
idkiswara.com – Hal pertama yang mesti dilakukan seseorang untuk dekat dengan orang lainnya adalah dengan mencari bahan obrolan terlebih dahulu.
Entah itu niatnya ingin mencari teman, sahabat, partner bisnis, atau mungkin ingin mencari pasangan, semuanya harus diawali dengan obrolan terlebih dahulu.
Banyak orang yang bingung tentang bagaimana cara untuk bisa mendapatkan ide untuk membuka obrolan.
Cara bikin topik obrolan
Pada dasarnya setiap orang itu dilahirkan cerewet…
Karena nggak ada cerritanya bayi atau balita yang pendiam…
Kamu bisa memperhatikan itu entah keponakanmu, adikmu, atau mungkin anak orang lain yang kamu temui ketika berada di pusat perbelanjaan atau mungkin mall.
Gak ada balita yang suka mengurung diri di kamar.
Gak ada ceritanya balita yang duduk, diam, dan bikin puisi…
Gak ada ceritanya balita yang lebih suka berdaim diri ketimbang lari-lari di rumahnya.
Gak ada ceritanya balita yang duduk, diam, dan bengong ketika berada di mall atau pusat perbelanjaan.
Ini semua terrjadi karena para balita ini masih cenderung penasaran dengan dunia yang ada di sekitarnya.
Para balita ini biasanya juga memiliki banyak pertanyaan yang di mana mereka ingin tahu semua jawabannya.
Nggak cuma ingin mengetahui jawaban dari apa yang ada di sekitarnya, mereka pun juga suka untuk melontarkan apa yang ada di pikiran mereka.
Paradigma introvert dan ekstrovert
Paradigma introvert dan ekstrovert ini baru ada ketika orang tua dari balita itu menyuruh untuk diam, jangan berisik, jangan bawel, dan jangan banyak tanya.
Nanti ketika masuk usia sekolah, biasanya si anak tersebut akan menjadi anak yang pendiam dan akhirnya menerima label introvert…
… yang di mana ketika anak itu pendiam akan dianggap “jauh lebih baik”, menjadi introvert itu lebih keren dibandingkan dengan mereka yang ekstrovert.
Sayangnya orang yang menjadi introvert ini biasanya memiliki jam terbang untuk ngobrol yang kurang…
Akhirnya akan muncul pemikiran kalau pendiam itu oke, nggak bisa bikin topik obrolan juga merupakan hal yang normal.
Yang akhirnya membuat orang pendiam ini ingin mencoba untuk mendekati seseorang, yang di mana ingin dia jadikan sebagai teman, partner kerja, atau mungkin pasangan akan menjadi lebih susah.
Ada rasa takut yang di mana takut jika akhirnya dia melontarkan topik obrolan yang salah sehingga bisa membuat lawan bicaranya menjadi kurang nyaman dengannya.
Ada yang perlu diingat
Ada satu hal yang perlu dipahami…
“Semua orang, termasuk orang yang termasuk ahli percakapan memiliki rasa takut untuk memulai pembicarraan baru dengan orang lain”
Kamu nggak sendirian.
Yang perlu kamu lakukan adalah membuka pembicaraan atau topik.
Kamu nggak perlu khawatir kalau nantinya topik yang kamu lontarkan itu membuat lawan bicaramu menjadi kesal, karena memang semua orang mengalami ketakutan tersebut.
Saat yang menentukan adalah ketika kamu ingin melanjutkan pembicaraan lebih lanjut.
Kamu mungkin akan mengawali pembicaraan dengan mengenalkan diri sendiri kemudian menanyakan siapa nama dari lawan bicaramu itu.
Setelah berhasil kenalan, langkah berikutnya apa?
Di situ kamu akan mulai kebingungan harus lempar topik apa yang sekiranya menarik untuk dibahas bersama orang baru itu.
1. Kamu nggak perlu takut
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kamu nggak perlu takut untuk melempar topik apapun kepada orang tersebut.
Topik apapun yang kamu lontarkan akan bekerja dengan baik.
Karena pada dasarnya, nggak ada satu topik yang mutakhir yang di mana semua orang akan tertarik.
Semua topik itu pada dasarnya sama, karena apapun yang terdapat di dunia ini sebenarnya menarik.
2. Kebanyakan mikir
Kemudian yang membuatmu menjadi merasa susah untuk melemparkan topik pembicaraan adalah karena kamu kebanyakan mikir.
Kamu kebanyakan berpikir tentang topi kapa yang sekiranya pas dengan target pasanganmu.
Seperti misalnya adalah kamu ingin membahas tentang tas yang dia bawa pada saat kalian bertemu, kira-kira oke gak ya buat dibahas?.
Atau mungkin misalnya cerita tentang badboy yang bertaubat kira-kira bakal menarik gak sih?.
Kamu sibuk memikirkan respon apa yang akan dikeluarkan oleh lawan bicaramu.
Otak kamu penuh dengan variasi topik, tapi yang menjadi masalah adalah otak kamu pun juga sibuk untuk memikirkan apa yang kira-kira menjadi respon lawan bicaramu…
Akhirnya yang terjadi adalah kamu malah menjadi kaku dan terdiam…
Kamu pada akhirnya nggak mengeluarkan topik apapun kepadanya…
Hal ini pun juga diperparah dengan lawan bicaramu yang juga takut, grrogi, mungkin merasa nggak percaya diri untuk melemparkan topik juga.
3. Santai
Ketika kamu ingin melemparkan topik pembicaraan dan kamu merasa grogi, kamu bisa tarik nafas yang dalam, lalu lempar topik yang terlintas pertama di otak kamu.
Memang ini terdengar gampang, padahal kenyataannya nggak semudah itu.
Sebenarnya kunci utamanya ada di poin nomor dua, yaitu kamu nggak perlu kebanyakan mikir…
Topik yang bisa dibahas
Pada bagian ini ada beberapa topik yang cukup aman untuk digunakan dalam membuka obrolan dengan orang baru.
1. Popular culture
Jujur aja, aku lumayan bingung bagaimana menjelaskan apa itu popular culture…
Langsung ke contohnya aja kali ya…
“Kamu suka boyband/girlband KPop apa?”
“Kamu suka jenis musik apa?”
“Judul drakor yang paling kamu suka apa?”
Pertanyaan yang seperti contoh yang aku sebutkan di atas tadi mestinya pernah kamu tanyakan ke orang lain di masa lalu.
Satu hal yang perlu kamu tahu adalah kebanyakan manusia itu suka untuk membicarakan dirinya sendiri…
Oleh karena itu kamu perlu untuk membuat dia membuka diri, lawan bicaramu juga akan jauh lebih suka dengan pertanyaan yang open ended, bukan pertanyaan yang jawabannya cuma “ya” atau “nggak?”
Inti dari jawaban yang open ended itu sebenarnya seperti menggali bagaimana pandangannya dia terhadap sesuatu.
2. Keluarga atau teman
Contoh pertanyaan yang bisa diberikan adalah
“Eh kamu lahir di kota mana?”
Kemudian minta dia buat cerita seperti misalnya sekolah di mana, apa pengalaman seru di masa lalunya, keluarganya bagaimana, serta tak ketinggalan, saudaranya ada berapa.
Namun sayangnya pertanyaan seperti ini terkadang membuat kamu sedang menginterview lawan bicaramu.
Contoh pertanyaan yang bersifat interview adalah sebagai berikut:
“Kamu lahir di mana?”
“Jakarta”
“Jakarta mana?”
“Kamu punya adik atau kakak?”
“Cuma ada adik aja, cuma satu juga”
Kamu bisa membuat sesi ini menjadi lebih baik dengan cara membuatnya menceritakan masa lalunya atau bisa juga membuatnya menceritakan kejadian-kejadian yang membekas di pikirannya.
3. Hobi
Karena setiap orang memiliki hobinya masing-masing…
Jika dia sendiri kebetulan menjawab kalau hobinya itu merupakan sesuatu yang baru di dalam hidup kamu, kamu bisa menanyakan hal-hal menarik apa yang ada di dalam hobinya tersebut.
Seperti misalnya kamu ketemu dengan orang yang suka untuk merakit Gundam…
Kamu bisa menanyakan keseruan apa yang bisa dirasakan pada saat merakit Gundam…
Atau mungkin kamu bertemu dengan orang yang ternyata suka memainkan alat musik…
Kamu bisa menanyakan lagu apa yang menurutnya itu paling memorable buat dia, entah itu karena lagunya cukup sulit untuk dimainkan atau mungkin juga lagu itu memiliki kenangan tersendiri untuk dia.
4. Bicarakan pengalaman
Kamu bisa membicarakan pengalamanmu tentang sesuatu.
Mungkin ini akan menjadi lebih menarik lagi apabila pengalaman yang kamu alami ini merupakan pengalaman yang masih ada hubungannya dengan momen yang sedang kalian alami bersama.
Contoh kasusnya adalah ketika kamu dan dia sedang berada di sebuah café yang di mana agak jauh dari sebuah kampus.
Kamu bisa membuka percakapan dengannya seperti ini:
“Dulu waktu kuliah, aku sering mampir ke sini bareng temen-temenku. Kami pilih tempat ini soalnya tempatnya agak jauh dari kampus, jadi nggak bakal ketahuan dosen. Kamu pernah bolos juga gak waktu kuliah?”
Jika dia menjawab bahwa dia pernah bolos waktu kuliah, kamu bisa tanya ke dia kalau bolos pergi ke mana…
Jika misalnya dia memberikan jawaban tempat yang aneh untuk bolos, seperti misalnya dia bolosnya itu pergi ke perpustakaan, kamu bisa menanyakan ini:
“Apa yang kamu cari di perpustakaan kalau lagi bolos?”
“Kamu sendiri suka baca buku tentang apa kalau lagi ke perpustakaan?”
Sedikit cerita
Jadi pengen sedikit cerita aja sih, aku bersama beberapa temanku dulu waktu kuliah beberapa kali mampir ke perpustakaan provinsi pada saat jam kosong kuliah…
Jadi bukan bolos.
Kami biasanya mencari buku-buku tutorial koding, karena memang jurusan yang kami ambil merupakan Sistem Informasi yang di mana ada kodingnya.
Selain belajar, ada beberapa dari kami yang suka untuk memanfaatkan fasilitas WiFi gratis yang disediakan perpustakaan untuk mendownload film atau game, sehingga selagi belajar koding, download pun juga jalan.
Karena biasanya kami menghabiskan waktu berjam-jam di sana dan colokan listrik yang nggak terlalu banyak, akhirnya kami suka membawa kabel roll agar jumlah colokan yang bisa digunakan lebih banyak serta posisi colokan yang menjadi jauh lebih dekat dengan posisi di mana kami duduk.
Namun ada hal yang paling menarik sih, yaitu kalau siang sampai sore ada banyak mahasiswi keperawatan yang mampir ke sana.
Banyak di antara mahasiswi tersebut yang memiliiki paras yang cantik dan tentu saja kami sebagai para cowok tertarik dong.
Ada salah satu dari kami yang pernah memberanikan diri untuk berkenalan dengan salah satu dari mahasiswi tersebut, karena kebetulan mahasiswi tersebut duduk di sebelahnya.
Teman kami ini kebetulan memiliki sedikit pengetahuan tentang keperawatan, karena kakaknya merupakan seorang perawat.
Namun sayangnya ketika pembicaraan sedang asik-asiknya, ternyata ada seorang cowok dengan seragam perawat menghampiri temanku itu dan bilang untuk nggak gangguin pacarnya.
Untuk temanku sih ini merupakan sesuatu yang “nothing to lose”…
Karena dia sendiri cuma ingin tukar pikiran dengan mahasiswi tersebut, nggak berharap untuk mendapatkan nama apalagi nomor teleponnya…
Sehingga dia sendiri beranggapan kalau misalnya pada akhirnya dia berhasil mendapatkan nama dan nomor telepon dari mahasiswi keperawatan itu ya cuma dianggap sebagai bonus semata.
Tips tambahan
Ada baiknya jika kamu mempersiapkan diri supaya memiliki banyak topik yang bisa ditanyakan adalah dengan cara mencatat topik apa aja yang sekiranya seru untuk dibahas.
Seperti misalnya topik tentang pengalaman mistis, misalnya ketemu dengan makhluk halus…
Atau bisa juga pengalamannya pada saat liburan, apalagi jika kamu tahu jika dia merupakan orang yang suka traveling.
Hindari topik ini
Memang kamu bisa melemparkan topik apapun kepada calon gebetanmu…
Namun, ada beberapa topik yang sebaiknya perlu dihindari agar dia nggak memandangmu berbeda hanya karena ada perbedaan pemikiran.
Beberapa topik yang harus dihindari adalah sebagai berikut:
- Agama
- Politik
- Science
- Topik lain yang kurang umum dan cukup berat
Topik-topik yang ada di atas ini ada baiknya baru dilontarkan ketika kamu dan dia sudah lebih lama kenal dan kalian berdua juga sudah lebih mengetahui satu sama lainnya.
Cara mengembangkan topik
Ketika kamu menciptakan sebuah topik, pasti ada inti kalimat di dalamnya…
Ini kalimat tersebut bisa berupa barang, benda, pengalaman, atau perasaan…
Ini kalimat inilah yang harus dikembangkan lebih lanjut.
Misalnya adalah sebagai berikut:
“Oh, kamu pernah punya pengalaman pacaran sama badboy? Pernah punya pengalaman buruk nggak selama pacaran sama dia?”
Setelah dia menceritakan pengalaman buruknya, kamu bisa menimpalinya dengan pengalaman buruk yang pernah kamu rasakan juga, yang penting itu punya ‘feel’ yang sama, sama-sama pengalaman buruk.
Kalau mau melemparkan topik, ada baiknya untuk memastikan bahwa topik itu bisa meluas dan melebar…
Tapi di awal petualangan kamu, kamu mungkin akan mengalami kesulitan untuk mengembangkan topik pembicaraan.
Ada baiknya kamu tetap untuk memegang 3 topik yang sudah dijelaskan pada artikel ini terlebih dahulu dan pergi latihan sebanyak mungkin dengan orang asing.
Nanti setelah kamu terbiasa, kamu akann bisa melempar topik apapun kepada siapa pun.
Masalah yang mungkin muncul
Masalah yang mungkin muncul ketika kamu sedang ngobrol adalah “Moment of Silence”…
Yang di mana kamu benar-benar sibuk dengan otak kamu…
Kamu pun benar-benar grogi, yang akhirnya benar-benar gak bisa mengeluarkan satu kalimat pun yang akhirnya membuat suasana menjadi canggung dan kaku.
Lawan bicaramu bisa jadi mengalami hal yang sama, dia juga grogi…
Hal yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.
Santai, tenang
Walaupun otak kamu sedang berantakan, bingung mau ngobrolin apa lagi ke dia, ada baiknya kamu kosongkan pikiran kamu…
Setelah itu perhatikan body language kamu, perhatikan juga body language dari lawan bicara kamu.
Hal termudah yang bisa kamu lakukan adalah mengeluarkan topik situasional atau topik tetang sekeliling kamu.
Lihat sekeliling kamu, kemudian bahas apa aja yang ada di sekitar kamu.
Misalnya kamu lagi di café, coba lontarkan pertanyaan ini…
“Eh, kamu selama ini suka nongkrong di sini?”
“Menu yang paling enak di café ini apa ya?”
Ada baiknya topik yang seperti itu disimpan dan jangan dikeluarin di awal percakapan.
Karena kalau kamu mengeluarkan topik tersebut di awal, maka kamu akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan topik lainnya yang mungkin bisa dibahas.
Yang perlu diingat (2)
Sekali lagi aku mengeluarkan sub bab ini lagi karena memang ada hal yang perlu diingat sih dalam membuat topik ngobrol.
1. Jangan takut membuat topik
Karena pada dasarnya semua orang ketakutan untuk membuka topik.
Oleh sebab itu, maka ada baiknya kamu coba untuk membuat topik…
Jika ternyata pada nantinya obrolannya bisa nyambung, setidaknya kamu bisa memiliki teman baru yang bisa menemani kamu di tempat itu.
2. Jangan kebanyakan mikir
Kamu sendiri jangan kebanyakan mikir ketika ingin ngobrol dengan orang lain, kamu nggak perlu memikirkan bagaimana respon dia…
Karena memang pada dasarnya nggak ada yang tahu gimana respon lawan bicaramu yang sebenarnya ketika kamu telah melontarkan topik tersebut.
Jika respon lawan bicaramu nggak positif, dia juga bakal melupakan itu setelah beberapa waktu…
Selain itu kalau responnya nggak positif juga kamu pun nggak perlu khawatir, gak ada masalah juga, lagian kan dia juga gak kenal sama kamu.
3. Tenangkan diri, santai
Pada dasarnya nggak ada satu topik yang di mana langsung bikin dia menjadi tertarik sama kamu…
Lemparkan semua topik yang terdapat di kepalamu dengan santai, senyum, dan ramah…
Karena pada dasarnya, ngobrol itu harusnya santai…
Jangan lupa kalau kamu mengalami situasi canggung alias “awkward moment”, kamu nggak perlu maksain diri untuk buka pembicaraan.
Kalau kamu sendiri nge-blank, keluarkan topik situasional untuk memecah kebuntuan.
4. Memperkenalkan diri sendiri
Ini cukup membantu lawan bicara untuk buka topik.
Biasanya lawan bicara akan menjadi lebih terbuka untuk membuka topik setelah kamu memperkenalkan diri sendiri.
Dalam Hitman System, pria diajarkan untuk bisa “lead”, namun kalau nggak bisa ya tinggal kenalkan diri sendiri.
Karena dengan mengenalkan diri sendiri bisa meruntuhkan “tembok jaim” yang terdapat pada lawan bicara kamu.
Kalau lawan bicara nggak mengeluarkan pertanyaan, setidaknya kamu bisa prospek dia untuk menjadi sahabatnya atau mungkin pacar (kalau dia merupakan lawan jenis) di masa depan.
Setidaknya kamu nggak menjadi orang asing di sana.
Jika lawan bicaramu sendiri merupakan cewek dan kamu sendiri cowok, setidaknya lawan bicaramu bisa merasa sedikit lebih aman jika bersama dengan orang yang dia kenal di tempat itu.
Maksudnya adalah ketika ternyata dia jalan sendirian di tempat kalian bertemu, misal seperti di mall gitu, dia bisa merasa lebih aman ketika dia mengetahui ada cowok yang dia kenal di tempat itu, sehingga dia nggak merasa sendirian di tempat itu.
5. Mulai ngobrol
Jika kamu sendiri masih takut untuk ngobrol dengan orang yang sama sekali nggak kamu kenal, kamu bisa ngobrol dengan orang-orang yang biasa kamu temui namun kamu sendiri belum kenal dengan orang tersebut.
Entah itu di kantor atau mungkin kampus tempat kamu kuliah…
Bisa juga dimulai dengan menyapa satpam atau mungkin petugas kebersihan yang ada di kantormu.
Bisa juga dengan orang yang kamu temui di lift ketika sedang perjalanan menuju lantai tempat kamu bekerja.
Buka topik soal hobi atau keluarga…
Atau bisa juga dengan menggunakan kalimat berikut:
“Eh, kemarin weekend pergi ke mana?”
“Eh, lihat pertandingan bola yang kemarin nggak?”
Kesimpulan
Membuka topik sendiri memang nggak semudah yang dibayangkan…
Karena itu memerlukan latihan yang rutin sehingga kamu pada akhirnya nanti bisa merasa percaya diri untuk mengobrol dengan orang asing.
Yang penting adalah kamu jangan kebanyakan berpikir tentang bagaimana responnya nanti, tinggal lempar aja pertanyaan yang ada di otak kamu.
Mungkin segitu dulu aja untuk artikel kali ini…
Jika kamu memiliki uneg-uneg yang mungkin ingin disampaikan, kamu bisa tulis itu di kolom komentar yang terletak di bawah artikel ini.
Terima kasih sudah mau membaca artikel ini.