idkiswara.com – Ketika kamu semakin dewasa, tentu aja kamu mau untuk bisa menjalani hubungan yang serius dengan pacarmu.
Pacaran yang serius ini penting sekali…
Karena ini bisa menjadi parameter apakah seseorang layak untuk dinikahi.
Nggak jarang ketika kamu ingin menjalani pacaran serius, secara nggak langsung akan mengubah perilakumu dan pasanganmu.
Nah berikut ini merupakan tanda-tanda perubahan yang terjadi ketika kamu menjalani pacaran yang serius.
Tujuan pacaran serius
Orang mulai berusaha untuk pacaran serius biasa terjadi pada mereka yang sudah berumur 20-an tahun.
Banyak berusaha dan berkomitmen dalam menjalani hubungan dengan pacarmu.
Kamu dan dia berusaha ingin berusaha menjadi yang terbaik.
Ini merupakan tanda kamu dan dia masuk ke jenjang pacaran jangka panjang yang serius.
1. Bisakah untuk memaklumi sisi minus pasangan
Kadang-kadang ada aja orang yang percaya bahwa dirinya bisa mengubah sifat pasangan, terutama untuk sifat-sifat buruknya…
Padahal kenyataannya nggak semudah itu untuk mengubah seseorang…
Padahal orangtuanya aja belum tentu bisa ngubah sifatnya…
Sebenernya hal yang bisa kamu lakukan itu cuma sekadar tahu dulu bagaimana sifat buruknya, terus tanyakan pada dirimu sendiri…
“Apakah kamu bisa memaklumi sifat negatif pacarmu itu?”
Kalau misalnya iya, silahkan lanjutkan untuk mempersiapkan pernikahan…
Kalau misalnya nggak bisa, mendingan kamu cari yang lain aja…
Soalnya kalau kamu nggak bisa nerima sisi buruknya pasangan maka yang ada kamu bakal kesiksa sepanjang kamu bersama pasanganmu.
2. Mempersiapkan pernikahan
Tentu aja ini yang ditunggu banyak orang…
Persiapan dalam menikah ini sebenernya cukup banyak, mulai dari bagaimana seserahannya, bagaimana acara pernikahannya digelar, dan lain sebagainya…
Padahal sebenernya ada yang lebih kompleks dari itu …
Misalnya dua pertanyaan ini:
“Setelah menikah, nanti tinggal di mana?”
“Setelah menikah, bagaimana pengaturan uangnya?”
“Apakah istri boleh untuk tetap bekerja atau nggak?”
Sebenernya ada banyak sekali pertanyaan kompleks di sini yang mungkin perlu untuk dibicarakan sebelum nantinya menikah, mungkin nantinya artikel ini akan aku update secara berkala.
Oh iya, untuk pertanyaan ke tiga sebenernya masih banyak perdebatan di masyarakat…
Namun yang jelas kamu perlu untuk ngobrol sama pasanganmu tentang hal ini.
Kalau misalnya kedua belah pihak ternyata pemikirannya beda, mungkin perlu cari jalan tengah untuk kalian berdua.
Karena tentu aja perempuan yang bekerja atau jadi Ibu Rumah Tangga saja punya sisi positif dan negatifnya masing-masing…
Misalnya kalau untuk perempuan yang bekerja tentu aja masalah uang ada dua sumber pemasukan…
Yaitu dari pihak suami dan istri.
Namun kekurangannya mungkin rumah jadi nggak begitu terurus…
Sementara kalau jadi Ibu Rumah tangga, rumahnya bisa terurus, tapi sumber pemasukan cuma dair satu sumber aja…
Jadi ada baiknya kalau kamu diskusi dulu bareng pasanganmu untuk masalah ini.
Karena pernikahan itu merupakan perjalanan panjang…
Hal yang terjadi ketika pacaran serius
Tadi kita sudah tahu tentang apa aja yang perlu untuk dipersiapkan sebelum menikah…
Tentu kamu penasaran dong tentang bagaimana yang terjadi pada dirimu dan pasanganmu ketika kalian akhirnya ingin pacaran serius.
1. Lebih berempati
Ketika kamu menjalani pacaran yang sifatnya ke arah yang serius kamu perlu untuk belajar untuk bisa lebih berempati dengan pasanganmu.
Biasanya kamu jadi lebih mudah berempati ini ketika kamu sudah memiliki kedekatan emosional dengan seseorang…
Contoh yang paling mudah adalah ketika kamu bersama keluargamu atau sahabatmu sendiri…
Kalau misalnya kamu tahu kalau salah satu anggota keluargamu sedang sedih, nggak jarang kamu bisa merasakan kesedihan itu.
Nggak jarang juga kamu pun juga ingin berada di dekat orang yang kamu sayangi ketika orang tersebut sedang ada kesulitan.
2. Sedikit demi sedikit meruntuhkan pertahananmu
Mungkin ketika kamu SMA atau SMK pernah mengalami hubungan yang kurang menyenangkan dengan pasanganmu sebelumnya yang di mana akhirnya kamu memutuskan untuk “membuat tembok” di hatimu agar kamu nggak mudah untuk disakiti lagi.
Ada beberapa orang yang di mana membangun temboknya terlalu “tebal” sehingga sangat menyulitkan bagi lawan jenis untuk bisa mendekatimu.
Sampai akhirnya ada satu lawan jenis yang di mana kamu ngerasa kalau orang itu beda kalau dibandingkan dengan orang-orang yang pernah mencoba untuk mendekatimu sebelumnya…
… nggak ngerti kenapa orang itu mampu untuk menembus “pertahananmu” dan akhirnya kamu secara perlahan mau untuk membuka diri pada orang itu.
Salah satu tandanya adalah kamu mulai bisa bercerita tentang hal-hal yang kamu sembunyikan dari orang lain, segala ketakutan dan mimpimu, mungkin nggak menutup kemungkinan bahwa kamu akan menceritakan luka yang pernah kamu rasakan sebelumnya.
3. Belajar percaya lebih dalam lagi
Kisah percintaan untuk mereka yang sudah di atas 20-an biasanya beda kalau dibandingkan dengan kisah percintaan remaja yang masih sekolah.
Biasanya kisah percintaan remaja itu masih harus saling kasih kabar, kadang malah suka ngatur-ngatur…
… salah satu aturannya adalah untuk membatasi interaksi dengan lawan jenis…
Namun untuk mereka yang sudah di atas 20-an tahun biasanya cenderung mengerti kesibukan masing-masing sehingga kadang nggak harus kasih kabar setiap saat.
… kadang cuma pas malam aja baru bisa berkabar…
… kadang waktu berkabarnya pun juga nggak tentu kalau misalnya ada salah satu yang ada di daerah yang sinyalnya susah atau ada di zona waktu lain yang di mana perbedaan waktunya cukup jauh…
Karena untuk mereka yang berada di wilayah yang sulit sinyal, tentu saja untuk bisa berkabar, mereka harus mencari tempat yang di mana memiliki sinyal yang bagus…
… sementara untuk mereka yang berada di zona waktu yang berbeda kalian berdua harus mencari waktu yang tepat untuk sekadar berbagi kabar, karena nggak menutup kemungkinan kalau jam sibuknya pun juga beda.
Pada hubungan yang lebih serius, tentu sebuah kepercayaan ini harus dijaga dengan baik, baik oleh kamu dan juga pasanganmu…
… jangan sampai ada salah satu di antara kalian yang di mana menyalahgunakan kepercayaan yang sudah diberikan.
4. Keegoisanmu sedikit berkurang
Nggak jarang seiring dengan bertambahnya usia, keegoisanmu pun berkurang.
Biasanya kalau cintanya para remaja itu menganggap kalau pacarnya punya kewajiban untuk membahagiakannya sepajang waktu, nggak peduli apa yang terjadi.
Namun nggak banyak yang tahu kalau kebahagiaan diri sendiri adalah tanggung jawab pribadi, bukan orang lain…
Seiring dengan bertambahnya usia, kamu pun semakin sadar kalau hubungan itu merupakan komunikasi dua arah…
Artinya perlu adanya kompromi, kadang pun harus ada salah satu yang berkorban.
Tentu aja harus ada gantiannya…
Nggak mungkin satu orang harus berkorban dan berkompromi sepanjang waktu sementara pihak lainnya malah nggak mau berkorban.
Mungkin ketika salah satu di antara kalian berkompromi mungkin perbandingannya nggak bisa persis 50:50…
… namun yang paling penting adalah dalam hubungan adalah kalian berdua saling berinvestasi ke dalam hubungan yang sedang kalian jalani.
Yang jelas, pacaran yang egois itu hanya untuk mereka yang masih remaja aja sih sebenarnya.
5. Menekan gengsi untuk minta maaf
Nah, untuk yang satu ini biasanya hanya bisa terjadi di hubungan yang di mana kedua belah pihak sudah dewasa…
Karena mengakui kesalahan dan minta maaf itu bukan perkara mudah.
Setelah semakin dewasa, kamu sekarang bisa ngeliat kalau kamu nggak pernah 100% benar, begitu juga pasanganmu…
Ketika kamu atau pasangan melakukan kesalahan, kalian belajar untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf.
Sebenarnya hal yang paling penting itu bukan dari minta maafnya…
Melainkan bagaimana cara untuk nggak mengulangi kesalahan yang sama…
Karena percuma minta maaf tapi kesalahan yang sama masih diulang-ulang…
6. Kamu mulai menyadari apa aja prioritasmu
Ketika kamu sudah mulai dewasa, kamu jadi mempertimbangkan kembali apa aja yang kamu anggap penting dalam hidupmu karena kamu peduli sama seseorang.
Nggak jarang kamu pun dihadapkan sama pilihan seperti harus lembur atau makan malam bareng pasanganmu.
Kadang dua hal ini menjadi dilema, apalagi kalau misalnya kamu bekerja pada perusahaan start up atau ketika kamu sudah membuka bisnismu sendiri.
Pilihan yang lebih baik ada di mana sebenarnya cuma kamu yang ngerti, karena setiap orang beda-beda kondisinya.
7. Tambah wawasan dan pengalaman
Jelas dalam sebuah hubungan itu kedua belah pihak harus sama-sama mau untuk terus berkembang sepanjang waktu.
Karena kalau misalnya nggak mau untuk menambah wawasan, tentu aja bahan obrolannya cuma ada di situ-situ aja.
Selain itu, pada dasarnya menjalani hubungan itu menyatukan dua orang yang di mana memiliki pemikirannya sendiri.
Dalam kasus PDKT aja misalnya…
Ketika kamu berusaha untuk mendekati pasanganmu, tentu kamu berusaha untuk mengerti tentang bagaimana dunianya gebetanmu, begitu juga sebaliknya.
Nggak jarang karena proses PDKT yang seperti itu akhirnya bikin kamu atau dia jadi curhat tentang apa yang sedang dihadapi di kerjaan masing-masing.
Mungkin pihak yang dengerin curhatannya sama sekali nggak ngerti bagaimana cara untuk bantu pasangannya supaya bisa keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi…
Tapi nggak jarang karena dari dengerin curhat gini kalian berdua jadi sama-sama belajar hal baru…
Kalian berdua jadi sama-sama tahu tentang lika-liku pekerjaan dari pasangan.
Hal lainnya yang mungkin bisa bikin kamu belajar hal baru adalah ketika pasanganmu ngobrolin masalah hobinya…
Namun yang jelas, menambah wawasan itu hukumnya wajib sih selama kalian berdua masih hidup di dunia ini.
Hal lain yang mungkin bisa kamu gunakan untuk membuat kalian bisa semakin dekat kamu bisa baca tentang cara ngobrol dari hati ke hati.
Kesimpulan
Gaya pacaran mereka yang masih remaja itu berbeda kalau dibandingkan dengan mereka yang sudah dewasa.
Mereka yang sudah dewasa biasanya cenderung lebih bisa untuk mengerti pasangannya dibandingkan mereka yang masih remaja.
Walaupun pada dasarnya umur bukanlah sebuah parameter yang bisa dijadikan patokan apakah seseorang sudah dewasa atau belum.
Mungkin sampai di sini dulu aja untuk artikel kali ini.
Kalau kamu ada uneg-uneg yang ingin disampaikan, kamu bisa tuliskan di kolom komentar yang ada di bagian bawah dari artikel ini.
Terima kasih sudah mau membaca artikel ini.