gambar-bikin-lemot

Gambar Membuat Website Menjadi Berat

gambar-bikin-lemot

Ya, ini merupakan pengalamanku sendiri di website ini.

Padahal aku juga sudah cukup lama bermain-main dengan blog, ya walaupun memang belum menghasilkan, karena hanya sebagai hobi semata.

Tapi kenapa hal yang seperti ini aja gak kepikiran sama sekali…

Aneh.

Tapi ya emang selama ini aku hanya bermain blog itu berfokus sama tulisannya, bukan sama gambarnya.

Lagipula selama ini aku juga bermainnya di blogspot, jadi gak begitu berat, walaupun akhirnya berat juga sih.

Penyebab website berat

Awalnya aku ngira kalau gambar dengan resolusi tinggi gak begitu berpengaruh pada kecepatan website.

Karena yang selama ini aku tahu, loading dari sebuah web itu sangat tergantung dari bagaimana berat dari sebuah tema yang digunakan aja.

Ternyata nggak.

Ternyata itu keseluruhan elemen yang ada di dalam website sangat berpengaruh pada kecepatan loading dari website tersebut.

Kalau tulisan mungkin susah untuk menjadi sangat berat, tulisannya harus sangat panjang untuk bisa membuatnya menjadi berat, tapi itu sangatlah gak mungkin untuk membuat artikel dengan 50 ribu kata, itu saja juga masih berapa kilobyte aja.

Elemen lainnya yang bisa membuat loading dari sebuah website itu menjadi berat adalah dengan menggunakan banyak widget, terutama widget yang bisa memutar musik dan gambar.

Tapi aku sendiri pakai widget cuma postingan popular sama postingan terbaru aja.

Jadi hal ini bisa diabaikan.

Berhubung website yang dibangun ini menggunakan wordpress, jadi mungkin perlu dipikirkan dengan penggunaan plugin yang mungkin bisa memperberat loading dari sebuah website…

Tapi ya nyatanya aku sendiri cuma menggunakan plugin-plugin yang penting, seperti plugin SEO, plugin AMP, plugin keamanan, dan compressor gambar aja.

Gambar membuat website menjadi berat

Selama ini aku update artikel itu dengan gambar berukuran 1920 x 1080 pixel dengan format PNG.

Ya, gambar ini merupakan gambar yang cukup berat, karena gambar yang paling ringan saja berukuran 2.6 megabyte.

Nah, waktu aku menyadari loading di website mulai lambat adalah ketika jumlah artikel di websiteku berjumlah 8 artikel.

Aku kesal dong dengan pelayanan hosting yang sudah bayar mahal tapi kok websitenya lemot sekali…

Jadi aku tanya dong ke pihak hosting, kenapa kok loading websiteku lambat sekali.

Setelah sekitar satu jam mengirimkan email permintaan bantuan, akhirnya dapat balasan juga, sebenarnya gak persis satu jam juga mendapatkan pertolongannya…

Karena handphone dan laptop aku tinggal keluar dulu untuk beli jajanan, begitu balik sudah dapat balasan.

Balasannya ternyata cukup membuat kaget, karena selama ini gambar yang aku gunakan itu yang menyebabkan websiteku menjadi lambat sekali, bahkan gak jarang request time out alias RTO.

Padahal itu posisinya aku cuma mau sekedar update artikel aja rasanya lambat sekali, bahkan hampir gak bisa posting artikel.

Akhirnya aku merombak semua gambar yang ada menjadi ukuran 1024 x 576 pixel dengan format JPG yang di mana gambarnya bisa menjadi lebih ringan lagi.

Paling berat cuma 200 kilobyte.

Ya, cukup ringan…

Setelah aku ganti semua gambarnya dengan resolusi yang jauh lebih kecil, aku merasakan bahwa kecepatan loading dari website ini semakin cepat, dan lebih jarang terjadi yang namanya RTO, sehingga menjadi lebih nyaman lagi.

Cuma masih aku bingungkan itu kenapa kok loading websiteku menjadi lambat sekali, padahal aku sedang buka halaman penulisan artikel yang di mana gambarnya sama sekali gak muncul?…

Kalau di halaman utama dari website kan wajar gitu kalau lambat, karena semua gambarnya diload…

Ya sudah lah, yang penting sekarang aku sadar kalau penggunaan gambar yang berat itu juga gak baik buat kecepatan loading website, untungnya ini artikel juga baru 8 baru nyadar kalau loading websitenya lambat, bukan waktu 100 artikel.

Kalau posisi 100 artikel, ganti gambarnya menjadi PR banget tuh.

Itu juga satu artikel satu gambar, bukan beberapa gambar, jadi proses penggantian ukuran gambar bisa menjadi lebih mudah.

Kalau satu artikel ada beberapa gambar kan bisa menjadi lebih repot lagi dalam proses pengeditan gambarnya.

Ya mungkin segitu dulu saja sharingku tentang gambar membuat website menjadi berat.

Yah, jarang-jarang bikin artikel pendek kayak begini, biasanya paling gak antara 1000-1500 kata, bahkan ada beberapa artikel yang lebih berat.

Ya, mungkin segitu dulu aja artikel kali ini

Kalau misal ada uneg-uneg yang mau disampaikan ya tulis aja di kolom komentar yang ada di bawah ini.

Semoga artikel ini bisa membantu kamu supaya jauh lebih berhati-hati dalam penggunaan gambar, sehingga gak membuat website menjadi berat seperti yang aku lakukan.

Terima kasih sudah membaca artikel ini.

Tinggalkan komentar