Alasan Resign Terbaik

alasan-resign-terbaik

Sebenarnya ada banyak sekali alasan orang-orang resign dari pekerjaannya di kantor.

Namun terkadang alasan tersebut biasanya gak diterima oleh atasan atau HRD yang ada di kantor tempatnya bekerja.

Alasan resign terbaik

“Berarti resign itu sulit dong?”

Iya, gak akan mudah, apalagi jika alasannya gak tepat.

Maka dari itu alasan yang harus disiapkan juga harus matang, sehingga kamu bisa mengundurkan diri dari kantormu dengan baik.

Beberapa alasan yang akan kamu baca di bawah ini merupakan alasan resign terbaik yang di mana kemungkinan akan diterima oleh perusahaan tempat kamu bekerja sehingga kamu bisa melanjutkan hidupmu.

Baiklah, kayaknya gak perlu berlama-lama lagi ya, langsung aja kamu baca alasan terbaik untuk resign.

1. Mencari tantangan baru

Mencari tantangan baru ini maksudnya kamu mungkin ingin mencoba bidang pekerjaan yang baru yang mungkin sama sekali belum pernah kamu coba sebelumnya.

Biasanya yang seperti ini adalah mereka yang masih fresh graduate, yang di mana mereka ingin mencoba hal-hal baru yang belum pernah mereka coba sebelumnya.

Namun memang jika perusahaan tempat kamu bekerja itu punya divisi yang banyak, bukan gak mungkin bahwa perusahaan akan menawarkan kamu untuk bekerja di divisi lainnya.

2. Keluarga

Alasan yang satu ini juga biasa digunakan oleh mereka yang ingin mengundurkan diri dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Alasan ini bisa bermacam-macam…

Bisa misalnya terlalu jauh dari keluarga buat kamu yang mungkin harus merantau ke kota lain untuk bekerja…

Atau bisa juga alasan pekerjaan terlalu banyak sehingga menyita waktu dengan keluarga.

Namun untuk alasan kedua, bukan gak mungkin bahwa kamu akan dikurangi beban kerjanya sehingga bisa punya waktu lebih banyak dengan keluarga.

3. Pindah tempat tinggal

Pindah tempat tinggal meruipakan alasan lainnya yang juga bisa digunakan untuk pindah pekerjaan.

Kalau pindah rumahnya masih satu kota mungkin alasan ini gak bisa dipakai, karena tentu aja gak pengaruh banyak.

Kalau misalnya harus pindah rumah ke tempat yang berada di kota lain yang posisinya agak jauh dari kota tempat kamu sekarang tinggal mungkin bisa masuk akal untuk menggunakan alasan ini.

4. Mendapat tawaran di perusahaan lain

Alasan ini juga bisa digunakan sebagai alasan untuk resign dari tempat bekerja yang sekarang.

Kamu tentu juga harus bilang kalau misalnya kamu sudah mendapatkan pekerjaan di tempat lain, jauh sebelum kamu pergi meninggalkan perusahaan tempat kamu bekerja, jauh-jauh hari sebelum kamu pergi.

Aku pernah juga berada di posisi seperti ini, dan perusahaan tempat lamaku bekerja langsung menawarkan kenaikan gaji…

Namun sayangnya naiknya gak seberapa, jadi ya aku pilih untuk pergi meninggalkan kantor lamaku dan pindah ke tempat baru.

Ya emang sih ada perusahaan yang langsung melepas karyawannya begitu aja, ada juga yang menawarkan kenaikan gaji sehingga bisa lebih betah untuk tetap bekerja di tempat yang lama.

5. Melanjutkan pendidikan

Ini merupakan alasan yang mantap.

Karena tentu aja ada beberapa orang yang ingin melanjutkan studinya hingga Strata 2 atau mungkin 3, namun perusahaan gak bisa memberikan kompensasi…

Mengundurkan diri merupakan solusi yang bisa diambil.

Tapi ya gak sedikit juga perusahaan yang menawarkan fleksibilitas waktu untuk bisa tetap bekerja.

Karena memang dengan tingkat pendidikan yang jauh lebih tinggi, bukan tidak mungkin bahwa kamu akan mendapatkan gaji yang lebih tinggi daripada sebelumnya.

6. Gaji yang gak sesuai

Ini juga menjadi alasan orang-orang untuk pergi meninggalkan kantor tempatnya bekerja.

Mungkin ini alasannya juga sama seperti alasan mendapatkan tawaran di perusahaan lain.

Bukan gak mungkin kamu juga akan ditawari untuk naik gaji jika memang kamu merupakan orang yang berkualitas menurut tempat lama kamu bekerja.

Mungkin merasa bahwa kamu digaji di bawah standar yang seharusnya namun beban kerjanya banyak juga bisa menjadi hal yang wajar di sini.

Namun biasanya untuk yang satu ini biasanya orang cenderung untuk menyimpan segala sesuatunya di dalam diri sendiri, gak berani menyampaikannya kepada manajemen…

Dan biasanya orang ini cenderung untuk mempertahankan pekerjaannya karena takut untuk mengungkapkan atau mencari pekerjaan lainnya.

Jika ini terjadi kepadamu, kamu harus coba untuk negosiasikan ini kepada pihak manajemen untuk mengurangi pekerjaanmu demi gaji yang sesuai.

Kalau misal masih tetap gak berhasil juga, kamu boleh untuk mencari pekerjaan lainnya yang berani menggaji lebih layak dibandingkan dengan yang pekerjaanmu yang sekarang.

7. Mempunyai serta mengasuh anak

Nah untuk alasan yang satu ini biasanya digunakan para cewek yang baru saja menikah.

Karena mereka biasanya malas untuk menitipkan anaknya pada pengasuh bayi karena alasan tertentu.

Tapi yang jelas biasanya gak menutup kemungkinan bahwa si ibu akan bekerja kembali pada suatu saat nanti, setelah anaknya lebih besar dan bisa dititipkan ke pengasuh anak atau mungkin day care.

8. Lingkungan yang toxic

Untuk yang satu ini merupakan alasan yang cukup berat.

Karena gak semua orang bisa bertahan di kantor yang toxic.

Sehingga hanya ada beberapa orang aja yang justru bertahan semampunya di lingkungan kerja yang toxic seperti ini.

Alasannya bisa seperti teman kerja yang suka ngerumpi sehingga menggosipkan kamu dengan gosip-gosip yang gak sesuai dengan kenyataannya.

Atau bisa juga dengan manajemen yang gak menghargai apa yang sudah dikerjakan dengan semestinya.

Bahkan mungkin jam kerja yang sudah merusak pola hidup karena kamu sering lembur yang akhirnya membuatmu pulang larut terus.

Karena jika pola hidup sudah rusak, bukan gak mungkin bahwa kamu akan menjadi lebih mudah untuk sakit dan akhirnya gajimu habis untuk berobat saja.

Rata-rata karyawan resign memakai alasan-alasan ini, makanya bisa dibilang ini merupakan alasan resign terbaik.

Namun masih ada lagi yang perlu untuk diperhatikan sebelum kamu melakukan resign

Langkah-langkah mengajukan pengunduran diri yang baik

Sekarang kamu sudah mengetahui alasan-alasan apa saja yang bagus untuk mengundurkan diri…

Nah pada bagian ini aku akan menjelaskan apa aja sih yang harus dilakukan sebelum kamu resign dari perusahaan tempat kamu bekerja.

1. Bicarakan langsung kepada atasan

Ada baiknya bahwa kamu langsung bilang kepada atasan kamu bahwa kamu ingin resign.

Pastikan juga bahwa atasanmu itu merupakan orang pertama yang mengetahui bahwa kamu mengundurkan diri.

Jangan sampai terjadi gosip di antara para pegawai bahwa kamu resign untuk alasan yang gak jelas.

Karena jika atasan gak langsung tahu apa yang terjadi, takutnya bahwa kamu mengundurkan diri karena alasan-alasan yang membuat sakit hati atasan.

Tentu hal ini merupakan hal yang gak menyenangkan juga untuk dijalani, walaupun mungkin kamu memang gak akan bertemu dengannya lagi.

Tapi kan gak menutup kemungkinan bahwa kamu akan bekerja sama lagi dengan atasan kamu suatu saat nanti.

Jadi hal ini sangat penting untuk kamu lakukan.

2. Inforkan jauh-jauh hari sebelumnya.

Selain langsung bilang ke atasan bahwa kamu mengajukan resign, kamu juga harus memberitahukan hal ini jauh-jauh hari sebelumnya.

Karena ini penting untuk proses transisi antara kamu dengan pegawai baru.

Infokan hal ini setidaknya 30 hari sebelum akhirnya kamu benar-benar berhenti dari perusahaan lama kamu.

Karena dengan waktu sekitar 30 hari, perusahaan punya cukup waktu untuk mencari orang baru yang nantinya bisa menggantikan kamu.

Tentu saja ini penting karena perusahaan juga menginginkan transisi yang mulus di setiap ada pegawainya yang resign.

Kalau kamu langsung tiba-tiba mengundurkan diri dari perusahaan tempat kamu bekerja, perusahaan pasti akan bingung tentang pekerjaan apa aja yang sudah kamu tinggalkan, apalagi kalau kamu juga berhubungan dengan klien atau orang lain yang berada di luar perusahaan…

3. Membuat dan menyerahkan surat pengunduran diri

Berikutnya yang harus dilakukan adalah membuat surat pengunduran diri kepada pihak manajemen.

Kamu bisa juga langsung menyerahkan surat ini sambil melakukan poin yang kedua tadi, yaitu menginfokan jauh-jauh hari.

Serahkan di saat yang tepat dan kamu juga jangan sampai salah dalam menggunakan kata-kata dalam menyampaikan keinginanmu untuk mengundurkan diri.

Saat yang tepat itu misalnya adalah bukan pada saat akan menjalankan rapat.

Kamu juga gak perlu untuk menyampaikan kekecewaan atau uneg-uneg kamu sewaktu bekerja di sana pada saat menyerahkan surat itu.

Cukup sampaikan aja alasanmu ingin resign apa dan pastikan bahwa kamu resign itu jauh-jauh hari sebelumnya.

4. Tetap bekerja sebaik mungkin

Kamu memang sudah mengajukan diri untuk resign, namun kamu kan belum sepenuhnya keluar dari perusahaan tempat kamu bekerja.

Karena kamu masih merupakan pegawai di perusahaan itu sehingga kamu tetap harus bekerja sebaik mungkin untuk perusahaan sampai di hari terakhir kamu bekerja di sana.

Kalau memungkinkan, kamu selesaikan semua pekerjaan yang menjadi tanggunanmu, sehingga nantinya gak akan membebankan karyawan baru yang menggantikan dirimu.

Sebenarnya untuk poin yang itu tadi harus diusahakan ya, bukan hanya memungkinkan aja…

Takutnya kamu justru malah gak mau menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabmu mentang-mentang kamu gak bekerja di sana sebentar lagi.

Selain gak akan membebankan karyawan baru yang menggantikan dirimu, kamu juga nantinya akan meninggalkan kesan yang baik di mata para manajemen kantor karena kamu meninggalkan kantor dengan tidak ada tanggungan lagi.

5. Jaga bicaramu

Walaupun kamu mengundurkan diri karena kamu gak cocok dengan atasan atau mungkin rekan kerja, sebisa mungkin untuk menjaga bicaramu.

Baik di sosial media atau pun secara langsung.

Karena dengan kamu tetap menjaga bicaramu, maka kamu akan bisa meninggalkan kesan positif ke perusahaan tempat kamu bekerja.

Lagipula juga gak menutup kemungkinan bahwa kamu akan bekerja sama lagi dengan atasan atau mungkin orang-orang yang ada di perusahaan kamu setelah meninggalkan perusahaan lama kamu.

Kalau kamu gak menjaga lisanmu kan bukan gak mungkin bahwa kamu akan kehilangan proyek yang mungkin bisa untuk menghidupimu atau mungkin perusahaan baru kamu hanya karena orang-orang di perusahaan lama tahu kamu pindah ke sana dan kemudian membatalkan proyek yang sedang dijalankan hanya karena ada perasaan yang negatif dengan kamu.

Tentu kamu gak mau mengalami hal seperti itu kan?

6. Kembalikan seluruh property perusahaan

Jika pada saat bekerja kamu dipinjami fasilitas-fasilitas dari perusahaan seperti mobil, laptop, motor, handphone, dan lain sebagainya, ada baiknya kamu kembalikan semua itu kepada perusahaan.

Karena jika gak dikembalikan kamu bisa saja berurusan dengan pihak yang berwajib karena kamu sendiri dituduh “menggelapkan” fasilitas milik perusahaan.

Kadang dengan mengembalikan semua barang yang menjadi milik perusahaan akan dijadikan sebagai alasan untuk “kabur” dari perusahaan tempat bekerja.

Ya memang barang-barangnya dikembalikan, namun dengan kabur seperti itu maka tentu akan menimbulkan kesan yang kurang enak di mata perusahaan.

Ada baiknya kamu bicarakan dulu dengan atasan sebelum kamu akhirnya memilih untuk meninggalkan perusahaan tempat kamu bekerja.

7. Jaga kerahasiaan perusahaan serta klien kamu

Walaupun kamu sudah gak bekerja di perusahaan lama kamu , ada baiknya kalau kamu juga menjaga kerahasiaan dari data-data yang ada di perusahaan lama kamu beserta kerahasiaan dari klien-klien yang dilayani oleh perusahaan lamamu itu.

Sebenarnya poin ini gak perlu ditulis, tapi banyak orang terkadang lupa bahwa ini juga tertulis di kontrak perjanjian pada saat akan bekerja di perusahaan yang lama.

8. Pamit

Pamit ini juga perlu untuk memberikan kesan yang baik ke semua rekan kerjamu, sehingga ini sebaiknya kamu lakukan agar kamu mendapatkan kesan yang baik di perusahaan tempat kamu bekerja.

Kamu bisa pamit secara langsung ataupun juga bisa menggunakan email.

Jika memungkinkan, adakan Farewell Party atau Pesta Perpisahan antara kamu dengan semua rekan kerjamu.

Bisa dengan membelikan makanan ke semua rekan kerjamu, gak perlu mahal-mahal, yang penting enak dan semuanya kebagian dengan rata.

9. Jangan lupakan klien

Jika selama kamu bekerja itu kamu harus menghadapi klien atau orang-orang lain di luar perusahaan, ada baiknya juga jika kamu pamit kepada mereka.

Bilang kepada mereka bahwa kamu mengundurkan diri dari perusahaan tempat kamu bekerja.

Jangan lupa untuk mengenalkan orang baru yang akan menggantikan kamu untuk memastikan bahwa ada transisi yang mulus antara kamu dengan karyawan baru yang nantinya akan menggantikan kamu.

Ternyata jadinya artikel yang satu ini juga lumayan panjang ya…

Syukurlah…

Mungkin kamu tertarik dengan artikel alasan karyawan resign serta alasan gak resign walaupun sudah gak betah.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu jika mungkin kamu masih kebingungan tentang alasan apa yang bagus untuk resign serta kamu kebingungan checklist apa aja sih yang harus dilakukan sebelum kamu resign.

Terima kasih sudah mau membaca artikel ini.

Tinggalkan komentar