Penyebab Putusnya Hubungan Pacaran

penyebab putusnya hubungan pacaran

Putus cinta bisa dialami oleh siapa saja…

Gak memandang usia, status sosial, dan seberapa lama sudah menjalani hubungan itu.

Kadang-kadang faktor yang menjadi penyebab putus cinta itu juga berasal dari diri orang tersebut.

Alasan putus cinta pun juga beragam, dai yang cuma dai perkara kecil sampai dengan masalah besar dari salah satu atau kedua belah pihak.

Bahkan, kadang alasannya gak perlu benar, cukup dikarang-karang aja.

Penyebab putusnya hubungan pacaran

Putus dalam pacaran sendiri pada dasarnya ada 2 macam…

Yaitu putus bisa karena menikah, yang di mana berubah status dari pacaran menjadi suami istri, kemudian yang kedua adalah putus karena alasan lain.

Nah untuk pembahasan kali ini, aku ingin membahas tentang alasan yang kedua saja.

Karena alasan yang pertama, yaitu karena menikah yang akhirnya membuat status pacaran berubah menjadi suami istri juga gak terlalu banyak yang bisa dibahas.

Mungkin jika kamu tertarik, kamu bisa membaca juga artikelku yang lain tentang apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum menikah.

Oke kita langsung mulai saja list apa saja yang menjadi penyebab putusnya hubungan pacaran.

1. Perselingkuhan

Perselingkuhan adalah satu alasan ymum dari putus cinta.

Ketika seseorang berselingkuh, tindakan ini akan menghancurkan kepercayaan pasangannya.

Membangun kepercayaan sendiri pada dasarnya memang gak gampang dan perlu waktu yang gak sebentar, dan memang harusnya seperti itu.

Banyak orang yang langsung memilih putus saat tahu diselingkuhi.

Apabila pasangan mengakui perselingkuhannya, mungkin akan lebih mudah bagi kamu untuk memaakan dan memberikan kesempatan kedua.

Tapi jika dia gak mau mengakui, tidak meminta maaf, mengulanginya berkali-kali, atau tidak berupaya untuk memperbaiki hubungan, itu juga bisa menjadi alasan di balik putusnya hubungan pacaran.

2. Bosan

Sejujurnya, bosan dalam suatu hubungan pasti akan dialami setiap pasangan, bahkan bagi mereka yang sudah menikah sekalipun.

Bisa dihadapi atau nggak, semua itu tergantung bagaimana kalian menyikapinya.

Perasaan bosan tersebut menjadi salah satu alasan dari pasangan mencari alternate lain untuk menghilangkan kebosanan.

Rasa bosan dalam hubungan membuat kalian menjadi kurang saling menghargai dan saling mengacuhkan.

Kedua hal itu yang membuat rasa cinta kalian berkurang dan menjadi hambar.

Beberapa orang mengatasinya dengan menjaga jarak atau dikenal dengan istilah break.

Yang di mana nantinya diharapkan setelah menjalani break itu rasa kangen akan muncul dan bisa membuat kalian menjadi saling mencintai lagi.

3. Restu orang tua

Salah satu alasan yang paling berat dari berakhirnya sebuah hubungan adalah karena nggak mendapatkan restu.

Apalagi jika restu tersebut merupakan restu dari orang tua kita.

Seperti yang kita ketahui, restu salah satu pengantar kita menuju kebahagiaan.

Restu juga merupakan doa yang membuat hubungan menjadi dianugerahi.

Nggak heran jika beberapa hubungan yang nggak direstui selalu saja mengalami hambatan dan ujian.

Restu juga merupakan suatu tanda penghormatan.

Jadi banyak yang rela mengorbankan cintanya karena nggak mendapatkan restu dari orang yang sangat kita hargai, yaitu orang tua kita.

4. Komitmen yang kurang

Hubungan tanpa komitmen kuat akan sangat mudah sekali untuk putus.

Hati-hati untuk kamu yang kurang berkomitmen saat berhubungan asmara.

Tanpa adanya komitmen, maka hubungan juga akan terasa hambar.

Seseorang akan sangat mudah mengatakan kata putus dan selingkuh saat dia tidak memiliki komitmen dalam hubungan asmaranya.

5. Tidak bisa move on dari mantan

Ada beberapa orang yang masih belum bisa move on dari mantan pasangannya, walaupun sudah memiliki kekasih yang baru.

Padahal banyak orang yang bilang bahwa cara tebaik untuk bangkit dari patah hati adalah dengan jatuh cinta lagi.

Namun jika di hati masih ada bayangan mantan yang terus menerus menghantui, sebaiknya akhiri hubungan ini secepatnya sebelum semuanya terasa lebih menyakitkan lagi.

6. Beda keyakinan

Kita nggak pernah tahu ke mana cinta akan belabuh.

Seringnya cinta nggak memandang usia, status, bahkan keyakinan.

Beberapa orang bisa melewati perbedaan tersebut dan menyatukan dalam sebuah pernikahan.

Namun banyak juga yang dengan banyak pertimbangan akhirnya lebih memilih untuk mengakhiri sebuah hubungan karena perbedaan keyakinan.

7. Beda pola pikir

Alasan yang satu ini mungkin bisa dibilang menjadi salah satu alasan yang paling populer dari beberapa poin yang dijelaskan dalam artikel ini.

Karena berbeda pola pikir membuat sebuah hubungan menjadi rumit karena terlalu banyaknya kesalahpahaman.

Maksud baik kita ternyata gak selalu bisa tersampaikan dengan baik.

Ya mungkin karena bukan jodohnya kali ya…

Karena jika memang kalian berjodoh, pastinya kalian memiliki satu frekuensi atau kesamaan yang membuat kalian bisa terus berkomunikasi dua arah.

8. Pengaruh teman toxic

Siapa sangka jika perkataan atau saran yang diberikan orang terdekat kita memiliki pengaruh dalam proses pengambilan keputusan.

Apalagi jika orang tersebut merupakan orang kepercayaan kita.

Nggak ada salahnya menerima sarannya, namun sebelum benar-benar percaya dengan apa yang dikatakannya, pikirkanlah secara logis terlebih dahulu sebelum akhirnya membuat sebuah keputusan.

Karena seringkali suatu hubungan berakhir karena adanya hasutan dari orang-orang terdekat.

9. Menyerah

Menyatukan dua kepala memang dibutuhkan banyak pengorbanan dan pengertian.

Dua hal ini yang nggak semua orang bisa lakukan.

Belum lagi akan banyaknya tenaga, perasaan, serta waktu yang harus kita berikan yang tentunya membuat kita merasa lelah.

Jika sudah lelah, maka menyerah merupakan suatu pilihan bagi pasangan yang nggak bisa mempertahankan komitmen dan tujuan mereka menjalin hubungan.

10. Sudah tidak cinta

Cinta adalah alsan bagi dua orang untuk memutuskan bersama meski memang ada dukungan dari faktor-faktor lainnya.

Sebaliknya, putus hubungan pun bisa terjadi kalau cinta itu sudah hilang yang penyebab hilangnya itu bisa beragam.

11. Pasangan terlalu posesif

Pasangan posesif memang tak layak untuk diperhatikan.

Karena lambat laun dia terus menebar racun dalam hubungan.

Namun bukan hanya hubungannya yang akan rusak, kamu sendiri pun juga bakalan ‘rusak’ karena racun dari pasangan posesif ini.

12. Tidak sejalan

Ya kalau ma uterus menjalin hubungan bersama memang harus sejalan.

Kalau nggak sejalan, untuk apa harus dipaksakan?

Yang ada bakalan terus bersitegang dan buang-buang energi untuk sesuatu yang gak perlu dilakukan andai saja dari awal sudah yakin kamu dan pasangan bisa sejalan.

13. Satu di antara kalian bersikap egois

Saat memutuskan untuk menaikkan level dari teman menjadi pacar, baik kamu atau dia pasti sudah paham masing-masing sifatnya.

Kalian mungkin juga nggak akan sebebas seperti waktu masih jomblo.

Bukan berarti dengan berpacaran kehidupanmu jadi diatur sama dia.

Tapi mau tak mau kalian harus berbagi satu sama lain.

Kamu gak bisa seenaknya sendiri jalan bersama lawan jenis lain tanpa sepengetahuannya.

Walau tak ada niat buruk, tapi sikap tersebut bisa menimbulkan kecurigaan di benak pasanganmu.

Nah jika salah satu dari kalian masih memelihara sikap egois dan semaunya sendiri, cepat atau lambat hubungan ini akan menjadi karam juga.

Untungnya pasanganmu mau memaklumi dan bisa mengalah, sehingga kalian bisa bertahan sampai bertahun-tahun.

Tapi namanya kesabaran pasti juga ada batasnya.

Kalau kamu terus-terusan bersikap egois dan gak mau berubah, putus hanya soal menunggu waktu aja.

14. Jarang bertemu secara langsung

Jika kamu gak sedang menjalani hubungan jarak jauh alias LDR-an, tentunya kalian punya banyak waktu buat bertemu dong.

Misalnya saja dua minggu sekali.

Berada dalam satu kota, dan kesibukan yang belum terlalu padat, tentunya membuat kamu dan dia ingin berjumpa sesekali waktu.

Tapi jika kalian berdua gak ada terbesit keinginan buat bertemu, wah bisa gawat tuh.

Walaupun gak harus menghabiskan banyak waktu berduaan, tapi yang namanya hubungan asmara, penting juga untuk menjalin komunikasi secara langsung.

Selain via telepon atau chat ya.

Dengan bertemu, tentunya akan menciptakan kedekatan di antara kalian.

Tak menyisihkan waktu luang untuk pasangan hanya akan membuat hubungan menjadi renggang dan lama-lama dia akan bosan lo sama kamu.

15. Hanya butuh secara fisik, tidak dengan hati

Jangan berpikiran negatif dulu ya.

Maksudnya sekedar butuh secara fisik itu, salah satu dari kalian menganggap pacaran sebatas status punya pacar.

Misalnya jika kekasihmu merupakan orang yang cantik atau ganteng, pasti bangga dong buat dikenalin ke teman-temanmu.

Selebihnya, masalah hati hampir gak terpikirkan sama sekali.

Parahnya, taka da upaya buat membahagiakan pasangan, mendengarkan apa yang dia inginkan tentang hubungan ini.

Kamu cuma datang padanya saat butuh saja.

Meskipun bisa bertahan lama, tapi ujung-ujungnya nanti pasti kalian akan bubar juga.

16. Tak ada obrolan ke arah yang lebih serius

Ketika sudah menjalin asmara cukup lama dengan kekasih, pasti ingin kan membahas mau dibawa kemana hubungan ini.

Obrolan serius pun seharusnya sudah lancar kalian bicarakan mulai sekarang.

Akan tetapi, jika soal sepenting itu gak juga terbesit di benakmu atau dia, bissa dibilang kalian gak serius dengan hubungan ini.

Pasti ada alasan yang mendasari kamu enggan berdiskusi serius dengannya.

Contohnya, kamu belum menemukan kecocokan dengannya, meskipun sudah lama bersama…

… atau masih ada keraguan yang mengganjal di hati.

Kalau iya, lebih baik diobrolkan sedini mungkin…

… daripada hubungan kalian terlanjur tak terselamatkan

17. Satu dari kalian gak menunjukkan perkembangan, baik secara emosi maupun materi

Sekian tahun bersama, satu di antara kalian tidak ada perkembangan.

Apalagi jika sudah sama-sama ingin melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi.

Bertambahnya usia hubunganmu yang gak dibarengi dengan kematangan secara emosi juga materi juga bisa menjadi pemicur dari hancurnya hubungan yang sudah kalian jalani.

Bukan berarti pasanganmu matre, tapi gak bisa dipungkiri kalau untuk membangun sebuah keluarga juga dibutuhkan dana yang gak sedikit.

Belum lagi jika emosi kamu masih labil.

Susah mengalah, apalagi untuk bisa bersikap dewasa.

Jika serius ingin menghabiskan sisa waktu hidup bersamanya, kamu harus bekerja keras untuk membentuk diri agak bisa semakin layak buat dia.

Selama apapun hubungan kalian, jika gak didukung dengan usaha untuk berubah, jadinya akan percuma.

18. Nggak merasa hidup dalam hubungan

Sebagian orang mengarkhiri hubungannya karena alasan ini.

Ada suatu titik di mana kamu berhenti merasa hidup dan membuat hubungan menjadi basi dan nggak membaik.

Kamu akan merasa mati segan hidup tak mau dalam hubugan yang sedang dijalani.

19. Hubungan menjadi wadah bertengkar

Orang lebih cenderung menghindari pertengkaran.

Namun jika pertengkaran lebih sering terjadi daripada diskusi dalam sebuah hubugnan, kamu harus mengakhiri hubungan tersebut.

Karena gak bakal ada hubungan yang bisa bertahan dalam pertengkaran.

20. Belum siap

Kamu menghadapi begitu banyak tekanan sebelum menjalin sebuah hubungan.

Kemudian kamu terkesan terburu-buru untuk menjalin hubungan sementara kamu belum siap.

Ketika hubungan mengalami masalah, kamu akan memilih menyerah dan mengakhiri hubungan.

21. Terpisah jarak dan waktu

Terlalu lama berada dalam jarak dan waktu yang berjauhan tanpa adanya komunikasi yang intens bisa memudarkan rasa cinta yang dimiiliki masing-masing pasangan.

Perbedaan jarak dan waktu karena pekerjaan, pendidikan, dan sebagainya bisa membuat seseorang baik dari pihak cowok maupun cewek berubah.

Akibat nggak pernah terjalin komunikasi, saat keduanya bertemu muka maka akan timbul perasaan seperti berhadapan dengan orang asing.

22. Matre

Salah satu penyebab dari putusnya sebuah hubungan adalah apabila ada salah satu yang menjadi matre.

Karena dengan sikap matre sendiri akan memberatkan perekonomian dari salah satu pihak.

Memiliki pasangan yang matre memang nggak baik.

Namun nyatanya banyak orang-orang yang gak sadar bahwa pasangannya merupakan orang yang matre di awal hubungan.

23. Kasar

Kasar merupakan sifat yang dibenci oleh banyak orang.

Siapa juga sih yang suka dengan orang yang kasar.

Apalagi jika pasangan main tangan, itu merupakan hal yang sangat menyakitkan.

Sakit yang ditimbulkan pun merupakan sakit secara fisik maupun batin.

Mungkin jika sakit secara fisik bisa sembuh, namun jika luka secara batin mungkin akanjauh lebih sulit untuk disembuhkan, sehingga bukan gak mungkin akan menjadi trauma bagi yang sudah pernah dikasari oleh pasangannya.

24. Pelit

Kadang antara orang tersebut sedang melakukan penghematan dengan pelit itu agak sulit dibedakan.

Karena keduanya sama-sama kalau bisa gak perlu mengeluarkan biaya.

Namun ada hal yang paling pasti bagi orang yang pelit…

… yaitu mereka jarang mau untuk mengeluarkan uang mereka untuk alasan apapun.

Sementara jika orang yang sedang melakukan penghematan, mereka punya alasan yang jelas kenapa mereka gak mengeluarkan uang mereka, misal ingin membeli barang baru.

Bagi orang yang pelit, mereka mempunyai pikiran kalau misal bisa gratis, kenapa harus bayar?

Padahal dalam sebuah hubungan itu harus ada memberi dan menerima, gak bisa menerima terus-terusan tanpa memberikan apapun ke pasangan.

25. Fase bulan madu sudah berakhir

Di awal hubungan, tiap pasangan akan mengalami fase bulan madu.

Fase ini biasanya berlangsung antara beberapa bulan hingga 2 tahun.

Pada fase bulan madu, kamu dan pasangan sedang sayang-sayangnya dan lengket bagaikan perangko.

Tapi tentu saja, hubungan asmara tak akan selamanya di atas angina.

Ada aja hal-hal yang akan membuat kamu dan pasangan menjadi jenuh sehingga gak bisa romantic lagi.

Dengan kata lain fase bulan madu sudah berakhir.

Meski fase bulan madu sudah selesai, bukan berarti kamu dan pasangan gak lagi saling sayang dan mendukung.

Tapi faktanya, pada fase ini, banyak pasangan yang salah mengira bahwa dia dan pasangannya suah nggak lagi saling mencintai.

Saat ini terjadi, biasdanya orang-orang akan cenderung berfokus pada hal negatif dan mengabaikan tindakan positif yang dilakukan oleh pasangan mereka…

… hingga akhirnya kamu dan pasangan pun memilih untuk mengakhiri hubungan yang sudah dijalin.

26. Nggak lagi bisa memenuhi kebutuhan masing-masing

Setiap hubungan tentunya diawali dengan rasa tertarik.

Kamu mungkin jatuh cinta dengan si dia karena sikapnya yang ramah dan selera humornya…

… tapi seiring berjalannya waktu, bisa saja hal yang awalnya membuat kamu senang malah berbalik mengganggu.

Lama-kelamaan, kamu mungkin saja merasa kalau kekasihmu terlalu ramah dengan lawan jenis lain.

Hal ini kemudian berujung pada rasa cemburu.

Akhirnya, argument dan pertengkaran selalu mewarnai hubunganmu.

Dalam berhubungan, tiap orang juga perlu lebih berupaya untuk berempati.

Kamu butuh mencoba untuk memahami kebutuhan pasangan, begitu juga sebaliknya, pasangan juga perlu untuk bisa memahami kebutuhanmu.

Dengan ini, kamu dan pasangan dapat saling berusaha guna berkompromi dan mempertemukan kebutuhan masing-masing.

Jika kamu atau pasangan nggak lagi didukung atau malah diabaikan, bukan nggak mungkin hubungan akan penuh dengan konflik yang berujung pada putus cinta.

27. Perilaku pasangan yang buruk

Semua orang tentu menginginkan yang terbaik untuk pasangannya.

Kamu ingin si dia memiliki karier yang bagus, selalu sehat, serta hal-hal positif lainnya.

Tapi bagaimana jika pasanganmu malah senang untuk merusak dirinya sendiri?

Bahkan dia terlihat nggak peduli dengan kekhawatiranmu?

Perilaku pasangan yang buruk adalah salah satu penyebab utama dari kandasnya suatu hubungan.

Misalnya, ketika pasangan sering minum-minum, padahal kesehatannya sudah sangat menurun.

Kamu sudah memperingatkan, tapi nggak didengar.

Kamu juga gak melihat adanya upaya dari dirinya untuk memperbaiki diri.

Hal tersebut lambat laun bisa membuat kamu dan pasangan sering beradu pendapat.

Akhirnya putus cinta pun tak terelakkan.

Catatan

Alasan seseorang minta putus dalam sebuah hubungan bisa karena banyak hal dan penyebab.

Meski gak ada perpisahan yang benar-benar baik-baik saja, tapi seenggaknya perlu untuk saling jujur antara satu sama lain ketika memutuskan untuk mengakhiri sebuah hubungan.

Dengan berakhirnya suatu hubungan, berarti kamu harus melepaskan rencana, harapan, dan impian yang pernah dimiliki bersama.

Wajar jika kamu merasa sedih dan kecewa.

Namun percayalah bahwa apa yang kamu rasakan ini akan berlalu seiring berjalannya waktu.

Jangan sampai putus cinta memenjarakan kamu dari meraih kebahagiaan dan mimpi.

Bila kamu sudah mengalami sedih berkepanjangan yang sudah mengganggu kegiatan sehari-hari, bicara ke psikolog mungkin bisa membantu kamu untuk segera pulih dan beraktivitas kembali.

Kesimpulan

Memang terdapat banyak sekali hal yang menjadi hal yang memicu putusnya dari sebuah hubungan pacaran.

Mungkin memang artikel ini terlalu banyak informasi yang dihadirkan.

Mohon maaf karena banyaknya hal yang aku sajikan di artikel ini mungkin akan membuat diri kamu akan menjadi bingung.

Namun aku sendiri berharap dengan banyaknya informasi yang ada di artikel ini, aku berharap kamu bisa mendapatkan gambaran besar tentang bagaiamana hubungan itu putus.

Semoga dengan artikel ini kamu juga mendapatkan informasi yang sesuai dengan apa yang kamu harapkan.

Mohon maaf artikel ini jadi panjang sekali sehingga membuat kamu menjadi lebih paham dengan dengan kondisinya.

Mungkin segitu dulu saja untuk artikel kali ini.

Jika kamu memiliki uneg-uneg yang ingin disampaikan, kamu bisa tuliskan itu di kolom komentar yang terdapat di bawah artikel ini.

Terima kasih sudah mau membaca artikel ini.

Tinggalkan komentar