5 Pelajaran Berharga Setelah Putus Cinta

5-pelajaran-berharga-setelah-putus-cinta

Di masa pandemi seperti ini banyak orang yang ternyata kehilangan pasangannya.

Entah itu kehilangan gebetan, pacar, atau mungkin dengan suami atau istri kamu.

Memang itu merupakan hal yang gak mengenakan untuk dialami.

Kalau mungkin cuma gebetan mungkin gak bakal terlalu sakit, namun jika itu merupakan pacar atau mungkin suami atau istri kamu, tentu saja itu akan menyakitkan buat kamu.

Biasanya yang bikin sakit itu bukan dari apa yang dia lakukan, namun dari lamanya hubungan yang sudah kalian jalani bersama.

Rasa sakit itu bisa berupa perasaanmu yang sakit atau mungkin bahkan badanmu merasakan sakit karena kamu putus cinta itu.

Biasanya orang yang merasakan sakit di badannya adalah di bagian dada.

Padahal yang tersakiti perasaannya aja, tapi bisa sampai memberikan rasa sakit yang nyata buat yang mengalaminya…

Tapi terlepas dari rasa sakit yang ditimbulkan itu, tentu aja dari kejadian putus cinta itu ada pelajaran berharga yang bisa diambil dari sana.

5 pelajaran berharga setelah putus cinta

Baiklah pada bagian ini saatnya untuk memberi tahu kepada kamu pelajaran apa aja yang bisa diambil dari putus cinta yang kamu alami.

1. Mengenal kelemahan diri

Setelah putus cinta biasanya kamu akan menjadi galau dan terus memikirkan runtutan kejadian pada saat kamu putus itu.

Ketika kamu memikirkannya maka kamu akan menemukan kelemahan dari diri kamu sendiri.

Misal seperti ini:

  • “Kenapa aku kok orangnya cemburuan?”
  • “Kenapa aku mudah marah-marah?”
  • “Kenapa aku mudah tergoda?”
  • Dan berbagai kelemahan lainnya

Kamu akan bisa menganalisa diri kamu sendiri, kamu akan mencari tahu apa yang membuat hubunganmu itu menjadi nggak berjalan dan akhirnya kandas.

Karena kalau kamu baik-baik saja, tentu juga gak mungkin dong kamu menganalisa diri kamu sendiri…

Tentu ada beberapa orang yang mungkin iseng menganalisa dirinya sendiri sesekali, namun itu kan jarang sekali.

Kamu bisa menganalisa kenapa diri kamu merasa gak bahagia, entah dengan dirimu sendiri, hubunganmu, atau segala macam aspek yang terjadi di dalam hidupmu sehingga akhirnya membuat hubunganmu dengan pasanganmu menjadi kandas.

Karena kalau kamu tahu apa yang salah dengan dirimu, maka kamu akan dapat dengan mudah dalam memperbaiki dirimu sendiri.

Sehingga analisa diri sendiri dan mengevaluasi diri sendiri ini sangat diperlukan untuk bisa membuat diri kamu menjadi jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Kalau bisa buat daftar kekurangan diri kamu sendiri di sebuah catatan, fungsinya adalah supaya kamu bisa mengingat apa sih kekurangan kamu, dan dengan adanya catatan kamu akan lebih mudah untuk mengingat semua kekurangan kamu.

Biasanya juga orang putus cinta itu akan menjadi orang yang jauh lebih bijaksana dibandingkan sebelumnya…

Seperti suka dengan quote-quote percintaan…

Gak jarang juga orang-orang yang putus cinta itu juga akan membuat quote-quotenya sendiri.

2. Menjadi lebih mengerti dinamika hubungan

Kita biasanya juga akan mengulang-ulang ingatan tentang pertengkaran, konflik, kata-kata yang dilontarkan pada saat sebelum akhirnya memutuskan untuk berpisah.

Biasanya kita seperti itu karena kita sedang mempelajari apa yang salah dalam hubungan kita.

Seperti ini misalnya

“Apa yang membuat kita merasa dikecewakan?”

Misal kalau kamu merasa dikecewakan karena dia cuek dan gak berubah sampai dengan akhir hubungan

Atau mungkin pada saat kamu dan dia lagi marahan gak bisa ngombong yang baik-baik, maksudnya seperti ngotot gitu lo…

Atau mungkin ketika kamu ngambek kok sering kali nge-block

Biasanya yang sering jadi korban diblock ini merupakan cowok-cowok…

Karena biasanya mereka sibuk dengan kerjaan atau kesibukan mereka hingga akhirnya lupa dengan chat pasangannya.

Padahal chat sendiri itu memerlukan waktu yang kurang dari 1 menit.

Misal kalau kamu lagi repot, mungkin kamu bisa langsung chat dia kalau kamu lagi repot, terus kamu nanti baru bisa hubungin dia lagi jam makan siang atau mungkin jam berapa.

Apalagi kalau cewek yang menjadi pasangan kita itu bukanlah orang yang sabar menunggu, gak dibales bentar aja sudah ngambek.

Mangkanya itu perlu diberi pengertian dengan cara memberitahu bahwa kita sedang sibuk dan nanti kita akan menghubunginya lagi setelah gak sibuk.

Untuk menjaga hubungan itu gak cukup hanya dengan kerja dan mempersiapkan uang, namun harus saling investasi dengan pasangannya.

Mungkin kamu bingung dengan apa yang dimaksud dengan investasi, investasi yang dimaksud adalah investasi perasaan, cinta, waktu, perhatian dan lain sebagainya yang diperlukan dalam menjalani sebuah hubungan.

Uang juga diperlukan dalam investasi hubungan, namun itu hanyalah satu bagian kecil aja, masih banyak aspek lain yang harus diperhatikan

Harus kedua belah pihak yang melakukan investasi ini, gak bisa salah satu pihak aja, karena nantinya hubungan akan menjadi menyakitkan, terutama pihak yang lebih banyak melakukan investasi.

Bukan seperti kamu yang membutuhkan dia tapi dia sama sekali gak butuh kamu, bukan seperti itu, harus keduanya saling membutuhkan.

Harus sama-sama bilang kangen, bilang sayang, gak bisa salah satunya aja yang sering bilang gitu.

Karena semakin kamu mengejar pasangan atau menuntut pasangan untuk berubah, gak bakalan bisa harmoni hubungannya.

Kalau misalnya kamu cuek, tapi pasanganmu ngejar-ngerjar kamu terus, begitu kamu fokus ke dia, dia malah jadi cuek, ini merupakan hubungan yang gak sehat, dan mending harus diakhiri aja untuk hubungan yang seperti ini…

… apalagi kalau itu sering terjadi, mending diakhiri sesegera mungkin saja.

Kalau misalnya kamu yang masih pacaran itu putus gitu misalnya, jangan ngejar-ngejar mantan kamu, karena biasanya dia akan ilfil dan akhirnya nge-block kamu.

Mending kalau kamu cari pasangan itu yang emang bisa mengekspresikan perasaannya ke kamu, jangan nyari orang yang cuek…

Karena nantinya kamu akan mati-matian untuk investasi sementara dia cuma biasa-biasa aja, yang ada nantinya kamu akan menjadi makan ati sendiri.

Selain itu juga terus mengalah juga gak baik untuk hubungan ke depannya, keduanya harus sama-sama saling ngalah, gak bisa satu menang terus, sementara yang satu ngalah terus.

3. Jadi lebih realistis dalam hidup

Tadinya sebelum kamu putus cinta, dunia serasa indah, pengen berduaan mulu, pengen terus bersana dia, selalu memikirkan dia.

Hal ini terjadi karena kita selalu dicekoki tentang cinta melalui film, lagu, drakor, novel…

Padahal nyatanya realitanya gak seperti itu.

Cinta aja gak cukup untuk menjaga sebuah hubungan, harus ada usaha dari kalian berdua…

Rasa cinta itu bisa pudar, orang yang baik pun juga bisa berubah menjadi gak baik.

Setiap orang juga dasarnya egois, kamu berkorban karena ingin mendapatkan sesuatu dari dia, begitu juga dia, dia juga melakukan sesuatu karena dia ingin mendapatkan sesuatu dari kamu.

Jangan menyamakan kehidupanmu seperti di drakor, film, lagu, ataupun novel.

Cinta itu harus dijaga, di-maintainance saling investais, saling bilang “I love you”, saling kasih surprise, saling mengekspresikan rasa cinta, berantem pun juga harus berantem yang baik-baik.

Gak ada orang yang sempurna di dunia ini, begitu pun kamu, kamu juga bukan orang yang sempurna.

Dia yang menerima kamu apa adanya juga bisa gak menerima kamu lagi karena kamu melakukan sejumlah kesalahan yang akhirnya membuat dia menjadi ilfil sama kamu.

Biasanya juga orang menjadi malas untuk mempelajari ilmu cinta hanya karena mereka sudah mengetahui semuanya lewat film, musik, drakor, novel, atau mungkin juga puisi-puisi tentang cinta…

Padahal cinta itu bisa dipelajari dan nyatanya gak semudah seperti yang dibilang di karya seni yang aku sebutkan tadi.

Akhirnya dalam menjalani sebuah hubungan itu dilandaskan berdasarkan khayalan yang ada di karya seni itu tadi.

Ketika terhantam oleh realita bahwa kehidupan itu tak seindah yang ada di karya seni, baru dia tersadar dan mulai mencari ilmu cinta yang sesungguhnya.

Oke kembali lagi…

Analisa kekurangan diri dan kekurangan pasangan, karena cinta aja gak cukup untuk menjalankan hubungan dalam jangka waktu yang lama.

Mungkin dalam 6 bulan pertama hubungan cukup cinta aja dalam menjalankan hubungan, tapi setelah itu sudah mulai butuh usaha dalam menjalankan hubungan, butuh saling memahami, saling cerita, saling toleransi, saling komunikasi.

Mungkin kamu akan menemukan penyesalan dan kekecewaan ketika menjalani hubungan tersebut.

Nah kamu perlu mengantisipasi itu ketika menjalani hubungan yang baru, apalagi ketika kamu sudah menikah, karena menikah itu jauh lebih rumit dibandingkan dengan pacaran…

Harus lebih realistis, seperti misalnya ada biaya yang harus ditanggung dalam menjalani hubungan tersebut.

Biaya tersebut misalnya biaya listrik, air, dan makan untuk dua orang selama sebulan, maka dari itu perlu banget yang namanya memiliki penghasilan untuk bisa mendapatkan uang, karena kalau gak punya penghasilan ya gak bisa menghidupi kamu dan pasanganmu.

Ketika kamu putus cinta, itu bakal bisa membuat kamu lebih realistis, kembali menapak ke bumi, karena biasanya ketika kamu jatuh cinta itu kamu seakan-akan menjadi terbang ke angkasa yang tinggi karena kamu sendiri dibuat terbang oleh khayalanmu sendiri.

Setelah putus biasanya kamu akan kembali lagi ke tanah.

4. Kebahagiaan itu datang dari diri sendiri

Ketika kamu putus kamu biasanya kehilangan kebahagiaan, kehilangan rasa dalam melakukan apapun, sepertinya gak bisa bahagia lagi.

Seharusnya kamu jangan menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain, walaupun itu pasanganmu sendiri.

Karena kalau kamu nanti kehilangan orang tersebut kamu akan menjadi sedih dan kehilangan semangatmu.

Biasanya cewek kalau sudah seirus biasanya dia bakal meninggalkan dunianya sendiri…

Seperti gak pernah berkumpul dengan teman-temannya, gak melakukan hobinya, tiap hari cuma memikirkan cowoknya terus…

Karena dia gak punya sumber kebahagiaan lain selain dari cowoknya.

Begitu hubungan mereka putus, rasanya seperti mau mampus…

Karena kesepiannya menjadi berasa banget.

Karena gak ada orang yang ada orang disekeliling dia, dan dia pun menjadi hancur sejadi-jadinya.

Penting sekali untuk gak menggantungkan kebahagiaan kepada pasangan.

Lebih baik mencari sumber kebahagiaan sendiri, lakukan apapun yang bisa bikin dirimu happy, tentu juga selama gak menganggu orang lain atau mungkin malah melakukan sesuatu yang melanggar norma agama dan hokum yang berlaku…

Sayangi diri kamu sendiri lebih daripada sayang kamu kepada pacar kamu.

Karena nanti kalau kamu sudah sangat sayang terhadap diri sendiri, biasanya rasa sayang itu akan “tumpah” kepada orang lain yang ada di sekitar kamu.

Tentu orang lain juga akan merasakan perasaan positif dari kamu yang di mana selalu bahagia dengan diri kamu sendiri.

Rasa sayang kepada diri sendiri harus menjadi nomor satu dibandingkan dengan apapun yang kamu sayangi.

Karena kalau kamu menomor dua kan rasa sayang kepada pasangan kamu, kalau kamu putus emang sakit, galau sih, tapi gak sesakit kalau kamu membuat rasa sayang ke pasangan itu menjadi nomor satu…

Karena kamu cuma kehilangan yang nomor dua aja, bukan yang nomor satu.

Jadi sebelum kamu berpasangan, kamu pada dasarnya harus bahagia terlebih dahulu.

Waktu jomblo biasanya kamu akan menjadi sayang banget sama diri kamu sendiri, lebih merawat diri sendiri dan setelah berpasangan rasa sayang ke diri sendiri juga akan menurun seiring berjalannya waktu.

Itu terjadi karena kamu mulai memprioritaskan pasangan kamu lebih dari diri sendiri.

Jadi jangan mencari pasangan karena kamu merasa kesepian dan gak bahagia.

Yang paling sakit waktu putus cinta itu bukan kehilangan pasanganmu, tapi kehilangan diri sendiri…

Kamu seperti gak kenal sama diri sendiri, dunia menjadi terasa asing, karena diri kita ada sama pasangan dan setelah dia pergi meninggalkan kamu, kamu menjadi bingung.

Prioritaskan diri sendiri bukan dengan menjadi egois dan resek…

Melainkan kamu harus memberikan apa yang pasanganmu mau, harus saling memenuhi egoisnya kamu dengan pasangan kamu.

Kalau kamu harus ngalah, dia juga harus ngalah.

Ini yang dinamakan egois mutualisme.

Ada yang bilang kalau menjalani hubungan itu jangan menggunakan hati supaya kalau ditinggal gak akan begitu menyakitkan…

Kenyataannya gak begitu, kamu harus tetap menggunakan hati kamu ketika menjalani sebuah hubungan, karena kalau gak menggunakan hati, maka kamu akan merasa terpaksa untuk menjalani hubungan tersebut.

5. Jadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa

Setelah belajar dari kelemahan dan memberbaiki kelemahan tersebut, maka kamu akan menjadi lebih baik, sehingga hubungan berikutnya akan menjadi jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Cuma gak sedikit orang yang hanya melihat dari sisi negatif dari putusnya sebuah hubungan…

Sehingga akhirnya menjadi takut untuk menjalani hubungan yang berikutnya.

Mungkin di hubungan sebelumnya kamu sendiri mudah ngambek, ya di hubungan yang sekarang kamu jangan mudah ngambek lagi.

Buat hubungan berikutnya menjadi jauh lebih indah, menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Ketika kita sudah belajar sisi positif dari putusnya hubungan, jadi lebih realistis, kamu akan menjadi orang yang lebih kuat.

Ketika ada orang yang sepertinya sempurnya, suatu saat nanti pasti akan membuat kesalahan juga…

Sehingga kamu juga jangan sedikit-sedikit menuntut pasangan.

Bilang aja “Aku sudah melakukan ini buat kamu, kamu harus melakukan ini juga buat aku”.

Kalau nanti dia meremehkan, gak mau usaha juga, ya mending sudahi aja hubungan kalian, karena dia sendiri aja gak mau investasi ke dalam hubungan yang sedang kalian jalani juga.

Kamu nantinya juga akan mengetahui kebutuhan dari dirimu snediri itu seperti apa…

Sehingga misalnya kamu butuh diperhatikan sama pasangan kamu, ya kamu cari orang yang perhatian sama kamu.

Jangan kamu menjadi takut untuk menjalani hubungan berikutnya.

Pengalaman yang sudah lalu, jangan jadikan itu alasan untuk membuat dirimu menjadi takut, gak mau mencintai orang lagi…

Yang ada justru jadikan ketakutan yang kamu rasakan itu menjadi sebuah pelajaran supaya gak terulang lagi.

Misal pelajaran yang bisa kamu ambil adalah sebagai berikut:

“Orang yang suka marah bakalan membuat hati ini menjadi sakit, jadi mending gak melanjutkan hubungan dengannya lagi”
“Aku merasa aman jika dengan orang ini, kayaknya bagus nih kalau aku menjalani hubungan dengan orang ini”

Yang jelas, kamu perlu ingat, bahwa kamu harus ngaca, bahwa dia juga memiliki sisi buruk, begitu juga dengan dirimu.

Walaupun dia memiliki sisi buruk, tentu dia juga memiliki sisi baik yang mungkin bisa sebagai bahan pertimbangan untuk kamu mempertahankan hubungan kamu dengannya.

Kesimpulan

Ternyata ada banyak sekali pelajaran berharga yang bisa diambil dari kandasnya sebuah hubungan.

Yang jelas kita harus mengambil belajar untuk bisa menjadi lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya sehingga kita bisa menjadi orang yang jauh lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya.

Karena jika kita gak belajar dari kesalahan yang sudah terjadi, maka kita akan mengalami kejadian yang sama atau bahkan lebih buruk lagi dibandingkan sebelumnya.

Ya mungkin segitu dulu untuk artikel kali ini.

Artikel ini sebenarnya di ambil dari KC Star yang di mana merupakan kumpulan video live dari Kelas Cinta yang akhirnya dibuat sebagai video pembelajaran.

Di dalam KC Star terdapat banyak sekali video-video pembelajaran yang bisa kamu akses.

Ini ibarat seperti menonton Netflix, namun ini merupakan pembelajaran tentang cinta, kamu bisa play video manapun yang kamu inginkan di waktu yang lebih santai dibandingkan dengan pada saat Kelas Cinta sedang mengadakan live.

Kelas Cinta sendiri suka mengadakan live di Youtube setiap Senin dan Rabu antara jam 6 sampai jam 8 malam.

Sementara Jumat sendiri juga suka ada live Q&A, namun itu gak dilakukan di Youtube, melainkan di KC Star, jamnya sama, antara jam 6 sampai 8 malam.

Ada beberapa video dan ebook gratis yang bisa langsung lihat begitu kamu terdaftar di KC Star, jika kamu ingin mengakses video yang jauh lebih banyak, kamu disuruh bayar, langsung ambil aja langganan yang satu tahun supaya lebih murah.

Ya mungkin segitu dulu saja untuk artikel kali ini, semoga artikel ini bisa membantu kamu.

Terima kasih.

Tinggalkan komentar