Cara Move On yang Cepat

cara move on yang cepat

Move on dari pasangan memang kadang gak mudah untuk beberapa orang.

Ada beberapa orang yang perlu waktu beberapa minggu aja udah bisa move on, namun ada orang yang butuh waktu berbulan-bulan untuk bisa move on.

Rasa sakit ditinggalkan oleh seorang kekasih itu memang rasanya gak menyenangkan.

Namun sebuah hubungan jika memang harus berakhir ya buat apa untuk terus dipertahankan? Karena yang ada kamu sendiri akan menjadi semakin sakit.

Namun hal ini biasanya terjadi di saat pacaran aja, pada saat ada yang gak cocok, sepertinya akan jauh lebih mudah untuk saling meninggalkan dan akhirnya mencari pasangan yang baru.

Namun untuk mereka yang sudah menikah, hal ini gak semudah yang dikira.

Tapi sebenarnya cara move on yang harus dilakukan itu sebenarnya adalah sama.

Sekedar informasi aja, sebenarnya artikel ini ada versi podcastnya, namun karena bikinnya yang termasuk dadakan, jadi informasi yang dihadirkan gak begitu lengkap.

Jika mungkin kamu penasaran, kamu bisa mengunjungi Youtube-ku.

Cara move on yang cepat

Cara untuk move on sendiri bisa dimulai dengan dua cara yang harus dilakukan secara bersamaan.

Namun cara itu mungkin dianggap remeh untuk orang lain, karena mungkin efeknya yang dikira gak terlalu terasa, padahal efeknya sangat luar biasa sekali.

Ada 4 tips yang akan aku berikan, namun tips pertama dan kedua harus dilakukan secara bersamaan, karena memang efeknya akan menjadi jauh lebih baik dan gak buang-buang waktu, karena prosesnya yang gak sebentar.

Oke lah, gak perlu berlama-lama lagi, langsung saja ke dalam tips cara move on yang baik dan benar.

1. Membuka diri dengan orang-orang yang sudah kenal dekat

Ketika kamu sendiri baru saja mengalami patah hati, kamu harus langsung membuka diri dengan orang-orang yang sudah kamu kenal dekat.

Kenal dekat di sini bisa dibilang seperti sahabat.

Ceritakan apapun yang kamu rasakan pada saat itu.

Kamu gak membutuhkan saran atau mungkin masukan dari teman yang kamu ajak curhat itu…

Kamu cuma perlu untuk “mengeluarkan muatan” yang ada di dalam pikiranmu itu supaya kamu bisa menjadi lebih lega.

Cuma memang yang jadi masalah itu biasanya orang jadi cenderung menutup diri ketika hubungannya bermasalah…

Karena selama menjalani hubungan, orang tersebut meninggalkan teman-temannya, cuma fokus sama hubungan yang sedang dijalin, gak tetap menjalin komunikasi dengan orang-orang terdekatnya, sehingga ketika terjadi apa-apa terhadap hubungannya, pasti punya anggapan “gak ada orang yang paham sama kondisiku”

Tapi ya sudah lah, sudah terlanjur terjadi, kamu sudah meninggalkan teman-temanmu, tapi kamu perlu cerita untuk membuat perasaanmu menjadi jauh lebih baik.

Kamu gak bisa cerita ke temanmu karena kamu sendiri memiliki gap yang cukup besar antara kamu yang dulu dengan kondisimu yang sekarang.

Coba cerita aja mulai dari awal hubunganmu rusaknya gimana, cerita aja.

Awalnya kamu sendiri bakal mikir bahwa kamu sendiri akan bercerita panjang sekali, namun biasanya kenyataannya kamu ceritanya gak sepanjang itu, selain itu juga bakal ada perasaan “loh gitu aja ceritanya?”

Perasaan seperti itu ada dan itu wajar sekali, karena sebenarnya diri kita sendiri yang merasa bahwa masalah itu besar sekali, hingga akhirnya kita mungkin gak kuat untuk menanggungnya sendiri…

Namun setelah cerita, ternyata masalahnya itu gak seberapa…

Tapi ya memang kamu harus menceritakan masalahmu itu.

2. Menuliskan kegelisahan

“Ditulis? Apa nikmatnya?”

Itu juga yang ada di pikiranku ketika mendengar idenya, walaupun aku sendiri suka sekali mengetik.

Sebenarnya memang gak begitu nikmat jika dibandingkan dengan cerita langsung.

Namun dengan cara menulis, seenggaknya kamu bisa mengeluarkan uneg-uneg yang ada di kepalamu secara berkali-kali, walaupun yang dicurhatin itu sama, gak bakal ada yang protes.

Kan biasanya setelah kita curhatin apa yang ada di hati kita ke teman atau sahabat kita, kita bisa menjadi lebih plong.

Namun pada saat sudah pulang, atau mungkin di perjalanan pulang, perasaan gak enak itu muncul lagi, sehingga kita butuh cerita lagi.

Tapi tentu kita gak bisa lagi cerita ke teman atau sahabat kita itu, apalagi kalau yang ingin diceritakan itu sama seperti yang sebelumnya diceritain.

Nah ini lah kelebihan dari menulis.

Ini sebenarnya cuma pertolongan pertama ketika kamu gak bisa menceritakan tentang apa yang kamu rasakan.

Namun aku sendiri bisa merasa jauh lebih baik dengan menuliskan apa yang aku rasakan pada saat aku patah hati.

Selain itu aku juga bisa curhat hal yang sama berkali-kali dengan cara mencatat.

Dan memang dengan mencatat itu aku bisa merasa lebih baik dari sebelumnya.

Waktu awal menjauh dari gebetanku, aku merasa patah hati yang teramat sangat, selain itu juga aku merasakan sakit kepala yang luar biasa, sehingga aku minum obat asam mefenamat untuk mengurangi rasa sakit yang aku rasakan.

Namun setelah beberapa kali “curhat” ke dalam tulisan, aku merasa lebih baik dibandingkan sebelumnya, rasa sakit kepala masih tetap ada, namun itu sudah jauh lebih jarang.

Cara curhatnya gimana?

Cara curhatnya ya tinggal tuliskan aja apa yang keluar di dalam pikiran dan hatimu waktu itu juga daripada ngomong sendiri di hati yang nantinya bikin perasaan semakin gak karuan.

Suara-suara yang kamu dengar di hati dan pikiranmu itu sebenarnya merupakan suara-suara yang gak kamu harapkan…

Dengan menuliskan semua suara-suara tersebut maka kamu bisa “menghargai” suara yang gak diharapkan itu.

Kamu bisa menggunakan kalimat pancingan di bawah ini untuk memancing curhat yang lebih jauh lagi.

  • “Aku merasa…”
  • “Aku berharap…”
  • “Aku takut tentang…”

Sebenarnya ada total 9 pancingan yang, tapi sayangnya aku gak bisa jabarkan itu semua di sini.

Jika mau versi lengkapnya, silahkan ke Kelas Cinta.

Penggunaannya adalah sebagai berikut:

  • “Aku merasa sangat bodoh sekali sudah menjalani hubungan dengan dia, karena dia suka melakukan…”
  • “Aku berharap aku bisa kembali ke masa lalu sehingga aku gak perlu terjebak di situasi yang seperti ini. Karena situasi yang seperti ini membuatku merasa berantakan”
  • “Aku takut tentang diriku yang masih suka kepikiran dengan kejadian waktu itu”

Jadi penggunaannya kurang lebih seperti ini:

“Kalimat pancingan + perasaan apa yang sedang kamu rasakan.”

Dengan begitu kamu bisa bercerita lebih banyak lagi dibandingkan sebelumnya.

Kamu bisa berhenti sejenak pada saat kamu sedang mengerjakan sesuatu dan mencatat semua perasaanmu itu dan kemudian kembali lagi mengerjakan apa yang sudah kamu kerjakan sebelumnya.

Nah ini ada baiknya untuk menyiapkan sebuah buku catatan kecil yang di mana lebih kecil dari buku ukuran A5, di buku tersebut juga ada tempat untuk menaruh bolpennya sehingga kalau kamu mau mencatat semua yang kamu rasakan akan menjadi lebih mudah.

Namun jika misalnya kamu sedang melakukan aktivitas yang gak bisa disela sebentar untuk menulis kegelisahan hatimu, ya mending jangan berhenti sejenak untuk menulis.

Seperti misalnya kamu sedang menyetir, ya kamu gak perlu untuk minggir sebentar untuk mencatat semua kegelisahanmu, lanjutkan aja perjalananmu.

Atau mungkin pada saat kamu sedang mengobrol dengan temanmu, ya jangan berhenti ngobrolnya untuk mencatat, kamu tetap harus berada di situasi ngobrol itu.

Jika kegelisahan yang kamu alami itu muncul mungkin sebelum tidur atau mungkin setelah bangun dari tidur, ya kamu bisa terus menceritakan apa yang kamu rasakan ke dalam buku tersebut.

Gak perlu terlalu lama kamu mencatat semua yang kamu rasakan itu, terutama jika kondisinya kamu baru bangun…

Maksimal luangkan waktu 10 menit saja untuk mencatat semua kegelisahanmu, kemudian lanjutkan aktivitas yang ingin kamu lakukan, seperti misalnya merapikan kamar, mandi, serta sarapan.

Karena jika kamu terlalu asik mencatat semua kegelisahan yang kamu rasakan, takutnya nanti kamu akan menjadi lupa dengan aktivitas yang ingin kamu lakukan, misalnya pergi bekerja.

Jika mungkin kamu ingin mencatat kegelisahanmu pada saat kamu ingin tidur, mungkin kamu bisa lebih bebas dalam mencatat, namun ya kamu gak bisa terlalu lama juga menyisihkan waktu unutk mencatat, karena takutnya kamu nanti tidurnya terlalu malam, sehingga akhirnya kamu bangunnya telat.

Memang, kegiatan mencatat ini bisa dilakukan di handphone atau mungkin di laptop…

Namun memang lebih enak di buku, karena lebih minim gangguan.

Jika di laptop, mungkin kamu harus menunggu untuk menyalakan laptopmu dulu, jika di handphone nantinya kamu bisa lupa untuk mencatat karena ada notifikasi yang terdapat di handphonemu.

Maka dari itu lebih enak jika ditulis di buku aja.

Tujuan menulis

Mungkin tujuan menulis ini tadi sudah disampaikan di poin sebelumnya, yaitu untuk menghargai suara-suara yang gak diharapkan di dalam hati.

Sehingga kamu gak perlu menulis secara indah di dalam tulisanmu itu.

Cukup tuliskan aja poin-poin yang ingin kamu sampaikan, gak perlu sampai membuat cerpen yang sangat bagus…

Gak perlu sampai segitunya.

Kamu kan pengen banget untuk melepaskan rasa sakit yang sedang kamu alami, nah dengan cara curhat dan menulis itu kamu bisa membuat diri kamu merasa lebih baik, kamu bisa mengeluarkan semua perasaan sakit yang ada di hati dan pikiranmu.

Sebelum bisa melepaskan semua rasa sakit yang kamu alami, kamu harus bisa mengeluarkan rasa sakit itu.

Memang dengan menulis semua yang kamu rasakan tadi itu gak akan membuatmu sembuh dari rasa sakit yang kamu alami.

Karena memang pada dasarnya gak ada yang bisa sembuh 100% dari patah hati, pasti ada rasa-rasa takut yang mungkin kamu rasakan.

Namun dengan menuliskan semua itu, kamu bisa meringankan rasa sakit yang kamu alami.

Baiknya dilakukan secara bersamaan

Ada baiknya untuk kegiatan menulis dan curhat ke teman ini harus dilakukan secara bersamaan sehingga kamu bisa merasakan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kamu melakukan salah satunya aja.

Cuma memang kalau misal gak ada teman yang bisa untuk diajak mengobrol, ya ada baiknya untuk menulis saja, atau mungkin kamu juga bisa datang ke psikolog untuk dibantu supaya kamu bisa merasa jauh lebih baik.

Untuk psikolog sendiri bisa kok menggunakan BPJS.

Dengan menggunakan BPJS tentu biaya pengobatan yang harus kamu tanggung juga akan menjadi lebih murah dibandingkan jika gak menggunakan BPJS.

Namun juga ada orang yang harus langsung dirujuk ke psikiater karena memang penyembuhannya sendiri harus menggunakan obat.

Beda dari psikolog dan psikiater itu sebenarnya kalau psikolog itu cuma terapinya gak ada obat yang diberikan, cuma disuruh melakukan sesuatu, mungkin bisa dibilang cuma terapi perilaku.

Sementara psikiater memberikan obat untuk penyembuhannya.

Karena memang latar belakang pendidikannya berbeda, psikolog itu lulusan mahasiswa psikologi yang mengambil S2 psikologi juga.

Sementara untuk psikiater itu lulusan kedokteran dan mengambil S2 psikiatri.

3. Melakukan hobi atau kegiatan yang sewajarnya dilakukan

Biasanya orang akan gak melakukan hobi atau kegiatan yang semestinya dia lakukan pada saat putus cinta.

Apalagi hobi…

Hobi menjadi hal yang biasanya gak dilakukan lagi ketika sudah menjalani hubungan, padahal dengan melakukan hobi itu kita bisa merasakan kebahagiaan tersendiri.

Biasanya dengan gak melakukan hobi, mereka cenderung untuk menuntut diperhatikan, menuntut untuk dibuat merasa berharga, karena kita meninggalkan kegiatan yang membuat kita merasa bahagia dan berharga.

Nah untuk itu, coba deh kamu kembali ke komunitasmu yang dulu sangat kamu geluti, bisa dengan komunitas hobi kamu sendiri.

Dengan melakukan hobi kamu bisa menghabiskan waktu dengan sangat cepat dan sangat gak terasa.

Apalagi jika didukung dengan komunitas yang saling support, tentu akan menjadi semakin nyaman lagi proses move onnya.

Jika mungkin kamu hobi menulis, kembali bergabung dengan komunitas menulis dan mulai menulis lagi entah sebuah cerita atau mungkin sebuah artikel, itu akan bisa membuatmu jauh lebih bahagia dibandingkan dengan kamu yang diam aja dan meratapi nasib…

Memang sih yang bagus itu kalau kamu olahraga, tapi kan gak semua orang itu hobinya olahraga juga.

4. Memaafkan mantan

Ini perlu dilakukan jika kamu merupakan pihak yang disakiti oleh mantan.

Memang untuk yang satu ini mungkin gak akan mudah buat dilakukan, karena mungkin kesalahannya sendiri itu parah banget…

Seperti misalnya selingkuh, tentu aja ini hal yang sangat menyakitkan…

Dengan luka yang parah seperti itu, mungkin kamu akan memerlukan psikolog untuk bisa membantu kamu menyembuhkan luka yang ada di hati kamu.

Ya emang bisa sih gak pakai pergi ke psikolog, cuma biasanya prosesnya akan menjadi sangat lama sehingga bukan gak mungkin kamu akan jalan ditempat aja.

Kembali lagi ke soal memaafkan mantan, sebenarnya kamu perlu memaafkan dia untuk keperluanmu sendiri.

Kamu memaafkan untuk keutuhan hatimu sendiri.

Karena jika kamu gak memaafkan dia, maka kamu seperti menyimpan bangkai di dalam hatimu sendiri yang di mana lama kelamaan akan membuat hati kamu juga menjadi busuk juga.

Mantan gak perlu tahu kamu sudah memaafkan dia apa belum, yang penting maafkan aja.

Memang berat, tapi harus dicoba…

Ikhlaskan semua yang sudah dilakukannya kepadamu…

Ini mungkin akan menjadi lebih mudah apabila kamu sendiri menyibukkan dirimu dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan yang paling penting hilang kontak dengan mantan terlebih dahulu.

Ini mungkin akan sangat menyiksa kamu apabila kamu dan mantan kamu itu satu lingkungan…

Misal seperti satu kantor atau mungkin satu jurusan, apalagi kalau satu kelas, tentu akan menjadi sangat gak nyaman, tersiksa rasanya karena harus terus bertemu dengannya.

Iya, ini bakal lebih mudah kalau kamu gak ketemu apalagi berhubungan dulu dengannya.

Yang perlu diketahui tentang move on

Yang aku pelajari di Kelas Cinta, move on itu berjalan maju…

Move on bukan berarti lupa semua kenangan yang terjadi bersama mantan.

Karena nyatanya semua hal yang memiliki impresi, baik maupun buruk itu akan diingat oleh otak seumur hidup.

Banyak orang yang mengira bahwa move on itu amnesia, padahal itu salah.

Justru kamu harus bersyukur karena kamu masih diberi ingatan yang baik oleh Tuhan, sehingga kamu bisa mengetahui bahwa seseorang itu gak baik untuk kamu…

… dan kamu sendiri bisa mendapatkan pelajaran yang bisa membuatmu menjadi orang yang jauh lebih baik lagi, jauh lebih berpengalaman.

Karena jika kamu gak punya pengalaman buruk yang seperti itu, sudah tentu kamu gak akan menjadi orang yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Yang jelas itu kamu harus terus berjalan maju, mau sepelan apapun itu, yang penting terus bergerak.

Banyak orang yang justru ketika patah hati itu malas untuk bergerak namun ingin duri yang menancap di hatinya bisa lepas dan luka di hatinya bisa sembuh.

Padahal gak seperti itu cara mainnya…

Kamu harus terus bergerak sehingga kamu sendiri bisa terlepas dari duri yang menancap di hatimu dan kamu bisa menjadi orang jauh lebih bahagia.

Dan nyatanya kita harus terus move on sampai kita sendiri meninggal.

Ingat, move on itu bergerak, lebih tepatnya bergerak maju, bukan melupakan.

Untuk parameter bagaimana kamu sudah move on atau belum, jujur aku sendiri masih belum mengetahuinya, karena selama mengikuti Kelas Cinta ini aku masih belum mengetahui bagaimana parameter pastinya.

Karena memang masih belum bertemu dengan video yang mengulas tentang bagaimana untuk move on.

Mungkin juga sebenarnya sudah dijelaskan, namun live itu terlewat, sebenarnya juga aku belum langganan KC Star juga sehingga aku gak bisa melihat video-video live yang sudah lewat itu.

Mungkin segitu dulu saja artikel kali ini.

Semoga bisa membantu kamu dalam menjalani move on, semoga move on yang kamu jalani pun menjadi lebih mudah dengan kamu membaca tips yang sudah aku berikan.

Mungkin artikel ini juga mungkin bisa menjadi artikel yang super berat dan panjang jika mungkin aku berlangganan KC Star, mungkin bakalan dibagi dalam beberapa part karena saking panjangnya.

Namun segini aja udah lumayan panjang sekali.

Tapi terima kasih sudah mau mampir ke artikel ini.

Mungkin aku pengen untuk kembali mengingatkan kepada kamu yang sedang baca artikel ini aja…

Sebenarnya artikel ini juga ada versi podcastnya, namun informasinya gak selengkap yang di sini, karena bikinnya dadakan, ada kegelisahan langsung aja tulis poin-poin yang aku inget dalam video Kelas Cinta, belum begitu matang konsepnya udah langsung bikin podcastnya.

Nah versi artikel ini sebenarnya itu versi penyempurnaan dari podcast yang aku buat itu.

Mungkin kalau kamu berminat untuk mendengarnya, kamu bisa mendengarkan itu di Youtube-ku.

Videonya sendiri bisa kamu lihat di bawah ini.

Sekali lagi terima kasih sudah mau mampir ke artikel ini.

Semoga informasi yang aku berikan ini bisa membantu kamu untuk bisa move on dengan lebih baik.

Sampai jumpa di artikel yang lainnya.

Tinggalkan komentar