5 Perbedaan Dropship dan Reseller

 

5-perbedaan-dropship-dan-reseller

Dropship dan reseller

Mungkin kedua istilah ini sudah akrab di telingamu, tapi kamu mungkin juga belum mengerti arti sebenarnya apa

Nah di artikel kali ini aku bakalan menjelaskan perbedaan antara dropship dengan reseller.

Dropship

Dropship ini merupakan metode menjualkan barang milik orang lain, namun kita gak stok barang-barang yang ingin kamu jual.

Masalah stok hanya akan menjadi urusan untuk produsennya.

Nanti barang yang dikirim oleh produsen akan dikirimkan menggunakan namamu.

Sehingga seakan-akan kamu yang menjual barang tersebut.

 

Reseller

Reseller ini adalah menjualkan produk milik orang lain, namun kita membeli dulu produknya…

Sehingga di sini kamu akan punya stok barang yang nantinya akan kamu jual.

Kalaupun barangnya nanti harus dikirim, ya tentu kamu yang akan mengirim barang tersebut, sehingga kamu bisa menggunakan namamu di situ.

Nah dari sini sudah terlihat kan perbedaan antara keduanya.

Sekarang, aku akan jelaskan lebih lanjut mengenai Dropship dan Reseller ini dan bagaimana beda dari keduanya.

Untuk bisnis-bisnis yang bisa dijalankan pada saat ramadhan yang mungkin saja bisa menjadi bisnis utama kamu, silahkan baca 15 Ide Bisnis Ramadhan Menarik.

 

Modal

Untuk modal, antara dropship dan reseller memiliki perbedaan.

Modal yang diperlukan untuk menjadi dropship itu hanyalah pulsa (mungkin) dan paket data.

Nanti begitu ada pesanan, nantinya akan kamu lanjutkan kepada yang punya barang untuk dicek stoknya dan dikirimkan kepada pembeli.

Sehingga kamu hanya perlu melakukan chat kepada

Sementara jika menjadi reseller, kamu harus beli barangnya terlebih dahulu.

Belinya pun gak 10 item, tapi banyak, 2 lusin atau mungkin bisa sampai dengan 100 buah barang.

Jelas ini membutuhkan biaya besar serta memerlukan tempat untuk menyimpan barangnya.

 

Keuntungan yang bisa didapatkan

Untuk yang satu ini memang dropship kalah.

Apalagi jika barang yang dijual memang sudah dari sananya mahal, pasti susah untuk bisa mengambil keuntungan yang banyak, persaingannya semakin susah.

Untuk reseller sendiri, karena membeli barangnya bukan eceran melainkan secara grosir, dalam jumlah besar…

Maka dengan begitu reseller bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran.

Ini yang menyebabkan orang yang menjual barang secara reseller bisa mendapatkan keuntungan yang besar dengan cara menjual di harga pasaran.

Semakin banyak barang yang dibeli tentunya juga akan membuat harga barang semakin murah…

Tentu ini bisa semakin meningkatkan keuntungan dari setiap penjualan produk.

 

Strategi pemasaran

Dropship dan reseller ternyata memiliki perbedaan di cara memasarkan produknya.

Dropship sendiri hanya bisa menjual barangnya secara online, melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan website atau bisa menjualnya di marketplace…

Cuma emang sih, kebanyakan orang-orang yang melakukan dropship itu cenderung melakukannya dengan menggunakan media sosial dibandingkan dengan marketplace.

Sementara reseller bisa memiliki dua pilihan, yaitu menjual secara langsung maupun secara online.

Kenapa reseller bisa melakukan dua jenis strategi pemasaran?

Karena reseller memiliki stok produk yang akan dijual.

Semisal dia membuka toko sendiri juga bisa, karena ada stok yang bisa dipajang.

Selain strategi pemasaran, mungkin ini hanya berlaku untuk jualan online aja sih.

Kadang ada pembeli di luar Jakarta, apalagi yang luar pulau yang ingin mencari penjual yang lokasinya lebih dekat dengan kota mereka.

Rata-rata dropship itu barangnya terdapat di Jakarta, sebenarnya tergantung dengan di mana tempat kamu melakukan perjanjian dengan produsen.

Namun kan ketergantungan sekali.

Sehingga ongkos kirim pun nanti bisa melambung tinggi.

Ini berbeda dengan semisal kamu menjadi reseller.

Kamu bisa mendekatkan produk yang kamu jual kepada pelangganmu.

Dengan begitu ongkos kirim yang harus dibayarkan pun juga bisa menjadi lebih murah karena antara kamu sebagai penjual dengan pembeli jaraknya gak terlalu jauh…

Mungkin bisa saja kamu dan pembeli masih satu kota, sehingga bisa menggunakan jasa ojek online untuk mengantarkan produkmu.

 

Risiko

Risiko dari penjualan secara dropship dan reseller juga beda.

Dropship gak perlu begitu ragu apabila barang yang dijualnya gak laku di pasaran, karena mereka hanya bayar barangnya ketika barang itu akan dibeli konsumen.

Sementara untuk reseller, tentu ada rasa khawatir apabila barang yang dijual gak laku…

Apalagi kalau misalnya jumlah barang yang distok juga lumayan banyak, tentu akan sangat terasa kerugiannya apabila barang yang dijual gak laku.

Dengan risiko yang seperti itu, mungkin kalau kamu ragu untuk menjalankan bisnisnya, kamu bisa menjual produk secara dropship dulu aja.

 

Fokus pekerjaan

Mungkin masalah satu ini merupakan perlu diperhitungkan untuk menjalankan bisnis.

Apalagi ini untuk kamu yang menjalankan bisnis ini sebagai usaha sampingan.

Kalau dropship kamu gak mengurusi ribetnya cek stok barang serta packing barang.

Karena semuanya akan dilakukan oleh produsen.

Namun hal ini menyebabkan kamu harus sering-sering menjalin komunikasi dengan pihak produsen untuk memastikan bahwa stok barangnya ada.

Hal ini yang kadang suka memberikan permasalahan tersendiri untuk para calon pembeli akhir yang di mana sedang menanyakan stoknya ada atau nggak…

Karena memang pihak penjual harus menanyakan dulu ke pihak produsen terlebih dahulu.

Jika produsen lama bales chatnya, ini yang menyebabkan komunikasi terhambat.

Dengan adanya hambatan komunikasi ini, bisa membuat calon pelanggan bisa saja hilang begitu aja.

Sementara kalau kamu merupakan reseller, maka kamu akan melakukan cek stok barang dan packing sendiri, karena barangnya ada di kamu.

Namun karena kamu sendiri yang tahu berapa jumlah stok yang kamu punya, makanya kamu gak perlu begitu khawatir dengan masalah chat dibales lama, karena semuanya ada di dalam kendalimu.

Kalau dropship kamu cuma fokus untuk mencari pelanggan aja…

Sementara kalau reseller, kamu fokus mencari pelanggan, melakukan packing, dan juga melakukan pengiriman barang kepada konsumen.

 

Kalau disuruh memilih?

Kalau disuruh memilih antara dropship dengan reseller, aku sendiri pada awalnya akan pilih dropship terlebih dahulu.

Karena risikonya yang jauh lebih ringan daripada dengan reseller sama sekalian liat dulu respon pasarnya seperti apa.

Namun ketika bisnis sudah menjadi besar, jumlah orang yang pesan menjadi lebih banyak, ada baiknya juga untuk memikirkan menjadi reseller.

Karena keuntungan yang bisa didapatkan bisa menjadi lebih banyak, selain itu juga ada ketenangan hati di pada saat ada orang yang tanya apakah barang tersedia? Atau mungkin bahasa kerennya “ready gan?”

Ya mungkin ada baiknya juga apabila ketika menjadi reseller, kamu gak stok langsung banyak dulu, ambil eceran dulu, cuma agak banyakan gitu…

Misal 1 lusin dulu gitu, biasanya kan kalau segitu udah dapet diskon, walaupun memang gak seberapa.

Yang penting itu barangnya habis terjual dalam waktu yang gak begitu lama dulu.

Kalau permintaan semakin banyak ya stoknya sedikit dilebihi dulu.

Ambil amannya aja sih kalau aku.

Ya mungkin segitu dulu untuk artikel kali ini.

Memang antara dropship dengan reseller ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Ya gak sedikit juga orang yang bisa sukses melalui usaha dropship maupun reseller.

Yang jelas sih harus dijalankan dulu bisnisnya supaya bisa tahu sukses apa nggaknya.

Jika kamu mau menyampaikan sesuatu tentang artikel ini, mungkin kamu bisa tuliskan semuanya di kolom komentar.

Terima kasih sudah membaca artikel ini.

Tinggalkan komentar