lebih baik.

1. Tidak ada kenaikan gaji

Biasanya jika bekerja di sebuah kantor lebih dari satu tahun maka gaji karyawan akan meningkat seiring dengan semakin lamanya karyawan mengabdi di perusahaan tersebut.

Namun memang ada beberapa perusahaan yang gak menaikan gaji karyawannya karena satu dan lain hal.

Cuma memang seharusnya gaji itu semakin meningkat seiring dengan semakin lamanya mengabdi dengan perusahaan.

Jika karyawan gak bisa mendapatkan kenaikan gaji setelah beberapa tahun dia bekerja, maka bukan tidak mungkin bahwa dia akan pergi untuk mencari perusahaan lain yang bisa membayar hasil kerja kerasnya dengan lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang sekarang.

Hal ini tentu didasari dengan harga-harga kebutuhan yang setiap tahun semakin meningkat…

Selain itu juga, kan setiap tahun pada saat demo buruh juga pasti ada permintaan untuk menaikkan Upah Minimum Regional (UMR) yang di mana tentu akan membuat harga kebutuhan akan semakin naik, serta keinginan buruh agar bisa mendapatkan penghasilan yang jauh lebih layak dibandingkan dengan sebelumnya.

2. Kurang apresiasi

Ketika seseorang sudah bekerja dengan maksimal dan memberikan hasil yang terbaik, pasti dia butuh diapresiasi, kalau gak diapresiasi ya kabur.

Misalnya adalah semua target yang diberikan sama perusahaan sudah berhasil dia capai semua dengan tanpa hambatan…

… pasti pengen dong karyawan tersebut mendapatkan apresiasi yang seenggaknya berupa pujian aja atau mungkin bonus karena hasil kerjanya memuaskan.

Jika seenggaknya dikasih pujian maka si karyawan tersebut akan berpikir bahwa hasil kerjanya dihargai oleh atasannya.

Apalagi jika sampai dikasih bonus sama atasannya…

Dengan semangat kerja karyawan yang tinggi, bukan gak mungkin perkembangan perusahaan pun akan menjadi semakin lebih baik daripada yang terjadi sekarang.

3. Tidak ada jenjang karir

Target yang diberikan pasti selalu tercapai

Tapi promosi jabatan kok gak keliatan ya?

Ini biasanya terjadi pada mereka yang kerja di kantor atau perusahaan kecil, yang di mana pegawainya juga gak terlalu banyak.

Promosi jabatan ini juga merupakan hal yang cukup penting agar karyawan tetap semangat bekerja.

Setiap pegawai pasti pengen dong suatu saat nanti jadi manager perusahaan tempat dia bekerja itu.

Ya walaupun gak jadi petinggi, minimal dari yang karyawan biasa menjadi supervisor dulu lah, baru naik ke jabatan yang jauh lebih tinggi lagi.

Hmm, mungkin dengan kondisi seperti ini lebih baik pindah ke tempat lain yang lebih jelas jenjang karirnya.

4. Gak dikasih kepercayaan dalam bekerja

Atasan yang suka ngelakuin micromanagement cenderung gak percaya dan selalu mengontrol anak buahnya. Akibatnya karyawan pun jadi gak betah dan memilih untuk keluar.

Micromanagement itu apa sih?

Micromanagement merupakan gaya kepemimpinan yang ditandai dengan adanya pengawasan dan pengarahan berlebihan dari atasan.

Atasan gak begitu percaya dengan apa yang dilakukan oleh para pegawainya sehingga harus melakukan manajemen sendiri kerjaan karyawannya.

Dengan melakukan micromanagement di kantor maka akan meningkatkan stres dalam bekerja.

Lagipula seharusnya atasan harusnya melakukan hal yang lebih penting dari sekedar micromanagement.

Karena meningkatnya tingkat stres karyawan, bukan gak mungkin bahwa karyawan akan mencari tempat kerja lainnya yang lebih baik dibandingkan dengan yang ada sekarang.

Ya mengecek hasil kerja karyawan sesekali itu perlu, tapi bukan berarti menanyakannya setiap waktu…

5. Arah perusahaan gak jelas

Karyawan bisa merasakan dan menganalisis ketika ada keanehan dalam perusahaan, salah satunya adalah kebijakan yang tidak jelas dan berubah-ubah, secara otomatis karyawan pasti akan memilih resign.

Selain itu juga, kadang ada manajemen yang memberikan peraturan yang seperti pilih kasih.

Yang di mana bisa memudahkan bagi para atasan, namun bisa membuat para bawahan semakin repot.

Ini tentu akan membuat para karyawan juga gak akan betah untuk tetap bekerja di perusahaan itu.

6. Lingkungan perusahaan toxic

Lingkungan toxic juga menjadi penyebab mengapa karyawan itu mencari tempat kerja lain.

Lingkungan ini biasanya mengarah kepada teman kerja yang sebenarnya toxic.

Bisa saja suka minta ditraktir atau mungkin bermuka dua.

Maksudnya bermuka dua itu dia kalau di depan kamu sukanya ngebaik-baikin kamu, padahal kalau dibelakang kamu, dia suka menjelek-jelekkan kamu.

Belum lagi kalau ada orang yang sukanya “malak”, minta dibelikan makan biasanya, entah buat sarapan atau mungkin makan siang.

Yang jelas kalau sudah ketemu orang yang toxic itu gak enak sama sekali.

Isinya mau marah-marah mulu, kadang pengen gitu memusnahkan dia dari peradaban, tapi ya gak mungkin, itu dilarang agama sama dilarang sama pemerintah.

7. Multiple jobdesc, gajinya cuma satu jobdesc

Biasanya nih yang begini itu anak IT.

Biasanya sih disuruh buat njaga jaringan sama jadi tukang servis peralatan kantor yang rusak.

Padahal dua pekerjaan itu ada bagiannya sendiri-sendiri.

Kadang juga disuruh masang CCTV, kadang disuruh bikin program, kadang juga disuruh desain, bikin animasi, pokoknya semua yang berhubungan dengan komputer lah…

Padahal kalau harus bikin desain sama animasi ya ada jenis kerjaannya sendiri, bukan IT support.

Tapi ya begitu, gajinya tetep aja cuma satu, padahal udah jadi manusia serba bisa.

Ya kesel lah, mending kalau gajinya bisa double atau bahkan triple…

Ini gajinya cuma single men…

Aku bisa bicara gini soalnya aku juga punya pengalaman juga “dikerjain” karena bidangku juga merupakan bidang IT.

Yang jelas itu menjengkelkan lah.

Ya emang sih biasanya kalau perusahaan tahu kalau ada karyawan dengan potensi lebih, biasanya akan diperas habis-habisan, apalagi kalau perusahaannya gak tahu diri.

8. Atasan gak konsisten

Tadi nyuruh ngerjain A, terus gak lama bilang B…

Ya kalau atasannya begini ya otomatis bikin bawahannya pada bingung dong harus ngerjain apa…

Apalagi kalau tugas yang harus dikerjakan itu sudah hampir selesai, terus atasan berubah pikiran yang akhirnya ganti konsep…

Itu ngeselin, kita udah nghabisin waktu sama tenaga buat bikin apa yang dia mau tapi diganti-ganti mulu, mana deadlinenya gak diperpanjang kalau misal udah mepet banget waktunya.

Emang sih, atasan punya wewenang buat nyuruh apa aja ke bawahannya selama sesuai jobdesc, tapi bukannya bakal lebih baik kalau misalnya dibandingkan bikin bingung karyawan, wewenang itu dipakai buat menggali potensi karyawan…

Kalau sering dibikin bingung, yang ada tuh bawahan bakalan bingung, takut, tertekan, sama stres…

Kalau udah stres banget mungkin gak akan salah kalau misalnya akhirnya karyawan berpikir atau malah cenderung melakukan resign.

9. Gak ada value yang bisa didapatkan lagi

Dalam bekerja itu paling gak ada satu dari dua hal yang harus di dapatkan.

Uang atau kesenangannya…

Kalau kamu gak dapet uangnya, seenggaknya kamu dapet kesenangannya.

Tapi kalau kamu gak seneng kerja di situ, seenggkanya kamu harus digaji lebih.

Itu kutipan yang aku dapet dari Medium

Kita bekerja itu untuk mendapatkan kompensasi dan benefit yang kita inginkan.

Akan tetapi dalam perjalanannya waktu kamu bakal nemuin hal lain di pekerjaan itu.

Apa yang kamu kerjakan selama ini itu berarti buat diri kamu sendiri?

Apakah kamu bisa mendapatkan teman-teman yang sehati sama kamu?

Sehati di sini maksudnya orang-orang dengan tujuannya sama kayak kamu, bukan masalah hubungan macem pacaran…

Apakah kamu bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat yang di mana bisa kamu bawa sampai kamu mati?

Dan tentunya hal-hal yang gak bisa diukur sama uang, seperti misalnya pengalaman bekerja di suatu tempat, apalagi kalau tempatnya cukup bergengsi, perusahaan top level di pasarnya lah anggepannya.

Kalo kamu kerja tapi gak ada lagi keuntungan yang dikasih ke kamu dalam bentuk uang, gaji dan benefit lain yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, apa ada hal lain yang dikasih perusahaan buat kamu?

Misalkan kamu bisa kerja dengan gak terlalu sibuk, waktunya fleksibel, jadi kamu bisa ambil job lain di luar sana…

Atau mungkin juga kamu bisa mendapatkan pelatihan keahlian yang di mana di luar sana sulit sekali untuk mendapatkan pelatihannya, atau mungkin bisa dibilang gak ada pelatihannya lah, harus ada studi kasusnya….

Kalau seperti itu kamu juga gak serta merta kepengen buat keluar gitu aja kan dari perusahaan…

Soalnya kamu bisa dapat benefit dari perusahaan.

Nah, untuk yang satu ini perlu kamu pikirkan baik-baik, jangan pakai emosi.

Karena kalau kamu mikirnya pakai emosi, kamu gak bakal nemuin benefit yang bisa kamu dapetin selama kerja di perusahaan tempat kamu bekerja sekarang.

10. Gaji nunggak

Nah ini mungkin yang paling gak enak dari semuanya…

Karena kalau gajinya nunggak ya bagaimana dengan kehidupan si karyawan?

Karyawan otomatis harus nyari tempat hutangan terlebih dahulu untuk menambal pengeluaran yang harus dia keluarkan.

Yang jelas kalau gak dibayar tepat waktu itu gak enak, kita udah kerja capek-capek, dibayarnya telat, kan ngeselin.

Apalagi kalau dituntut semua pekerjaan harus selesai tepat waktu, pasti kesel banget deh.

Udah ngerjain tugas tepat waktu, eh dibayarnya telat, bikin males kerja aja.

Ya mungkin segitu dulu aja alasan karyawan resign.

Ya sejelek apapun perusahaan tempat kamu bekerja pasti ada nilai positif maupun negatifnya yang tetap bisa kamu pertimbangkan untuk tetap bertahan di sana atau mungkin justru malah kepengen buat pindah.

Coba ubah cara pandangmu terhadap apa yang udah kamu punya, mungkin kamu lagi emosi jadi ambil keputusannya gegabah.

Jangan sampai keputusanmu buat pergi dari perusahaan tempat kamu bekerja sekarang menjadi sebuah penyesalan untuk dirimu sendiri.

Seenggaknya kalau kamu akhirnya tetap memilih buat resign dari perusahaanmu yang sekarang, paling gak kamu sudah tahu mau ngelakuin apa setelah kamu resign dari sana.

Karena akan menjadi bencana kalau kamu sampai masih belum punya rencana mau ngelakuin apa setelah kamu resign dari pekerjaanmu.

Kalau kamu juga ternyata punya alasan lain kenapa kok kamu resign dari tempat kamu kerja, kamu bisa tuliskan itu di kolom komentar.

Gak cuma alasan resign aja yang bisa ditulis di kolom komentar, kamu juga bisa menuliskan kritik maupun saran kamu kok.

Aku bakal seneng banget baca itu dari kamu.

Oh iya, jika kamu sudah resign, tapi masih bingung mau usaha apa, kamu bisa baca ide bisnis menarik bulan ramadhan, yang di mana mungkin bisa menjadi usaha tetapmu yang di mana bisa menghasilkan banyak keuntungan.

Terima kasih sudah mau baca artikel ini.

Tinggalkan komentar