Bucin Bikin Hubungan Menjadi Jenuh

Orang pada jaman sekarang punya istilah yang cenderung aneh-aneh untuk mendefinisikan sebuah hubungan.

Salah satu definisi aneh tersebut adalah “Bucin” alias Budak Cinta.

Banyak orang yang menjadi terlalu mencintai pasangannya sehingga rela untuk menghamba kepada pasangannya dan akhirnya menjadi budak cinta.

Yang jelas menjadi bucin itu bisa membuat hubungan menjadi gak sehat dan akhirnya membuat kamu menjadi bosan dalam menjalankan hubungan kamu.

Kalau sudah bosan sama hubungan, biasanya yang terjadi adalah salah satu pihak menjadi berkurang ketertarikannya yang akhirnya membuat hubungan itu harus berakhir gitu aja.

Definisi bucin

Sebelum kita membahas kenapa sih kok bucin ini bisa membuat hubungan menjadi jenuh, kita perlu tahu dulu tentang definisi bucin.

  • Orang yang cepat kehabisan uang karena digunakan untuk memanjakan pasangannya
  • Rela melakukan apa saja untuk menyenangkan pasangan
  • Seseorang yang mengabaikan teman, hobi, dan pekerjaan demi pasagan
  • Orang yang banyak mengorbankan diri demu membuat pasangannya bahagia
  • Bucin disematkan pada orang yang menghamba kepada kekasih

Bisa dilihat, definisinya aja pada jelek semua, sehingga gak jarang ketika orang bucin banget dengan pasangannya, ketika ditinggalkan maka dia sendiri akan menjadi sedih yang teramat sangat.

Seperti sudah kehilangan semua yang ada di dalam hidupnya.

Tanda utama bucin

Oke, tadi sudah mengetahui kan betapa buruknya bucin itu sendiri…

Mungkin kamu juga bingung tentang apa sih tanda utama jika orang tersebut telah menjadi bucin?

Baiklah, aku jelasin terlebih dahulu tentang tanda utama bucin.

  1. Mau nempel terus, mau bersama terus, pengennya cuma berduaan denagn pasangan.
  2. Tunduk untuk melakukan apa aja walaupun itu sulit dan berbahya
  3. Menarik diri dari pergaulan.

Yang jelas kalau kamu ngebucin itu hubungan bakal cepat menjadi hambar dan akhirnya cepat kecewa dengan pasangan.

Membedakan bucin dengan kasmaran

Sebenarnya bucin dan kasmaran itu sebenarnya mirip-mirip.

Kasmaran sendiri itu perasaan yang menggebu-gebu dengan pasangan, kehilangan serea kepada yang lain, serta terbutakan oleh asmara.

Namun hal yang sangat membedakan antara kasmaran dan bucin adalah kasmaran ada masa kadarluarsanya.

Biasanya setelah beberapa bulan perasaan kasmaran tersebut bisa hilang.

Sementara kalau bucin gak bisa hilang dengan sendirinya, malah punya kecenderungan untuk makin lama makin menjadi-jadi.

Tujuan Pernikahan

Oh iya, dalam bagian ini juga aku ingin menjelaskan juga tentang tujuan pernikahan.

a. Companion Goals

Ini merupakan target-target yang ingin dicapai dengan pasagan.

Seperti bisa memiliki rumah bersama pasangan dan punya kendaraan dengan pasangan.

b. Instrumental goals

Ini merupakan tujuan yang ingin dicapai dengan kerja bersama pasangan.

Seperti misalnya mempunyai anak, mengurus anak, dan mengurus bisnis bersama.

c. Personal goals

Keinginan manusia untuk meningkatkan diri dan mengaktualisasi diri.

Sebuah pernikahan yang baik akan mendukung pasangannya untuk mencapai goals pribadi pasangan untuk maju, spesial, bertumbuh menjadi orang lebih baik.

Hubungan dengan ngebucin

Ketika ngebucin maka dia akan melupakan kebutuhan pribadinya, seperti kerja, main game, dan berinteraksi dengan teman-temannya, sehingga dia gak bertumbuh karena sibuk mengurusi pasangannya.

Akan ada masanya nanti pasangan gak bisa melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan, dan di titik itu dia akan merasa kecewa, minder, dan marah.

Akan ada yang kosong karena pasangan gak membalas apa yang dilakukan, dan kita akan menuntut pasangan karena kamu merasa gak dihargai.

Kalo keduanya bucin

Tentu aja kalau keduanya bucin, akan terjadi kejenuhan di antara kamu dengan pasanganmu.

Gak ada yang bisa diobrolin, karena gak ada pengalaman baru yang bisa diobrolkan dengan pasangan.

“Salah satu bucin aja udah gak sehat, apalagi kalau dua-duanya bucin”

Karena pada dasarnya, kebutuhan untuk berkembang dan merasa berharga gak bisa dipenuhi sama pasangan saja…

Kebutuhan untuk berkembang dan merasa berharga gak bisa dipenuhi oleh pasangan, kebutuhan tersebuh hanya bisa dipenuhi oleh banyak orang yang ada di lingkungannya, seperti tempat kerja atau lingkungan pertemanan.

Efek kalau bucin

Tentu aja ada efek samping jika salah satu atau mungkin keduanya ngebucin.

Nah efeknya sendiri itu bisa menjadi sentimen, menekan, dan agresif.

Yang ngebucin sendiri akan menjadi kelelahan, sementara orang yang dibucinin akan menjadi risih.

Sehingga kedua belah pihak gak akan merasa bahagia dengan hubungan yang sedang dijalani.

Perbedaan invesatasi dengan bucin

Tentu dalam menjalani sebuah hubungan itu kita harus saling melakukan investasi.

Investasi sumber daya seperti tenaga, waktu, uang, pehatian, dan banyak lagi.

Bucin sendiri sebenarnya juga terlihat seperti investasi, namun ada perbedaannya.

Investasi sendiri hanya memberikan sebagian saja kepada pasangan sementara kalau bucin sendiri bisa memberikan kesuluhan yang dipunya untuk pasangan.

Kita harus investasi kepada pasangan, hubungan, dan diri sendiri, sementara jika bucin sendiri orang yang ngebucin gak investasi kepada dirinya sendiri dan berharap bahwa pasangan melakukan hal yang sama kepada yang ngebucin ini.

Sehingga bisa dibilang bucin ini merupakan investasi yang berlebihan.

Sehingga orang yang ngebucin sendiri cenderung dimanfaatkan oleh pasangannya, sehingga pasangannya akan cenderung berani untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran dalam hubungan.

Hal positif dari ngebucin

Walaupun ngebucin sendiri efeknya menjadi negatif, namun ada efek positif yang bisa ditimbulkan.

Efeknya sendiri sebenarnya gak ada untuk jangka panjang.

Cenderung untuk efek jangka pendek saja.

Efek jangka pendek yang bisa timbul karena bucin adalah hubungan akan menjadi lebih meriah.

Jadi mungkin bucin ini bisa dilakukan sesekali agar hubungan kamu bisa menjadi meriah.

Setelah punya pasangan kok masih butuh berkembang?

Karena kebutuhan manusia gak cuma pasangan aja, masih ada kebutuhan lain, seperti yang dijelaskan diagram Abraham Maslow.

Kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow adalah sebagai berikut:

  • Kebutuhan psikologis (makanan, air, istirahat)
  • Kebutuhan keamanan (pekerjaan, stabilitas)
  • Kebutuhan untuk merasa dimiliki dan dicintai (teman, dan pasangan)
  • Kebutuhan untuk dihargai
  • Kebutuhan aktuasi diri

Aku juga berikan gambarnya diagramnya seperti apa.

Nah semakin ke bawah, keperluan itu akan menjadi semakin ke bawah, kebutuhannya menjadi semakin dasar, dan menjadi kebutuhan yang sangatlah diperlukan.

Untuk bisa mencapai ke tahap yang ada di atasnya, kebutuhan yang ada di bawah harus tecukupi terlebih dahulu.

Berhubung kebutuhan untuk memiliki pasangan sendiri masih ada di bagian tengah, jadi tetap perlu berkembang, jika perlu sampai dengan tahap paling atas dari diagram ini.

Kalau menghambakan diri kepada pasangan dengan cara menjadi bucin, maka akan membuat semakin gak berkembang.

Dan bukan hal yang gak mungkin juga bahwa akan merasa kesal kalau melihat pasangan bisa tumbuh dan berkembang.

Cara agar gak perlu ngebucin bagaimana?

Dengan cara mengisi kegiatan kita dengan kegiatan yang bermanfaat.

Gabung dengan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan tujuan pribadi kamu.

Seperti dengan mengikuti kegiatan yang sesuai dengan hobi kamu.

Bisa dengan perkumpulan memasak, menulis, dan lain sebagainya.

Untuk yang perempuan, setelah menikah, jangan cuma mengurus suami, rumah dan anak saja…

Harus punya pergaulan, punya pekerjaan, atau seenggaknya punya bisnis.

Walaupun usahanya sendiri merupakan usaha kecil-kecilan, gak apa, yang penting ada kegiatan lain selain mengurus suami, rumah, dan anak.

Karena kalau cuma menjadi ibu rumah tangga, biasanya akan menjadi bergantung kepada pasangan untuk masalah penghargaan dan keuangan.

Oleh sebab itu seenggaknya harus punya kegiatan lain, seperti misalnya ikut kelas, setidaknya bisa ikut kelas yang sesuai dengan hobi kamu.

Jika bingung dengan apa hobimu, bisa langsung ikut aja, untuk sekedar punya kegiatan, barangkali aja nanti setelah ikut kelas itu kamu bisa menjadi punya ketertarikan untuk mendalami kegiatan yang sudah diikuti.

Karena kalau gak dicoba maka gak akan tahu enaknya bagaimana.

Alternatif lainnya kamu bisa kuliah S2 jika kamu merupakan orang yang sudah pernah menyelesaikan S1.

Pokoknya harus ikut kelas, mungkin bisa kuliah lagi, bisa dengan hobi atau keterampilan.

Itu diperlukan supaya kamu sendiri punya kegiatan, punya teman, sehingga gak bergantung dengan pasangan aja.

Ketika kita sibuk dengan kegiatan dan pasangan kita mendukung maka efeknya akan menjadi nikmat sekali.

Kita akan merasa lebih dekat dengan pasangannya yang mendukung personal goals kita.

Dan kita akan merasa diperhatikan, dihargai, serta didukung.

Jika pasangan mendukung kegiatan apa yang kita lakukan, biasanya kita akan menjadi lebih kuat, lebih hebat dibandingkan dengan pasangan yang gak dapat dukungan sama sekali.

Kalau otak aktif bekerja, maka proses penuaan pun juga bisa terhambat.

Oleh sebab itu juga kamu harus melihat terlebih dahulu apakah pasanganmu mau untuk terus berkembang atau tidak pada saat masa pacaran.

Jangan langsung buru-buru mengajak nikah di awal hubungan, coba ajak untuk menjalani hubungan mungkin setahun atau dua tahun.

Kita dalam hubungan punya kewajiban untuk membantu pasangan, mendorong dia untuk mencapai apa yang dia inginkan, mendorong dia untuk terus bertumbuh.

Oleh sebab itu jangan jadi pasangan yang mengekang dan membatasi, atau bahkan meminta-minta kepada pasangan…

Karena tentu saja dengan meminta-minta kepada pasangan akan membuat hubungan menjadi kurang baik juga.

Ya, mungkin segitu saja untuk artikel kali ini.

Jika mungkin kamu ada uneg-uneg yang mungkin mau disampaikan, kamu bisa tuliskan itu di kolom komentar yang ada di bawah artikel ini.

Semoga kita bisa terhindar dari yang namanya hubungan yang bucin, karena memang rasanya gak enak betul menjalani hubungan ada unsur bucin di dalamnya jika dilakukan dalam waktu yang lama…

Terima kasih sudah mau membaca artikel ini.

Tinggalkan komentar