Ciri Pasangan Posesif

ciri pasangan posesif

Posesif merupakan hal yang berbeda dari rasa cemburu.

Posesif adalah rasa cemburu kelewat batas yang dibumbui dengan rasa tidak aman berlebihan.

Pasangan sering melarang kamu bertemu dengan kerabat tanpa alasan yang jelas?

Atau diam-diam memeriksa chat di handphone kamu?

Berarti sifat posesif ini ada di depan mata.

Dalam istilah lain, posesif disebut juga sebagai controlling behaviour atau perilaku suka mengatur berlebihan.

Perilaku ini seringkali dibungkus sebagai cara menunjukkan rasa sayang atau peduli terhadap pasangan.

Namun bagaimanapun juga itu tidaklah benar.

Perilaku posesif bukanlah berakar dari rasa sayang, melainkan dari rasa takut dan rendahnya kepercayaan diri.

Posesif adalah sifat yang bisa muncul karena rendah diri.

Pasangan yang posesif akan membuat kamu menjadi merasa sendiri atau terisolasi.

Jika salah satu pasangan sudah mulai menunjukkan ciri-ciri posesif, itu menandakan hubungan yang sedang dijalani sudah mulai tidak sehat.

Jika hal ini sudah terjadi, sebaiknya kamu keluar dari hubungan tersebut atau mencoba untuk menyelesaikannya berdua dengan pasangan.

Ciri pasangan posesif

Para pakar juga mendeskripsikan hubungan posesif ketika seseorang tak dapat mendukung dan mengizinkan pasangannya untuk dapat berkembang dan berdiri sendiri karena padangannya yang kurang sehat tentang sebuah hubungan…

… bisa juga perasaan tersebut disebabkan oleh perasaan insecure pada dirinya sendiri.

Terkadang efeknya baru terasa ketika ketika sudah terlanjur menjalin hubungan, bukan pada saat di awal hubungan.

Karena pada saat di awal hubungan, saat kamu sedang dimabuk asmara, beberapa sikap pasangan yang mengarah ke sikap posesif justru kita artikan sebagai cara dia menunjukkan perhatian…

Padahal lambat laun kalau dibiarkan akan menjadi ranjau dalam hubungan.

Bila kamu terlanjur terjebak dalam hubungan pposesif, yang bisa kamu lakukan adalah mengutarakan perasaanmu dan pikiranmu secara gamblang dan membuat beberapa peraturan bersama dalam hubungan ini.

Karena terkadang orang posesif bahkan gak sadar kalau hal yang mereka lakukan sudah membuatmu gak nyaman.

Karena itu, penting bagi kita untuk mengungkapkan hal-hal apa yang membuatmu merasa tak nyaman.

Adalah hak kamu untuk jujur kalau kamu tidak merasa baik-baik saja dengan beberapa sikap dia dan kamu pun punya perasaan dan pemikiran yang harus dihormati dalam hubungan ini.

Pemicu rasa posesif

Orang posesif memiliki latar belakang mulai dari kesepian hingga diskriminasi selama masak kanak-kanak sehingga akhirnya memiliki harga diri yang rendah.

Kadang-kadang itu bahkan bisa menjadi sifat genetik yang diwariskan.

Penting untuk dicatat bahwa terlepas dari penyebabnya, orang-orang yang posesif menderita serangan kemarahan atas pasangan mereka.

Emosi negatif ini menyakitkan bagi kedua pasangan dan tidak konsisten dengan kepercayaan dan cinta.

Gejala posesif

Posesif bukan hanya tentang mencoba untuk mendominasi orang lain, tetapi tentang melihat dia sebagai tersangka.

Padahal kenyataannya dia tidak melakukan apa-apa.

Segala sesuatu muncul dalam semacam reaksi berantai, di mana kepemilikan dan penguasaan orang lain lebih besar setiap hari.

Orang yang posesif perlu untuk memata-matai pasangannya, memeriksa barang bawaan mereka dan mencari tanda-tanda perselingkuhan dalam hubungan mereka.

Singkatnya, mereka terus-menerus mencurigai pasangannya dan tidak membiarkannya beristirahat dengan tenang.

Pada kesempatan lain, dia bahkan sampai pada titik mengikuti pasangannya untuk bekerja dan memata-matai pasangannya untuk mencari tahu apakah pasangannya berselingkuh.

Dampak posesif

Awalnya, posesif ditafsirkan sebagai tanda cinta, tetapi ketika itu menjadi sifat gigih dan negatif, kamu mulai melihat celah dalam hubungan.

Setiap hubungan, terlepas dari seberapa dalam kuatnya itu, memberikan ruang dan kebebasan bagi kedua belah pihak, tetapi dalam pasangan di mana ada yang posesif, ini mengarah pada kehancuran hubungan.

Orang yang posesif ingin mengambil alih segalanya dan menyebabkan gangguan dalam kehidupan kedua pasangan, sehingga mustahil bagi seseorang tanpa kebebasan atau ketenangan untuk menikmati hubungan yang luar biasa.

Bagaimana ciri dari pasangan posesif?

1. Kamu harus memenuhi keinginannya setiap saat

Pada dasarnya, jika kamu tidak mematuhi atau memenuhi apa yang diminta pasangan dari kamu, ada akibat dalam bentuk mengomel, menuntut, mengancam, atau memeras emosimu.

2. Dia mengendalikan ke mana kamu pergi, kapan, dan mengapa

Setiap kali kamu ingin pergi keluar, bertemu dengn teman, anggota keluarga, atau bahkan berbelanja, pasangan kamu akan bernafas di leher kamu…

Seringkali dia akan mencegah periode lama keluar dan mencoba membuat kamu terbatas di rumah, biasanya dengan cara mengancam atau manipulatif.

3. Dia menguntit kamu

Pasangan kamu mengawasi setiap hal kecil yang kamu lakukan sampai menguntit kamu.

Ini mungkin termasuk ke akun media sosial kamu dan memeriksa pesan pribadimu, membaca email atau chat, memeriksa riwayat browsermu, muncul tiba-tiba saat kamu di luar rumah, dan sebagainya.

4. Dia sangat menempel dan bergantung

Salah satu tanda kunci dari pasangan yang posesif adalah kecenderungan dia untuk mengingatkan kamu bahwa “kamu adalah pusat dunianya” sehingga dia tidak memerlukan teman atau koneksi sosial lain karena mereka memiliki kamu.

Meskipun ini tidak selalu menjadi pertanda posesif, ini terjadi ketika dia menunjukkan kemarahan atau kebencian terhadap teman, kolega, atau anggota keluargamu yang lain.

5. Dia mencoba menyabotase pertemananmu

Jenis kecemburuan yang dalam dan kelam tampaknya mendidih di kepala pasanganmu saat dia mencoba untuk mencegah kamu untuk menghabiskan waktu bersama teman, kolega, atau anggota keluargamu.

Mereka mungkin mengkritik, membedah karakter, mengemukakan masalah lama yang kamu alami, atau bahkan mengarang kebohongan tentang orang-orang yang ingin kamu temui, kadang-kadang bahkan membuat kamu menentang orang-oranng yang kamu sayangi.

6. Dia tidak menghormati batas pribadi kamu

Dalam hubungan posesif, ruang pribadi jarang dihargai oleh pasanganmu.

Jika kamu memiliki pacar atau pasangan posesif, kemungkinan dia memaksakan diri terlalu banyak pada kebutuhanmu untuk memiliki waktu, ruang, dan benda yang secara eksklusif milikmu.

7. Dia menjadi sangat cemburu dan paranoid terhadap “cewek/cowok lain”

Jika kamu berbicara dengan lawan jenis lainnya selain pasanganmu, pasanganmu pasti ingin tahu kenapa kok kamu bicara dengan lawan jenis itu.

Jika mendapat telpon dari orang lain, pasanganmu ingin tahu alasannya.

Jika kamu mendapat permintaan pertemanan di Facebook, dia ingin tahu alasannya.

Jika kamu mendapatkan email dari ini dan itu, dia juga ingin tahu alasannya.

8. Dia mengontrol apa yang kamu kenakan

Keluar? Lebih baik pastikan kamu mendapat persetujuan dari pasanganmu.

Pasangan posesif akan selalu terbuka menilai apa yang kamu kenakan untuk memastikan bahwa itu sesuai dengan standar pasanganmu.

9. Dia terus menerus mengirim pesan kepadamu saat kamu keluar

Untuk beberapa alasan, pasangan kamu sepertinya selalu “memeriksa” kamu ketika kamu keluar, dengan cara mengirim lebih banyak chat dan panggilan kepadamu.

10. Dia ingin terlibat dalam semua pengambilan keputusanmu

Setiap keputusan yang kamu buat, pasangan kamu ingin berada di sana.

Seringkali kamu bahkan akan merasa tertekan untuk melakukan apa yang ingin dia lakukan, bahkan jika keputusan itu gak ada hubungannya dengan pasanganmu.

11. Sering memberikan pujian bersyarat

Ini adalah salah satu keahlian dari orang yang posesif.

Dia memuji kamu atau mengeluarkan kata-kata manis.

Namun di balik pujiannya, ada tuntutan atau syarat yang perlu dipenuhi.

Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut:

“Aku akan semakin sayang sama kamu kalau kamu bisa turunin berat badan kamu”

Atau bisa juga seperti ini…

“Kamu akan semakin menarik kalau kamu dapat bonus di kantor”

Atau mungkin seperti ini…

“Kamu sebenarnya cantik, tapi rambutmu sebaiknya dipotong aja”

Jika pasangan sering mengeluarkan pujian-pujian atau kata-kata manis tapi bersyarat seperti di atas, sebaiknya mengenalinya sebagai ciri posesif.

Saat mengeluarkan kalimat tersebut, dia ingin mengatur kamu untuk memenuhi standar gak masuk akal yang dibuatnya sendiri.

Ingat, dalam hubungan yang sehat, kamu gak akan ragu untuk menjadi diri sendiri.

Pasangan pun juga akan memberikan pujian di saat yang tepat dan tentunya tanpa syarat apapun.

12. Membuat seolah-olah kamu memiliki hutang

Memberikan barang-barang yang mahal saat masa-masa awal pacaran, mungkin bisa terlihat sebagai gestur romantis.

Namun orang posesif lagi-lagi pandai memanipulasi pasangannya.

Dengan memberikan hal-hal tersebut, dia mengharapkan hal lain sebagai balasan.

Dengan kata lain, dia secara gak langsung membuat kamu berhutang sesuatu kepadanya.

Dia juga akan membuat kamu merasa bahwa dia telah memberikan segalanya kepadamu, sehingga kamu harus menuruti kemauannya.

13. Cemburu berlebihan

Cemburu memang bisa menjadi salah satu bumbu dalam hubungan percintaan.

Namun jika berlebihan, tentu itu bukanlah suatu hal yang menyenangkan.

Bagi orang berperilaku posesif, rasa cemburu bisa berubah menjadi sesuatu yang menyeramkan.

Dia bisa saja mengancam kamu atau orang yang dia cemburui.

Dia juga akan membuat seolah-olah itu merupakan salahmu, saat ada orang lain yang peduli dengan kmau.

Dia akan mengatakan bahwa kamu berpakaian terlalu “mengundang” misalnya, atau bersikap terlalu ramah kepada orang lain.

14. Kerap merendahkan pemikiranmu

Setiap orang pasti punya beberapa pandangan dalam hidupnya, yang sudah dipercayai sejak lama, misalnya seperti pilihan partai politik atau tradisi kebudayaan.

Ketika kamu memiliki pasangan dengan pandangan yang berbeda, tapi bisa memulai diskusi yang sehat, tentu ini adalah hal yang positif.

Namun jika perdebatan kamu dengan pasangan terhadap pandangan masing-masing justru membuat kamu merasa salah, dan pasangan memaksakan pandangannya, maka hal tersebut sudah termasuk perilaku controlling.

15. Dia sering mampir tanpa diduga atau memberi kabar

Pernah gak pasangan kamu tiba-tiba datang tanpa memberi kabar atau di situasi yang sebetulnya gak kamu harapkan?

Alasannya sih kasih surprise dan mungkin awalnya kamu merasa itu bukan hal yang patut dicurigai, tapi bisa jadi itu trik dia untuk mengecek kamu lagi di mana dan sedang sama siapa.

Surprise visit dari pacar memang menyenangkan, tapi kalau jadi kebiasaan dan malah membuatmu risih, sebaiknya didiskusikan bersama.

Apakah dia bersikap posesif karena tak percaya dengan kamu atau mungkin dia tak tahan berpisah lama-lama dari kamu?

Yang jelas dalam hubungan sekalipun, kamu tetap berhak punya waktu dan space untuk kegiatanmu sendiri atau bersama teman-teman tanpa pasangan harus ikut.

16. Gusar ketika kamu bilang butuh waktu sendiri

Seseorang menjadi posesif untuk menunjukkan kalau dia yang memegang kontrol dalam sebuah hubungan.

Pasangan posesif akan merasa kesal kalau dia tak tahu dengan pasti soal keberadaanmu karena itu artinya dia tak punya control atas dirimu…

… atau bisa jadi dia merasa kesal karena menganggap tak diikutsertakan sama dengann tak dihargai.

Pertandanya bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti merasa kesal jika kamu tak mau menonton serial TV bersama atau ketika kamu bilang ingin pulang sendirian atau tidur lebih dulu.

Kalau kamu tak bisa melakukan hal-hal kecil tanpa membuat mereka gusar karena merasa tak diikutsertakan, itu bisa menjadi pertanda ada yang kurang sehat dalam hubungan ini dan sebaiknya dibicarakan.

17. Dia harus tahu semua jadwal kegiatanmu


Kalau sudah berpasangan, sebetulnya memang hal wajar untuk saling update kegiatan masing-masing dan saling memberi kabar.

Tapi kalau dia harus tahu kegiatanmu selama 24 jam setiap hari, rasanya pasti lama-lama menyebalkan dan itu menjadi salah satu sikap posesif.

Cara terbaik untuk menghadapi situasi ini adalah memercayai value diri kamu sendiri dan berani menentukan batas dalam sebuah hubungan.

Untuk sebuah hubungan bisa berjalan lebih sehat, yang penting adalah saling respek dan percaya.

Dengan jujur kalau kamu tak merasa nyaman seperti diawasi terus-menerus, kamu juga bisa saling membicarakan apa yang membuat dia merasa tak percaya dengan dirimu.

18. Membuat kamu merasa paling beruntung memilikinya

Dalam beberapa kasus, pasangan yang posesif akan mencoba membuat orang yang bersamanya percaya bahwa kamu beruntung karena “tahan dengan mereka”.

Seperti gak ada orang lain yang akan memilikimu.

19. Dia gak punya banyak teman

Kamu adalah pusat dunianya, dan dia gak bisa memahami mengapa dia bukan satu-satunya pusat duniamu.

20. Selalu mengancam

Jika keinginannya tak dipenuhi, orang yang posesif akan mengancam pasangannya.

Dia juga akan melakukan apapun untuk membuat pasangannya menurut, termasuk mengancam meninggalkan atau bahkan bunuh diri jika pasangannya tidak menurut.

21. Emosi tidak stabil

Kondisi ini terjadi karena orang  yang posesif merasa takut kehilangan pasangannya.

Karena itu, saat pasangannya melakukan sesuatu hal yang menurutnya salah, dia akan kecewa dan marah.

Termasuk saat pasangannya telat memberi kabar, pulang terlambat dari waktu yang disepakati, bertemu dengan orang yang tidak dia sukai, dan alasan lain yang dibuat-buat.

Bahkan tak jarang, rasa kecewa ini ditunjukkan dalam bentuk kekerasan fisik, seperti menampar atau memukul.

Tips menghadapi pasangan posesif

Oke, setelah melewati pembahasan yang cukup panjang di atas, sekarang saatnya mengetahui tips menghadapi pasangan posesif itu seharusnya seperti apa.

Tidak baik bagi cowok maupun cewek untuk bersikap posesif, karena itu hanya dapat merusak hubungan.

Meskipun posesif ada di dalam diri kita masing-masing, tetapi akan lebih baik untuk menyadarinya dengan pikiran yang dingin dan mengambil langkah koreksi diri untuk mengatasinya.

Jika seseorang dapat melakukannya, maka hampir 90 persen masalah akan terpecahkan dan banyak hati yang akan diselamatkan dari kehancuran.

1. Bicarakan

Sifat posesif biasanya muncul karena ada kondisi-kondisi tertentu yang mendasarinya.

Karena itu, memahami mengapa pasangan kamu berperilaku posesif merupakan langkah awal yang baik untuk mengatasi permasalahan ini.

Bicaralah dengan tentang rasa tidak aman dan ketakutan yang dia miliki.

Apakah ada hubungannya dengan masa lalunya, seperti masa kecil yang tidak baik atau pengalaman ditinggal oleh orang yang dicintainya?

Meskipun ini adalah percakapan yang sulit, tetapi menunda membicarakannya hanya akan memperburuk keadaan.

Jadi kamu perlu membantu pasangan mengatasi rasa tidak aman yang dia miliki, sehingga mengerti bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Dengan demikian, kamu bisa memiliki hubungan yang sehat.

2. Tunjukan kasih sayangmu padanya

Kamu mungkin tidak tahu bagaimana pelukan sederhana sambil mengatakan “aku mencintaimu” atau pujian bisa memberikan dampak yang luar biasa bagi suatu hubungan, terutama bila kamu memiliki pasangan yang insecure.

Jadi, jangan ragu untuk mengungkapkan rasa cinta kamu, baik secara verbal maupun fisik.

Berikan pasangan kamu jaminan yang sangat dibutuhkannya dan supaya dia mengerti bahwa kamu benar-benar berkomitmen pada hubungan kalian.

3. Libatkan pasangan

Agar pasangan kamu tidak cemburu, lain kali saat kamu ingin pergi bersama teman-teman, ajak pasangan untuk ikut juga.

Libatkan dia dalam rencana kamu dan biarkan dia melihat seperti apa dunia kamu.

Semakin sering kamu melibatkan pasangan, semakin aman perasaannya.

Bila pasangan kamu punya masalah teman lawan jenisnya, pertemukanlah mereka.

Biarkan dia melihat sendiri bahwa kamu memiliki hubungan pertemanan yang murni dengan temannya itu.

Sifat posesif seringkali membuat suatu hubungan menjadi renggang.

Sebab sifat ini sering dianggap mengganggu dan membuat seseorang tidak nyaman dan merasa tidak tenang.

4. Tingkatkan kepercayaan diri

Lakukan perawatan diri untuk menunjang penampilan.

Bisa juga dengan mengikuti berbagai kursus atau kelas agar menunjang kualitas diri kamu.

Dengan begitu kamu akan menemukan kembali kepercayaan diri sehingga tak akan terpengaruh apabila pasangan posesifmu mencoba merendahkanmu.

5. Perjelas masalahnya dan dari mana asalnya

Kamu mungkin juga ingin mempertimbangkan untuk pergi ke psikolog untuk membantu mengungkapkan situasi sebelum kamu mengatasinya dengan pasangan posesifmu.

Sebelumnya kamu harus memberitahu pasangan yang sebenarnya tentang perilakunya yang perlu diubah agar hubungan ini berhasil.

Sehingga psikolog atau tenaga professional dapat membantu kamu menjelaskan hal itu sebelumnya.

6. Bicara dari hati ke hati dengan pasangan

Pilih waktu yang tepat untuk duduk dan berdiskusi secara jujur dan tidak tergesa-gesa tentang perilaku dia yang posesif.

Pastikan kamu berada di ruang yang tepat untuk menghindari meledaknya emosi.


Sehingga dia bisa menahan untuk melakukan hal-hal buruk padamu.

7. Jangan berharap segalanya berubah besok, tapi jangan menunggu selamanya

Jika dia setuju untuk mengubah perilaku, memikirkan kesalahan dan mau melakukan sesuatu untuk memperbaiki situasi, mungkin kamu bisa memberinya waktu.

Tak perlu terburu-buru, namun tentukan tenggat waktu.

Jika yakin hubungan tersebut memiliki masa depan yang sehat, kamu patut bersabar dengan pasanganmu.

Tapi jika kelakuannya tak juga berubah bahkan malah semakin parah, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan untuk meninggalkannya.

Carilah pasangan yang bisa menghargai dan memberikan privasi serta ruang untuk bernafas.

Kesimpulan

Wah, artikel ini tanpa terasa menjadi artikel yang sangat panjang ya…

Memang banyak tanda-tanda yang bisa dilihat dari pasangan bahwa dia itu merupakan pasangan yang posesif atau nggak.

Namun dari semua ciri-ciri yang terdapat di artikel ini, apakah ada ciri-ciri yang terdapat di dalam dirimu?

Karena jauh lebih mudah untuk mengubah diri sendiri daripada mengubah pasangan.

Karena kalau mengubah pasangan sendiri dia harus terketuk dulu hatinya dan itu tentu saja gak mudah…

Semoga kamu sendiri atau pasanganmu gak punya ciri-ciri yang sudah disebutkan tadi ya, karena memang rasanya sangat gak enak sekali berurusan dengan orang yang posesif.

Mungkin segitu saja untuk artikel kali ini.

Jika kamu memiliki uneg-uneg yang ingin disampaikan, silahkan tuliskan saja di kolom komentar yang terletak di bagian bawah dari artikel ini.

Terima kasih sudah mau membaca artikel ini.

Tinggalkan komentar