Cara Menghadapi Pacar Posesif

cara-menghadapi-pacar-posesif

Punya pacar yang posesif sebenarnya gak ada yang mau.

Karena tiap kita mau ngelakuin sesuatu selalu diawasi.

Mau apa-apa ya harus ijin dia dulu.

Gak asik.

Tapi ya gimana, sifat manusia itu gak ada yang sempurna juga, termasuk dia sifat posesif yang dia miliki.

Gak usah panjang lebar lagi, langsung aja baca cara menghadapi pacar posesif di bawah ini.

Kenapa dia posesif?

Iya, kamu harus cari tahu apa penyebab dari kenapa dia menjadi posesif.

Mungkin karena kamu pernah menghianati perasaannya…

Atau mungkin kamu terlalu dekat atau terlalu mesra dengan sahabat-sahabatmu yang lain jenis…

Tapi kadang ada tuh yang posesif tanpa kamu ngelakuin kesalahan.

Menurut Fara Dwi Andjasari, Spsi, Msi, dosen dan psikolog tuh seperti ini

“Sifat posesif itu berawal dari orang yang gak percaya diri.

Dia gak percaya kalau dia punya kelebihan dalam hal penampilan fisik atau lainnya.

Selain itu juga biasanya orang posesif juga memiliki sifat tertutup sehingga sulit mengembangkan kreatifitasnya.”

Yang jelas tuh sifat yang seperti ini tentu gak baik apabila dibiarkan terus-terusan.

Sifat mengekangnya bisa menimbulkan efek hubungan yang gak sehat.

Padahal masih sebatas pacaran aja udah seperti ini, apalagi kalau nanti sudah menikah, pasti bakalan semakin menjadi-jadi.

Ngomong terbuka

Setelah mengetahui penyebab dari dia yang posesif, ada baiknya kamu bicarakan ini kepadanya.

Kamu bilang ke dia kalau apa yang dia lakukan ini membuatmu merasa terkekang.

Namun untuk menjelaskan yang satu ini, cara penyampaiannya harus baik…

Harus tenang…

Usahakan untuk gak dengan emosi bilangnya.

Karena jika sama-sama emosi, maksud yang ingin kamu sampaikan juga gak akan bisa masuk ke dalam otaknya.

Kamu harus jujur kalau kamu merasa keberatan dengan sikapnya yang seperti itu.

Kamu bilang ke dia kalau kamu gak nyaman kalau dia terus-terusan ngendaliin hidupmu, gak semua hal juga harus dilaporkan ke dia, serta kamu juga gak bisa harus minta persetujuan dia dulu cuma untuk ketemu teman-teman kamu.

Mungkin ini terkesan keras dan kasar sih, coba deh kamu pilih kalimat yang mungkin bisa lebih baik daripada yang aku contohkan.

Oh iya, kamu juga harus memberikan penjelasan bahwa kamu juga perlu waktu untuk berkumpul dan berhubungan bersama orang lain, gak cuma sama dia aja.

Tetap tenang

Kamu harus tetap tenang ketika memberitahunya kalau kamu gak suka dengan sikapnya yang seperti itu.

Karena emosi gak akan menyelesaikan masalahmu.

Nah itu juga berarti kamu memberitahunya pun juga gak boleh dengan marah-marah, walaupun hanya sekedar menggunakan nada marah.

Jika kamu sama dia sama-sama emosi maka komunikasi di antara kalian berdua pun juga gak bakalan bisa lancar.

Jika kalian berdua sama-sama marah begitu maka ada juga kemungkinan bahwa dia juga akan bisa menjadi lebih posesif lagi.

Tentu kamu gak mau hal ini terjadi bukan?

Masak iya bilang kalau kamu gak pengen dia jadi orang yang posesif, malah bisa membuatnya semakin posesif sama kamu?

Kan konyol…

Oleh sebab itu, ada baiknya mengutarakan hal ini harus di kondisi yang tenang, dengan mood kalian berdua sama-sama bagus

Karena dengan suasana hati yang sama-sama bagus, bisa dipastikan bahwa dia akan bisa mendengarkanmu.

Cari tahu penyebabnya

Kamu juga perlu cari tahu juga penyebabnya kenapa dia bisa menjadi posesif seperti ini.

Kamu bisa mendegarkan keluhannya…

Dengan mendengar keluhannya, maka kamu bisa melakukan introspeksi diri apa yang dapat kamu ubah agar dia bisa menjadi nyaman dengan kamu.

Setelah itu kamu juga perlu untuk mengatakan dengan tegas kalau kamu juga sayang sama dia.

Tapi ingat, kamu perlu tenang dalam penyampaiannya, jangan menggunakan emosi.

Kalau kamu emosi, bisa gagal…

Kamu perlu bilang juga kalau kamu gak pengen dikekang dan dikendalikan seperti apa yang dia lakukan sekarang.

Mengenalkannya dengan teman-temanmu

Jika memang sumber dia menjadi posesif adalah kedekatanmu dengan teman-temanmu, apalagi jika jenis kelaminnya beda, maka ada baiknya kamu kenalkan saja dia teman-temanmu.

Mungkin kamu juga perlu membuatnya akrab dengan teman-temanmu itu.

Tujuannya ya biar dia gak begitu curigaan lagi dengan kamu kalau kamu main sama teman-temanmu.

Karena jika dia sudah kenal baik dengan teman-temanmu, dijamin deh dia juga gak bakal curiga kalau misal kamu main sama teman-temanmu…

Malah mungkin dia bakal nitipin kamu ke teman-temanmu kalau misal kamu mau main sama teman-temanmu, terutama yang lain jenis kelamin.

Karena kalau masih sesama jenis kelaminnya ya biasanya jarang bakal sampai nitip-nitipin gitu.

Memberi dia masukan

Setelah kamu memberitahu dia tentang sikap keberatan kamu dan kamu pun juga sudah mengenalkannya kepada teman-temanmu, mungkin ini merupakan saatnya kamu memberikan masukan untuknya.

Jika dia posesif karena dia gak percaya diri, kamu bisa bilang kalau dia punya kelebihan.

Entah secara fisik, maupun non-fisik, kamu perhatikan aja, apa yang paling menonjol dari dirinya, entah dia punya prestasi atau potensi dibidang apa gitu.

Yang jelas kamu jelaskan itu supaya dia gak kuatir dengan keberadaan orang lain yang ada di dekatmu.

Oh iya, selain itu, kamu juga harus bisa menjaga kepercayaannya sehingga dia gak perlu merasa khawatir lagi.

Berikan juga dia pengertian kalau semisal rasa curiga atau posesif pasanganmu muncul.

Tentu juga kamu harus menghindari untuk memicu rasa curiga atau posesifnya dia.

Dan tentu kamu juga perlu menjelaskan ke dia kalau membatasi gerak-gerikmu, kamu gak bakal bisa bahagia.

Jika dia masih saja posesif seperti itu?

Jika kamu sudah ngelakuin semua tips tadi, kamu tunggu deh selama beberapa bulan, jika setelah berjalannya waktu dia masih saja seperti itu…

Jika kamu memang bisa mengimbangi dia dan bisa bertahan dengan semua sikapnya yang posesif itu, mungkin kamu bisa pertimbangkan untuk tetap bertahan dengannya.

Namun, jika kamu merasa bahwa kamu gak sanggup untuk menjalani hubungan yang seperti itu, mungkin kamu bisa berpikir untuk gak melanjutkan hubunganmu dengannya lagi.

Karena memang aku akui, menjalani hubungan yang seperti itu sangatlah gak nyaman.

Mau kemana harus laporan ke dia, iya kalau dia ngebolehin, kalau nggak, dan kebetulan itu penting banget buat kamu, gimana?

Namun memang perlu diingat lagi sih, kenapa dia posesif sama kamu…

Kalau dia posesif karena kamu ‘bermain api’ di belakang dia, ya kamu harusnya bersyukur dia masih mau mempertahankanmu.

Jangan malah kamu yang ngegas, orang kamu yang salah.

Ya mungkin segitu dulu aja untuk artikel kali ini.

Kalau kamu ada sesuatu yang ingin disampaikan, kamu bisa tuliskan semua itu di kolom komentar yang ada di bawah ini.

Aku bakal senang buat baca semua komentar dari kamu.

Terima kasih sudah baca artikel ini.

Tinggalkan komentar