Jangan Menjadi Dukun Curhat

Menjadi dukun curhat merupakan cara yang begitu sering digunakan oleh orang-orang yang sedang melakukan PDKT alias pendekatan kepada gebetannya.

Tujuan dari menjadi dukun curhat sendiri adalah agar gebetannya menjadi semakin nyaman dengannya.

Padahal tujuan utama dari PDKT sendiri bukan membuat nyaman gebetan, melainkan dengan mencari kecocokan di antara kamu dengan dia.

Berikut ini merupakan fakta-fakta yang terjadi apabila kamu mau menjadi dukun curhat.

1. Menjadi satu-satunya pendengar yang baik

Banyak orang yang menjadi dukun curhat dengan harapan gebetannya menjadi nyaman dengannya dan membuat gebetannya sadar bahwa hanya dia satu-satunya yang bersedia dan setia mendengarkan semua keluh kesahnya.

Padahal jika sudah terlanjur nyaman biasanya kemungkinan besar akan ditolak pada saat nembak gebetan.

Alasan ditolaknya sendiri adalah sudah nyaman menjadi teman, sahabat, atau mungkin kakak-adek.

Padahal menjadi dukun curhat sendiri juga menyita waktu, tenaga, dan juga pikiran.

Kamu pun juga gak mendapatkan kompensasi apa-apa dari dia biasanya dengan menjadi dukun curhatnya.

Kompensasi yang dimaksud ini setidaknya berupa teraktir makan.

2. Dia curhat ke semua orang

Di poin pertama tadi kan dijelaskan bahwa biasanya orang-orang berusaha untuk bisa membuat nyaman gebetannya dengan berusaha menjadi satu-satunya orang yang mau mendengarkan curhatannya dengan baik.

Namun kenyataannya gak semudah itu.

Masalahnya jarang sekali ada orang yang curhat hanya ke satu orang aja, pasti dia curhatnya lebih dari satu orang.

Maksudnya orang yang menjadi dukun curhatnya dia sendiri itu lebih dari satu.

Kamu sendiri hanya menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang menjadi dukun curhatnya dia.

Hal ini juga mengakibatkan kamu hanya dicari waktu dia ada masalah aja, dan gak mau ada buat kamu pada saat dia sedang baik-baik aja.

Jadi ini gak membuat kamu menjadi orang yang spesial dimatanya, karena semua orang juga dia curhatin.

Tujuan dari curhat ke banyak orang sendiri biasanya selain untuk mengurangi beban yang terdapat di dalam pikirannya, jika dia sendiri ada masalah yang memerlukan solusi dari orang lain, maka dia akan curhat ke banyak orang untuk mencari opini yang jauh lebih banyak.

Nantinya semua opini yang diterima itu akan dirangkum dan diambil mana yang paling bagus opininya.

3. Menjadi baper akut

Akhirnya yang terjadi adalah kamu menjadi baper akut dengannya.

Jadi ngarep yang berlebihan dengannya.

Hal ini terjadi karena kamu berinvestasi sumber daya yang berlebihan dengannya.

Investasi ini misalnya berupa waktu, uang, pikiran, perhatian, pikiran, dan lain sebagainya.

Kamu juga bakal mikir bahwa dia juga akan peduli dengan kondisimu sama seperti kamu peduli dengannya.

Padahal kenyataannya gak seperti itu.

Kemungkinan terbesar dia juga gak akan sepeduli itu dengan kamu, dia gak peduli dengan kondisimu seperti apa.

Sehingga bukan gak mungkin dia akan meninggalkan kamu ketika kamu sedang membutuhkan bantuannya…

Bantuan yang kamu harapkan dari dia kan salah satunya adalah dia mau untuk menjadi dukun curhat buat kamu juga.

Namun karena dia sendiri gak begitu peduli dengan kamu ya tentu aja dia bakal ngilang pada saat kamu sendiri butuh bantuan darinya.

Walaupun memang ada sih di luar sana orang yang mau peduli dengan kamu setelah kamu peduli dengannya, namun itu jarang sekali.

Kebanyakan ya gak peduli dengan bagaimana kondisimu.

Sehingga kamu sendiri bisa ditinggalkan kapan pun yang dia mau.

Termasuk dengan menolak kamu dengan alasan terlalu nyaman.

4. Dia akan jadian dengan orang yang gak tahu masalah dia

Pada akhirnya nanti dia akan jadian atau mungkin menikah dengan orang yang sama sekali gak tahu dengan masalahnya dia.

Karena dia sendiri lebih suka untuk dekat dengan orang yang dia suka dibandingkan dengan dekat dengan orang yang berhasil membuatnya nyaman.

Kalau sudah begini tentu biasanya akan menjadi kecewa berat karena gak dipilih menjadi pasangannya.

Karena kamu yang sudah begitu mengetahui apa yang dia hadapi selama ini aja gak dijadiin pasangannya dia, sudah mencoba untuk membantunya dalam menghadapi masalah tersebut, malah orang lain yang gak ngerti apa-apa tentang dia yang dijadikan pasangannya.

5. Yakin masih mau lanjut?

Dengan mengetahui keadaannya menjadi sekacau ini, apa kamu sendiri masih mau untuk menjadi dukun curhat?

Walaupun kamu sendiri sudah mencoba bahwa strategi menjadi dukun curhat itu akan gagal meskipun sudah dicoba berulang kali, apa kamu masih mau melanjutkan?

Rasanya kok terlalu bodoh ya untuk menggunakan strategi yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda…

Memang sih ada orang yang bisa menghargai kamu dengan mau menjadi pasanganmu setelah kamu menggunakan strategi ini, walaupun jumlahnya gak banyak.

Namun apakah kamu sendiri mau menunggu sampai akhirnya bertemu dengan orang yang mau menghargai kamu dengan strategi seperti itu?

Kesimpulan

Iya, memang aku gak bisa memaksakan kamu untuk mengikuti cara ini.

Karena aku sendiri hanya memberikan sebuah gambaran kepada kamu, apakah kamu sendiri mau untuk terus menggunakan strategi menjadi dukun curhat itu yang tingkat keberhasilannya sendiri cenderung banyak gagalnya dibandingkan berhasilnya.

Aku sangat menyadari bahwa ada orang yang cukup bahagia meskipun cuma dengerin curhatannya aja, namun juga ada orang yang sudah kapok dengan menjadi dukun curhat.

Memang sih, menurut ajaran Kelas Cinta sendiri PDKT itu gak perlu lama-lama, cuma paling lama cuma 2 bulan aja, kemudian langsung tembak.

Sebelum menembak sendiri saja juga harus memastikan punya banyak gebetan dulu.

Walaupun kata orang juga dengan langsung nembak sendiri risiko ditolaknya jadi lebih besar, padahal risiko ditolak yang jauh lebih besar lagi ketika kamu sudah menjadi ngarep dengan gebetanmu…

Sehingga kamu sendiri menjadi ngarep yang keterlaluan, sehingga pada akhirnya nanti kamu akan menganggap bahwa gebetanmu sendiri merupakan tukang Pemberi Harapan Palsu, atau biasa disingkat dengan PHP.

Ya mungkin segitu dulu saja untuk artikel kali ini.

Jika kamu punya uneg-uneg yang ingin disampaikan, bisa langsung aja tulis di kolom komentar.

Terima kasih sudah mau membaca artikel ini.

Tinggalkan komentar