Risiko Hubungan Jarak Jauh

idkiswara.com – Menjalani hubungan jarak jauh atau biasa disebut dengan Long Distance Relationship (LDR) memang nggak mudah.

Banyak hal yang diuji ketika menjalani hubungan ini.

Orang-orang yang menjalani LDR pun penyebabnya juga bermacam-macam…

Ada yang karena harus melanjutkan pendidikannya di kota lain, ada juga yang karena pekerjaan yang mengharuskannya pergi ke tempat lain.

Nah, berikut ini merupakan beberapa risiko yang harus siap untuk dijalani kalau kamu harus LDR.

Risiko Hubungan Jarak Jauh (Long Distance Relationship/LDR)

1. Nggak bisa ketemu setiap saat

Ini merupakan risiko yang paling jelas terlihat kalau kamu menjalani hubungan jarak jauh alias LDR.

Jarak yang jauh ini bikin kalian nggak bisa nemuin pasangan setiap saat.

Seenggaknya kamu baru bisa bertemu dengannya ketika kamu datang ke untuk mengunjungi dia atau ketika dia yang menungunjungi kamu.

… tentu aja untuk yang satu ini nggak bisa dilakukan sering-sering, apalagi kalau waktu yang diperlukan untuk melakukan perjalanan agar bisa ketemu memerlukan waktu yang panjang, belum ditambah kalau misalnya perlu mengurus legalitas dulu sebelum akhirnya bisa melakukan perjalanan…

Kalau kamu bingung dengan legalitas yang aku maksud ini biasa terjadi untuk mereka yang LDR-nya sampai beda negara.

Walaupun sudah ada kemajuan teknologi yang di mana bisa digunakan untuk mengurangi rasa kangen yang sedang kalian rasakan, namun tetap saja semua itu nggak bisa menggantikan interaksi secara fisik.

2. Pertemuan yang melelahkan

Memang, bisa ketemuan itu merupakan hal yang bisa bikin kamu dan pasanganmu jadi makin semangat…

Cuma untuk kalian bisa ketemu itu biasanya bakal bikin kamu atau dia ngerasa capek…

Capek yang dirasakan itu sebenarnya ada di waktu perjalanan berjam-jam.

Memang semua rasa capek itu nantinya akan terbayar dengan kalian bisa bertemu dan membuat momen-momen indah bersama.

Namun tetap saja ini pun juga perlu dipersiapkan dengan matang sebelum akhirnya bisa bertemu.

3. Pengeluaran lebih tinggi

Secara nggak sadar mungkin pengeluaran kalian berdua jadi lebih besar ketika kalian menjalani hubungan secara LDR.

Baca Juga:   Pesan Untuk Pacar LDR

Contoh yang paling jelas adalah biaya traveling agar kamu dan dia bisa ketemu.

Kalau misalnya harus ketemu kan harus ada uang yang perlu disiapkan untuk transportasi, sewa tempat menginap, makan, dan lain-lain.

Itu semua untuk sekali pertemuan…

Mungkin biaya itu pun juga bisa berkurang kalau misalnya kamu atau pasanganmu ini bisa datang ke rumah orang tua atau saudara.

Selain itu nggak jarang juga biaya untuk pulsa juga akan lebih boros…

Borosnya ini cenderung habis untuk sekadar telpon atau paket data agar kalian bisa saling ngerti kabar satu sama lainnya.

Sebenarnya nggak etis juga sih kalau ngomongin uang di dalam hubungan asmara…

Cuma ini nggak jarang hal kayak gini ini akhirnya bikin kalian bertengkar…

Apalagi kalau ditambah dengan cuma satu pihak aja yang boros, sementara pihak lainnya nggak…

Contoh yang mungkin cukup relate adalah kalau salah satu di antara kalian tersedia jaringan wifi sementara pihak yang lannya nggak.

Kalau misalnya orang yang ada wifi ini pengen untuk sering-sering video call sementara yang satunya lagi harus mengandalkan kuota, jelas nantinya orang yang selalu menggunakan kuota ini akan protes gara-gara harus keluar uang lebih banyak untuk beli paket internet.

4. Kemungkinan salah paham lebih besar

Ini biasanya terjadi kalau lewat chat…

Karena komunikasi lewat tulisan itu kita sama sekali nggak ngerti bagaimana intonasi yang mau disampaikan oleh lawan bicaramu.

Karena satu buah kalimat itu bisa kasih arti yang beda tergantung dari bagaimana cara pengucapannya.

Percaya deh, hal kayak gini pun juga bisa bikin bertengkar lho…

Sayangnya hal seperti ini pun juga bisa terjadi walaupun kalian sudah lama dalam menjalani hubungan…

Jadi ada baiknya untuk bisa merangkai kalimat yang nggak bikin orang lain salah tangkap dengan maksud yang sebenarnya ingin kamu sampaikan.

5. Masalah kepercayaan

Memang benar, LDR itu hanya untuk mereka yang emang kuat.

Karena kita sama sekai nggak tahu apa yang dilakukan oleh pasangan kita jauh di sana.

Baca Juga:   16 Tips Cara Menjaga Hubungan LDR

Kepercayaan ini merupakan hal yang paling peniting dalam hubungan LDR…

Kalau ada salah satu pihak yang nggak bisa percaya kepada pasangannya, bukan nggak mungkin kalau kalian bakal sering berantem gara-gara dituduh selingkuh.

Cuma kadang ada juga sih yang manfaatin kepercayaan dari pasangan untuk selingkuh…

Cukup ingat satu hal aja sih kalau kamu atau pasanganmu selingkuh selama kalian menjalani LDR…

“Orang selingkuh itu ibarat dia tahu kalau ada pencuri yang mau masuk ke dalam rumahnya malah justru dibukain pintu dan dipersilahkan masuk”

Jadi kalo misalnya pasanganmu selingkuh, yang harusnya disalahkan itu pasanganmu, bukan orang yang ngegodain pasanganmu.

6. Interaksi harus terus-menerus dijadwalkan

Sebenarnya untuk masalah yang satu ini nggak cuma untuk mereka yang sedang menjalani LDR…

Mereka yang nggak LDR sekalipun juga kadang perlu untuk menjadwalkan interaksi mereka.

Mereka yang perlu untuk bikin jadwal interaksi ini sebenarnya untuk mereka yang mungkin kerjanya ada sistem shift.

Untuk mereka yang LDR ini mungkin bisa dibilang baru kerasa banget kalau misalnya sudah beda zona waktu…

Karena dengan adanya perbedaan zona waktu bisa dibilang penyesuaian waktu untuk bisa komunikasi pun juga perlu dilakukan.

Tentu aja harus ada salah satu pihak yang harus mengalah agar bisa komunikasi secara nyaman.

Namun kalau perbedaan zona waktunya belum begitu signifikan, mungkin sekitar 1-3 jam, mengatur jadwal interaksinya nggak begitu ribet.

Kalau misal perbedaannya ada 7 jam atau mungkin lebih, ini yang bisa aku bilang “sangat menantang”.

Karena kalian berdua pasti punya kesibukan juga di tempat masing-masing, kadang harus mengorbankan waktu istirahat hanya untuk sekadar berbagi kabar…

7. Bosan

Hal yang satu ini pun juga biasa terjadi karena intensitas pertemuan yang rendah.

Selain itu hal ini juga ditambah dengan komunikasi terbatas yang akhirnya bisa bikin hubungan yang kalian jalani sangat membosankan.

Apalagi kalau yang dibahas pun juga cuma itu-itu aja…

Ada baiknya kalau kamu punya variasi topik obrolan.

Baca Juga:   LDR Rentan Putus

Obrolan ini pun juga bisa semkain berkembang lagi kalau misalnya ditambah dengan kalian berdua sama-sama ngulik hobi baru.

Kalau misalnya masih bingung seperti apa sih “pancingan” ide obrolannya, munkgin kamu bisa baca kumpulan bahan obrolan LDR.

8. Kesepian

Sebenarnya untuk yang satu ini merupakan hal yang dialami oleh mayoritas orang yang menjalani LDR.

Ngerasa kesepian ini biasanya juga bisa jadi celah buat salah satu pihak untuk selingkuh.

Sebenarnya ini juga ada hubungannya dengan beberapa poin sebelumnya…

Yaitu gara-gara ada yang “bukain pintu”.

Jadi tentu aja orang selingkuh ini bukan karena ada orang yang godain.

Bahkan ada beberapa orang yang di mana dia selingkuh karena nggak digoda orang lain, malah dia sendiri yang godain yang lain…

Seandainya emang dia dari awal sudah komitmen dengan hubungannya, kalau misalnya dia sadar ada orang lain yang godain dia, harusnya dia ngelakuin tindakan lah supaya nggak begitu diganggu lagi.

Bisa dengan cara ngomong kalau udah punya pasangan terus minta supaya nggak digoda lagi atau menghindari si penggoda itu.

Cuma kalau misal malah pasanganmu sendiri yang justru godain yang lain, ini yang jadi masalah…

Kalau misalnya aku ingat, mungkin bakal aku bahas di artikel lainnya.

Baca juga: tipe pasangan yang rentan putus ketika menjalani LDR.

Kesimpulan

Tentu aja nggak ada orang yang mau untuk menjalani LDR…

Karena menjalani LDR itu merupakan sebuah tantangan yang berat dan nggak semua orang mampu untuk menjalani hubungan yang seperti itu.

Namun karena adanya tuntutan, akhirnya mereka harus terpaksa menjalani LDR.

Untuk kamu yang sedang menjalani LDR, semoga kamu dan pasanganmu tetap diberi kekuatan, kalian berdua pun juga harus yakin kalau nantinya kalian akan kembali bersatu lagi.

Yah…

Mungkin segini dulu aja ya untuk artikel kali ini.

Kalau kamu ada sesuatu yang ingin disampaikan, entah itu pertanyaan atau mungkin hal lainnya, bisa tulis di kolom komentar.

Terima kasih sudah mau membaca artikel ini.

Tinggalkan komentar