
idkiswara.com – Pada dasarnya, ngobrol merupakan aktivitas yang umum dilakukan manusia.
Karena dengan ngobrol kita bisa mengetahui bagaiman isi pemikiran seseorang selain itu juga dengan ngobrol kita bisa mengetahui bagaimana perasaan seseorang dengan lebih detail karena adanya intonasi pada saat bicara.
Minat ngobrol
Kebanyakan orang pada dasarnya akan menurun tingkat keinginannya untuk ngobrol sama pasangannya.
Hal ini terjadi karena rasa ketertarikan pada pasangannya menurun seiring dengan berjalannya waktu.
Banyak orang yang berpikirkalau mereka kehabisan topik untuk bisa dibicarakan dengan pasangan…
Padahal bukan bahan obrolannya yang habis, melainkan mood atau latar belakang emosinya yang habis.
Hal ini sangat berbeda kalau dibandingkan pada saat awal PDKT dulu yang di mana kita nggak begitu bermasalah ketika ada sebuah topik yang dibicarakan berulang-ulang,.
Dengan topik yang diulang-ulang gitu aja masih bisa ngerasa topik itu merupakan topik yang seru, bahkan bisa bikin kalian berdua cekikikan.
Ini bisa terjadi karena adanya rasa peduli dan rasa kagum di antara kalian berdua.
Pada dasarnya rasa peduli dan kagum itu harus diusahakan, dipikirkan, digali, dan dicari-cari pada sepanjang hubungan.
Karena pada dasarnya rasa cinta kepada pasangan adalah hasil dari investasi…
Coba deh kamu ingat-ingat pada saat momen awal hubungan kamu dengan pasanganmu sekarang.
Dulu kalian bisa merasa peduli dan kagum antara satu sama lain karena kalian mencari-cari kesempatan berduaan dan mencari-cari keindahan pada apapun yang dilakukan, baik itu kelakuanmu atau kelakuan pasanganmu.
Ada beberapa hal simple yang mungkin kamu lakukan untuk bisa membuat rasa kagum kepada pasanganmu terus bertumbuh, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
- Kamu memikirkan dia di sela-sela waktumu
- Kamu menganggap dia adalah sosok yang luar biasa
- Menghargai banyak hal yang dia lakukan buat kamu dan hubungan kalian
Namun sayangnya seiring berjalannya waktu, semua kebiasaan itu hilang entah kemana.
Bahkan nggak jarang kalau kamu meremehkan banyak hal yang dia lakukan untuk kamu dan hubungan…
Nggak jarang kamu menganggap apa yang dia lakukan buat kamu itu merupakan sesuatu yang wajar dan sudah menjadi tanggung jawabnya.
Bukannya berusaha untuk mendekatkan dan mengapresiasi pasangan, kalian berdua malah jadi berusaha buat mengingat-ingat kesalahan pasangan dan berusaha untuk saling mengoreksi.
Malah nggak jarang kalian berdua malah mencari-cari bahan yang membuat diri jadi sebel atau emosi.
Hal seperti ini pada dasarnya bikin kamu atau dia malah jadi malas untuk ngobrol…
“Topiknya nggak habis atau nggak ada hal baru lagi, tapi kamu (atau pasangan) yang jadi berangsur-angsur cuek, meremehkan, atau bahkan berubah jadi nggak peduli”
Ada beberapa hal yang perlu direnungkan
Ada beberapa hal yang perlu direnungkan sebelum hubunganmu menjadi lebih kacau…
Beberapa hal di antaranya adalah sebagai berikut:
- Bagaimana bisa langgeng sampai tua kalau baru beberapa tahun aja udah bosan dan malas ngobrol lagi?
- Bagaimana bisa jadi sahabat seumur hidup kalau sekarang aja kamu udah ngerasa stres gara-gara kehabisan bahan obrolan?
- (Untuk kamu yang sudah menikah) Bukankah pernikahan yang sebenarnya adalah dua orang teman akrab yang doyan dan asik ngobrol sepanjang hidup?
Bagaimana?
Apakah sudah mendapatkan gambaran betapa pentingnya untuk berusaha menggali rasa kagum dan peduli di antara kalian?
Pada dasarnya ini bukan hanya kamu aja yang butuh untuk menggali rasa kagum dan peduli kepada pasanganmu…
Melainkan pasanganmu pun juga harus menggali perasaan itu juga…
Karena dengan bersama-sama menggali rasa kagum dan peduli maka kalian berdua akan saling melakukan investasi ke dalam hubungan yang sedang kalian jalani.
Karena hubungan ini gak cuma dijalankan oleh satu orang saja, melainkan dijalankan bersama dengan pasangan.
Kalau misalnya hanya ada satu pihak aja yang melakukan investasi kepada hubungan sementara pihak yang lain nggak melakukan investasi ke dalam hubungan maka hubungan akan menjadi terasa menyakitkan untuk phak yang terus melakukan investasi.
Topik obrolan yang habis
Banyak orang yang mengira bahwa dirinya sudah mengetahui segala sesuatu yang ada pada pasangan…
Padahal pada kenyataannya manusia itu bersifat dinamis, yang di mana orang tersebut akan memiliki hal baru dalam hidupnya.
Apalagi jika orang tersebut terus belajar hal baru dalam hidupnya.
Selain itu, dalam hidup juga ada masalah-masalah yang dihadapi sehingga akhirnya bisa menjadi topik obrolan yang bisa dibahas.
… entah itu cuma sekedar untuk mencari solusi atau mungkin sekedar cerita aja…
… kurang lebih sama dengan pada saat kita ngobrol dengan sahabat atau teman-teman kita pada saat kita masih sekolah atau kuliah dulu, ada aja yang bisa dibahas sama mereka.
Anehnya, kenapa kita bisa punya banyak bahan obrolan yang bisa diobrolin bareng sahabat atau teman sementara kita merasa kehabisan topik ketika bersama pasangan kita sendiri?
Jawabannya adalah kita kehilangan rasa kegirangan, kegairahan, dan kepedulian kepada pasangan yang perlahan memudar dengan seiring waktu.
Hidup yang gitu-gitu aja
Alasan lain yang menjadi penyebab kenapa sepasang kekasih jadi jarang ngobrol adalah karena hidup yang gitu-gitu aja sehingga bikin jenuh, apalagi kalau ditambah dengan hidup yang gak ada perkembangaan sama sekali.
Masing-masing dari mereka nggak punya kehidupan yang menggairahkkan…
Banyak orang yang mengira bahwa menekuni minat atau hobi setelah menikah merupakan hal yang mustahil.
Padahal pada kenyataannya menekuni minat atau hobi bisa menjadi bahan obrolan yang asik.
Apalagi jika hal ini dikombinasikan dengan keinginan untuk mau mencoba untuk menambah pengetahuan atau pengalaman baru dengan cara mencoba hal baru dalam hidup.
Contoh dari hidup yang gitu-gitu aja misalnya kamu kerja yang gitu-gitu aja, kemudian ditambah dengan teman yang itu-itu aja, atau bisa dengan selalu berduaan dengan pasangan aja.
“Bukannya kalau dalam hubungan itu harusnya berduaan dengan pasangan aja?”
Nggak ada yang salah dengan iitu sih sebenarnya.
Namun kalau kamu hanya berduaan dengan pasanganmu aja dan gakk ada usaha untuk “mencari hal baru dalam hidup” yang ada kamu akan jadi bosan dengan pasanganmu…
… karena kamu nggak punya bahan obrolan baru yang mungkin asik untuk diceritakan.
Pada dasarnya, orang yang asik untuk ngobrol tanpa merasa kehabisan bahan obrolan merupakan orang-orang yang di mana membuka dirinya dengan pengalaman baru.
Sehingga orang yang bergaul atau menekuni hobinya di luar kewajibannya sehari-hari bisa mendapatkan hal baru yang di mana bisa dijadikan “oleh-oleh” yang berupa pengalaman atau wawasan baru yang di mana bisa asik untuk dibicarakan kepada pasangannya.
Komunikasi dimulai dari mendengar dan memahami
Kita semua setuju bahwa komunikasi merupakan hal yang penting dalam hidup.
Banyak hal yang bisa terjadi dengan adanya komunikasi…
Namun sayangnya seringkali terjadi miskomunikasi, bahkan ketika berada dalam obrolan santai sekalipun.
“Miskomunikasi terjadi bukan karena salah mengkomunikasikan, namun terjadi karena salah mendengarkan dan salah memahami apa yang dimaksud oleh pihak lain.”
Ketika ada orang yang menyampaikan pesan, maka kita harus berusaha menerima semaksimal mungkin pesan yang disampaikan sepenuhnya.
Terlepas dari baik atau buruk, benar atau salah, setuju atau tidak.
Informasi yang dia sampaikan layak untukk kamu simak dan dipedulikan sepenuh hati.
Pertama kali PDKT dengannya
Apa kamu ingat ketika kamu pertama kali PDKT dengan pasanganmu?
Kamu secara otomatis peduli dan menyelami apapun yang dia ucapkan.
Kamu nggak mengabaikan apalaig membantah apapun yang dia ucapkan…
Hal inilah yang menyebabkan kalian berdua jadi merasa nyambung dan nyaman.
Sayangnya setelah menjalani hubungan sekian tahun, kemungkinan besar kamu nggak lagi bersikap seperti itu.
Ketika pasanganmu bicara, kamu nggak lagi mendengar dia sepenuhnya…
Kamu cuma mengambil potongan informasi darinya…
… yang di mana potongan tersebut dan menganalisa apa yang sebenarnya dia mau.
Padahal kebersamaan dan kehangatan hanya bisa terjadi ketika kedua belah pihak mau untuk membuka dirinya untuk menyimak dengan sepenuh hati.
Sebenarnya itu terjadi setiap kali pasangan merasa dirinya didengarkan perkataannya, dipahami pemikirannya, divalidasi perasaannya.
Sayangnya kita cenderung untuk mendebat dan mengoreksi (atau bahkan menghakimi) pasangan, sehingga membuat pasangan jadi melonggarkan diri.
Nggak jarang karena dia nggak merasa didengarkan sama kamu, sehingga dia menaikkan volume suaranya…
Sementara kamu pun juga akan mengulang bantahan atau masukan yang ingin kamu berikan kepadanya karena kamu merasa kalau dia nggak mendengarkan apa yang kamu katakan.
Hal seperti itu jelas gak bisa dikatakan sebagai komunikasi…
Tentu saja hal seperti itu bukanlah hal yang menyenangkan bagi kamu dan pasangan.
Berlatih bicara dan mendengar
Pada dasarnya kita tahu bahwa kita nggak akan perna kehabisan topik untuk diobrolkan bersama pasangan.
Kalaupun misalnya habis sekalipun, kalian berdua juga bisa mengulang topik yang sudah pernah dibicarakan.
Karena kadang kita pun juga suka mengulang topik yang sudah pernah kita obrolan kepada teman atau sahabat kita sendiri.
Jadi kenapa kamu gak bisa atau gak mau melakukan hal yang sama kepada pasanganmu?
Kita tidak benar-benar kenal
Sebenarnya kita nggak mungkin sudah kenal segala sesuatu tentang seseorang secara keseluruhan.
Nggak peduli kalian sudah menjalani hubungan berapa lama, pasti ada hal tersembunyi, berubah, terlupa, atau hal baru yang terjadi di sepanjang hidup yang kita belum ketahui secara seksama.
Karena itu kita perlu untuk mengenal satu dengan lain secara lebih baik lagi…
… dengan begitu kalian akan mampu untuk menemukan berbagai aspek positif dari pasangan yang di mana bisa membuat kamu menjadi dekat, dipedulikan, bahkan merasa jatuh cinta kembali kepada dirinya.
Satu-satunya cara agar kalian bisa merasakan itu lagi adalah dengan meluangkan waktu untuk saling bicara, untuk topik yang bisa diangkat pun juga bebas, apapun yang kalian suka…
… bahas ulang topik yang pernah kalian bahas atau hal yang pernah kamu alami di masa lalu pun juga gak masalah.
Yang paling penting adalah kalian berdua harus saling memancing satu sama lain untuk bisa bercerita, bukan hanya sekadar jawaban pendek asal-asalan.
Beberapa pancingan pertanyaan yang mungkin bisa digunakan supaya kalian bisa cerita lebih jauh adalah sebagai berikut:
- “Apa alasannya kamu begitu?”
- “Ada kejadian atau pengalaman apa yang terkait dengan itu?”
- “Apa yang kamu rasakan waktu itu terjadi?”
- “Kenapa itu bagus atau penting untuk kamu?”
Sebenarnya ada pertanyaan lain yang bisa dikembangkan dari beberapa pertanyaan di atas, kamu bisa kembangkan sendiri.
Yang jelas tugas paling penting di sini adalah jangan sekalipun meledek, menghina, apalagi menyepelekan cerita yang dikeluarkan, baik dari kamu atau dari pasanganmu.
Terserah kamu dan pasangan mau menghabiskan waktu berapa lama untuk menghabiskan sebuah topik.
Bisa dibilang semakin lama semakin bagus.
Yang penting adalah kalian berdua saling bercerita dengan porsi yang sama.
Jadi gak satu pihak aja yang cerita.
Tentu saja ini dilakukan secara bergantian.
Mungkin masih bingung harus ngobrolin apa…
Kalaupun kamu dan pasanganmu bingung masalah kalimat pancingan yang bisa digunakan untuk ngobrol, tenang aja…
… yang perlu kamu lakukan adalah terus membaca artikel ini sampai habis, karena aku pun juga memberikan 69 topik yang bisa kamu gunakan bersama pasanganmu.
Topik sebanyak itu ada baiknya nggak langsung dihabiskan dalam satu waktu…
Gunakan topik itu satu persatu, sehingga kalian bisa menghabiskan topik tersebut dalam waktu 69 hari.
Hal yang perlu dilakukan adalah berusaha untuk memancing agar masing-masing dari kalian bisa bercerita lebih jauh tentang topik yang sedang dibahas.
Perlu diingat
Mungkin dalam beberapa hari pertama kalian saling bertanya akan terasa canggung dan sulit…
Hal yang bisa dilakukan adalah teruskan Saja.
Gak perlu pusing apakah kalian melakukannya dengan benar atau nggak.
Yang penting adalah kalian berdua jadi saling ngobrol dan mendengarkan satu sama lain.
Topik ngobrol 69 hari
Tentu aja ini merupakan hal yang kamu tunggu-tunggu…
Mungkin ada baiknya untuk memberikan bookmark pada halaman ini supaya ketika kamu ingin baca lagi gak perlu cari-cari lagi di google.
1. Jika bisa pilih siapa aja, siapa yang ingin sekali saya ajak makan malam?
Pada bagian ini kamu merupakan orang yang pertama kali harus bercerita.
Hal yang perlu kamu lakukan adalah bercerita lebih jauh, misalnya seperti di bawah ini:
- Apa alasannya kenapa kamu mau mengajak orang tersebut makan malam bersamamu?
- Sejak kapan kamu punya pikiran seperti itu?
- Kira-kira apa yang diperlukan agar itu bisa jadi kenyataan?
Oh iya, kamu bisa pilih siapa aja untuk orang yang ingin kamu ajak…
Gak harus orang yang kalian kenal…
… kamu bisa jawab artis atau mungkin selebgram yang kamu suka.
Setelah kamu selesai bercerita dari sisimu, sekarang kamu tinggal tanyakan hal yang sama kepada pasanganmu dan biarkan menceritakan siapa yang ingin dia ajak untuk makan malam bersama.
Jangan lupa untuk mencoba menggali informasi yang lebih dalam dari apa yang pasanganmu katakan.
Cara menggalinya sebenarnya sama seperti apa yang aku sudah jelaskan sebelumnya.
2. Siapa teman/sahabat terbaik yang kamu sangat percaya?
Pada bagian ini pasanganmu mendapatkan bagian untuk berbicara pertama kali.
Hal yang perlu kamu cari tahu di sini adalah sebagai berikut:
- Apa alasannya kok kamu merasa kalau dia adalah teman/sahabat terbaikmu?
- Ada kejadian apa aja yang berkaitan dengan mereka?
- Kapan pertama kali bertemu dengan mereka?
Biarkan dia untuk mengatakan apapun tentang teman/sahabatnya itu.
Karena pada dasarnya teman/sahabat itu merupakan orang yang bisa membantu proses perkembangan dari diri pasanganmu.
Setelah dia sudah menceritakan segala sesuatu tentang teman/sahabatnya itu, sekarang giliran kamu yang menjelaskan siapa teman/sahabat terbaikmu.
3. Apa tiga hal positif yang aku dan kamu sama-sama miliki?
Nah, di titik ini merupakan titik yang di mana kalian harus menggali bersama-sama.
Ada dua kata kunci yang bisa digunakan untuk menggali ini…
- Apa saja kejadian-kejadian yang terkait dengan itu?
- Apa keuntungan dari kompak memiliki hal-hal itu?
Kalau misal masih bingung tentang hal positif apa yang kalian berdua sama-sama miliki mungkin bisa digali lagi dengan pertanyaan berikut ini:
- Apakah kalian berdua memiliki hobi olahraga yang sama?
- Apakah kalian berdua suka berbagi dengan orang-orang yang ada di sekitar kalian?
Sebenarnya pada bagian ini ada baiknya untuk bersama-sama saling mengidentifikasi satu sama lain yang di mana nantinya semakin mmepererat hubungan kalian.
Setelah mengetahui bagaimana sifat yang dimiliki bersama-sama hal berikutnya yang bisa kalian lakukan adalah dengan cara mencoba berusaha menjadi lebih baik lagi atau mungkin menambah sifat positif yang kalian punya.
4. Jika aku jadi tokoh terkenal, saya mau dikenal seperti/karena apa?
Pada bagian ini kamu yang harus memulai percakapan lebih dulu.
Ada beberapa hal yang bisa digali dari sini…
Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
- Apa alasannya kenapa kamu ingin dikenal seperti itu?
- Sejak kapan kamu ada pikiran seperti itu?
- Apa yang akan aku rasain kalau itu bisa terjadi?
Untuk yang satu ini sebenarnya nggak masalah juga sih kalau misalnya kamu ingin menggunakan imajinasimu.
Seperti misalnya dikenal sebagai makhluk mitologi…
Kalaupun misalnya kamu ingin menjadi orang yang di kenal karena sesuatu yang lebih masuk akal sekalipun juga masalah…
Lagipula bermimpi itu kan gratis.
Setelah kamu mengutarakan isi kepalamu sendiri, kamu bisa minta pasanganmu untuk melakukan hal yang sama.
Jika di antara kalian berdua ternyata ada impian yang di mana masih masuk akal buat dicapai, ada baiknya untuk berdiskusi tentang bagaimana cara untuk mewujudkan impian kalian.
… tentu aja gak lupa juga untuk action mewujudkannya.
5. Apa yang mudah bikin kamu tertawa?
Pada bagian ini pasanganmu akan menjawab pertanyaan ini duluan.
Kamu bisa menggali informasi dengan menanyakan dua hal ini:
- Apa alasannya kok dia bisa mudah tertawa?
- Adakah pengalaman yang selalu bikin dia merasa geli atau tertawa lagi kalau diingat?
Memang pertanyaan ini bisa dibilang adalah sebagai pertanyaan yang absurd.
Walaupun kalau kamu juga memiliki kemungkinan untuk bisa melakukan hal yang sama agar dia bisa merasa bahagia.
Setelah dia selesai memberikan penjelasan kepadamu, maka giliran kamu yang berbicara.
Kamu juga harus berusaha untuk bisa memberikan informasi yang cukup jelas kepada pasanganmu.
6. Tiga hal bikin kita harmonis sekali di awal hubungan adalah?
Pada bagian ini kalian berdua harus bersama-sama menggali.
Beberpa kalimat pancingan yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:
- Apa aja kejadian yang paling memorable terkait hal itu?
- Seberapa sering kita melakukan itu sekarang?
- Apa yang bisa kita lakukan untuk memancingnya lagi?
Dengan menggunakan pertanyaan itu diharapkan kalian berdua bisa saling memberikan masukan antara satu sama lain.
Karena dengan begitu kalian bisa mendapatkan cara untuk bisa mnejadi lebih harmonis dan bisa menjalani hubungan lebih baik lagi.
Cukup segitu dulu ya…
“Loh? Katanya ada 69, kok ini cuma ada 6 aja?”
Iya, aku hanya kasih 6 topik obrolan aja…
Selain itu sebenarnya artikel ini pun juga nggak begitu lengkap kalau dibandingkan dengan sumber aslinya.
Artikel dikutip dari buku yang berjudul “Dari Hati Ke Hati” yang dibuat oleh Lex dePraxis yang di mana beliau merupakan seorang Relationship Coach dari Kelas Cinta.
Aku sebenarnya sangat menyarankan kamu untuk beli buku itu, karena dengan buku tersebut bisa digunakan untuk bisa menjadi contekan di kemudian hari tanpa harus susah-susah mencari di Google.
Bisa diimprovisasi
Oh iya, aku baru ingat…
Sebenarnya beberapa pertanyaan pancingan yang sudah aku berikan sebelumnya itu bisa diimprovisasi sesuai dengan jawaban dari kamu atau pasanganmu.
Kalian berdua ada baiknya melakukan improvisasi untuk bisa menggali jawaban yang jauh lebih banyak.
Harapannya dengan kalian berdua memiliki lebih banyak informasi yang ada pada dirimu sendiri dan pasanganmu, kalian berdua bisa lebih menyayangi pasangan dan hubungan yang sudah kalian jalin dalam waktu yang nggak sebentar ini.
Imrpovisasi yang aku maksud sebenarnya adalah jangan pakai pertanyaan yang di mana jawabannya hanya “ya” atau “nggak”, tapi ada baiknya kalau kalian coba untuk gali lebih dalam tentang pasangan kalian.
Semoga kalian berdua bisa terus bersama sampai dengan maut memisahkan kalian berdua…
Aamiin.
Penutup
Akhirnya kita masuk ke dalam bagian akhir dari artikel ini.
Sebenarnya dengan mencoba untuk kembali menggali kecocokan di antara kamu dan pasanganmu, diharapkan bahwa kalian berdua bisa tumbuh lagi rasa ketertarikan di antara kalian.
Dengan begitu kalian berdua nggak akan merasa bosan dengan hubungan yang kalian jalani bersama.
Jika kamu ada uneg-uneg yang ingin disampaikan atau barangkali kamu sudah mencoba menggunakan pertanyaan yang sudah aku jelaskan sebelumnya bisa tuliskan testimoni yang kamu rasakan di kolom komentar.
Terima kasih sudah mau baca artikel ini.
Satu pemikiran pada “Cara Ngobrol Dari Hati ke Hati”