idkiswara.com – Ada yang bilang kalau hubungan pertemanan dari dua orang lawan jenis itu kecil kemungkinan bahwa hubungan itu tanpa adanya perasaan…
Nggak jarang akhirnya karena persahabatan itu akhirnya bikin salah satu pihak yang di mana mengalami kejadian yang dinamakan Friendzone…
Pada artikel kali ini, aku ingin menjelaskan secara terperinci tentang
Apa itu friendzone?
Friendzone sebenarnya merupakan sebuah kondisi di mana ada dua orang berbeda jenis kelamin yang saling berteman tapi ada salah satu di antaranya yang menyimpan perasaan suka pada pihak lainnya, sementara pihak yang lainnya hanya menganggap dia sebagai teman…
Nggak lebih…
Hubungan friendzone ini sebenernya bisa bikin munculnya rasa kecewa dan frustasi dari kedua belah pihak.
Korban Friendzone
Pihak yang menjadi korban friendzone ini sebenarnya bisa cowok bisa cewek…
… tergantung dari siapa yang punya perasaan tertarik kepada sahabatnya…
Berada di dalam situasi friendzone adalah hal yang paling nggak diinginkan dalam hubungan pertemanan.
Nggak jarang, karena adanya friendzone ini akhirnya bisa menghancurkan persahabatan yang sudah terbangun lama.
Jelas rasanya sudah pasti sangat nggak nyaman.
Alasan terjebak friendzone
Sebelum kita masuk lebih jauh, ada baiknya untuk kita ngerti dulu tentang apa sih yang menyebabkan kita mengalami friendzone…
1. Dia belum siap berkomitmen
Ada kalanya sahabat kita itu belum siap untuk menjalani komitmen sebagai pasangan dengan kita.
Alasannya pun bermacam-macam…
- Dia baru aja putus dari mantannya
- Dia masih punya prioritas lainnya yang ingin dicapai
Tentu saja di kondisi seperti ini sepertinya lebih cenderung untuk kita ngerasa “digantung” sih…
2. Kamu cocok dijadikan teman, bukan pasangan
Tentu aja orang-orang memiliki kriterianya sendiri untuk menjadikan seseorang untuk menjadi sahabat atau pasangannya.
Mungkin kalian bisa ngerasa nyaman waktu ngobrol bersama, apa yang kalian bahas pun juga bisa nyambung.
Namun, sayangnya dia nggak ngerasa kamu itu cocok untuk dijadikan pasangannya…
Jadinya kamu cuma dijadikan sahabatnya aja…
3. Nggak mau merusak hubungan pertemanan
Hal ini sebenernya yang sering terjadi di antara pertemanan cowok dan cewek.
Kalian berdua ngerasa sama-sama cocok , sering curhat-curhatan, sering jalan bareng…
Di satu sisi, kamu mulai ngerasa suka sama dia, tapi kamu takut kehilangan dia sebagai teman.
Biasanya kalau nantinya udah pacaran terus putus, biasanya persahabatan yang sudah terjalin ini akan hancur gitu aja.
4. Nggak pede menjalin hubungan dengan dia
Misalnya, tiba-tiba kamu dideketin sama cowok atau cewek cakep dan kamu merasa diri kamu cuma “remahan rengginang”…
Kamu nggak cocok sama lifestyle-nya dia…
… atau kamu ngerasa kalau dia itu terlalu baik buat kamu.
Ini akhirnya bikin kamu ngerasa nggak pede buat jadi pasangannya…
Akhirnya kamu hanya bisa jadi penonton di kisah kehidupannya aja…
5. Kepribadian nggak cocok
Nggak jarang kan kita bisa nemuin orang yang di mana nggak nyambung kalau diajak ngobrol, tapi dia sebenernya cakep…
Jadinya ya mending dijadiin temen aja ketimbang dijadiin pacar.
Efek dari terkena friendzone
Tentu aja kalau terkena friendzone ini punya efek negatif dan positif.
Efek negatif
Kalau kamu yang terkena friendzone, biasanya tuh bakal ngerasain adanya emosi negatif, contohnya seperti ini:
- Sedih
- Kecewa
- Marah
- Takut
- Malu
- Tertekan
- Putus asa
Tentu aja semua emosi negatif ini kalau nggak bisa dikendalikan nantinya bakal menimbulkan masalah lainnya, beberapa di antaranya sebagai berikut:
- Frustrasi
- Stres
- Patah hati
- Depresi
Tentu saja kalau masalah yang aku sebutkan tadi nggak segera diatasi tentu akan memengaruhi produktivitas…
Kalau sudah kejadian kayak gitu, ada baiknya kalau kamu segera datang ke psikolog untuk bisa dibimbing agar bisa bantuin kamu untuk menambal “luka” yang kamu rasakan.
Oh iya, kamu bisa lihat ke cara curhat ke psikolog atau psikiater.
Efek positif
Nggak cuma ada efek negatif aja sih, friendzone juga ada efek positif yang perlu kamu tahu.
1. Ajang pendekatan
Kalau kamu kena friendzone, kamu bisa lebih nyaman buat ngedeketin dia.
Proses PDKT-mu juga bisa lebih mengalir.
Ibaratnya tuh menyelam sambil minum air, namun kamu juga perlu ingat…
“Terlalu banyak minum air akan membuatmu tenggelam”
Jadi kamu perlu memanfaatkan kondisi friendzone-mu sebaik mungkin, jangan berlebihan.
Karena nantinya kamu malah bisa kejebak di hubungan tanpa status kalau kamu terlalu dalam di kondisi friendzone.
2. Menambah koleksi
Kalau menganut ilmu dari Kelas Cinta, kita perlu untuk multi-gebetan supaya kita nggak ngarep ke satu orang aja.
Nah, kalau kamu kena friendzone nggak akan begitu bermasalah.
Ada baiknya kalau kamu pun juga memperbanyak orang yang masukin kamu ke friendzone.
Memang kalau udah kena friendzone ini mungkin kamu nggak bakal bisa cepet punya pacar…
Karena kalau kena friendzone sebenarnya bakal bikin proses PDKT lebih lama.
Kabar baiknya, karena proses PDKT yang lama ini kamu bisa lebih mengenal dan memahami gebetanmu.
“Apa efeknya?”
Efeknya adalah kamu bisa meminimalisir kemungkinan kamu salah pilih.
Karena proses PDKT yang lama, ada baiknya kalau kamu melakukan multi-gebetan. sehingga waktumu nggak akan terbuang percuma hanya untuk mendekati satu orang aja.
3. Punya kesempatan lebih besar untuk menarik perhatiannya
Kalau kamu masih belum punya banyak pengalaman untuk PDKT mungkin kamu bakal ngerasa aneh kalau kamu tiba-tiba nyobain buat PDKT.
Biasanya yang bakal ngerasa aneh ini adalah gebetanmu…
Alasannya adalah sikapmu yang mungkin terlihat kurang natural waktu PDKT.
Ini bakal lain ceritanya kalau kamu dan gebetanmu itu sudah berteman lama dan terbiasa akrab.
Yang perlu kamu lakukan adalah dengan memoles keakraban itu dengan hal-hal yang menarik hatinya.
4. Menyenangkan kalau tahu kapan harus berhenti
Friendzone ini tentunya akan jauh lebih menyenangkan kalau misalnya kamu ngerti tentang kapan harus berhenti untuk mengejarnya.
Sayangnya kebanyakan oran nggak ngerti kapan mereka harus berhenti ngejar…
Akhirnya mereka harus kejebak di ketidakpastian .
Friendzone yang sehat adalah ketika tahu kapan harus memulai dan tahu kapan harus berhenti.
Ciri-ciri terjebak friendzone
Oke, mungkin bagian ini merupakan bagian yang kamu tunggu-tunggu…
Baiklah, berikut ini merupakan ciri-ciri kalau kamu terjebak friendzone.
1. Dia suka ngobrolin orang lain
Dia suka ngobrolin orang lain ketika kalian bersama.
Nggak jarang juga kalau orang yang dia obrolin itu merupakan orang yang dia suka.
2. Nggak ada waktu berdua
Kamu sebagai orang yang menyukainya, tentu aja pengen dong kalau ada waktu yang bisa dihabiskan berdua aja…
Nah, sayangnya nih kadang kalau kamu terkena friendzone itu dia suka bawa orang lain…
Tentu aja kalau dah kayak gini ya kamu bakal kesulitan juga untuk sekadar mendekati dia.
Mungkin kamu pun juga nggak jarang akhirnya cuma jadi “obat nyamuk” aja.
3. Nggak ada keromantisan
Karena kamu hanya dianggap sebagai teman, tentu aja dia nggak akan bersikap romantis kepadamu.
Mungkin karena ini juga bakalan bikin “percikan cinta” di hubungan kalian pun juga akan jadi lebih susah.
4. Dia nggak pernah flirting atau merayu
Karena dia cuma menganggapmu sebagai teman, tentunya dia pun juga bakal jarang untuk merayumu…
Kalau misalnya dia juga masih merayumu, masih ada kemungkinan kalau dia juga ada perasaan kepadamu.
Kembali lagi, kamu perlu tahu juga sih apakah ada “percikan cinta” pada dirinya atau nggak.
Mungkin menarik kali ya kalau misalnya aku bikin artikel yang membahas tentang flirting ini…
Update 6 Juli 2022
Oke, akhirnya setelah perjuangan panjang buat bikin artikel, sekarang kamu bisa baca tentang serba-serbi flirting.
5. Suka jodohin kamu dengan orang lain
Kalau tadi di poin pertama aku sempat bilang kalau dia suka ngobrolin orang lain, nah, kadang-kadang tuh dia ngobrolin orang lain untuk sekadar menjodohkanmu sama orang lain…
… dia berusaha untuk menjodohkanmu dengan orang yang sedang kalian bicarakan.
Tentu aja ini rasanya bakal nggak nyaman juga buat kamu…
6. Kenalin kamu ke orang yang dia suka atau malah ke pacarnya
Nah, kalau yang satu ini jelas bakalan sakit banget sih…
… apalagi kalau misalnya kamu dikenalin ke orang baru ini ternyata orang yang kamu suka sudah jadi pacarnya…
Cara keluar dari friendzone
Oke, setelah kamu tahu tanda apa aja yang harus kamu ketahui kalau kamu sudah terkena friendzone., sekarang ada baiknya kalau kamu juga harus tahu tentang bagaimana cara keluar dari situasi ini.
1. Jangan terlalu berusaha
Hubungan friendzone itu sebenarnya merupakan hubungan yang nggak seimbang.
Karena hanya ada satu pihak aja yang “berinvestasi” pada hubungan sementara pihak lainnya nggak begitu berinvestasi.
Investasi yang aku maksud di sini ya seperti investasi waktu, tenaga, pikiran, uang, dan lain sebagainya.
Nggak jarang kalau sudah terjadi hal semacam ini maka kamu yang nantinya kana menjadi semakin “ngarep” kepadanya…
Tentu aja hal ini nantinya akan semakin nggak sehat buat kamu.
Jadi yang perlu kamu lakukan adalah dengan mengurangi frekuensi untuk menghubunginya…
Entah itu lewat chatting, telepon, atau mengajaknya bertemu…
Apalagi kalau kamu yang harus melakukan komunikasi duluan…
Biarkan dia yang yang mulai menghubungimu.
2. Fokus pada diri sendiri
Sementara kamu “jauh” darinya, ada baiknya kamu menyibukkan dirimu dengan mengembangkan diri.
Kamu bisa melanjutkan hobimu yang mungkin lama sudah nggak kamu jalankan selain itu kamu juga bisa belajar hal-hal baru yang di mana kamu belum pernah lakukan sebelumnya.
Misalnya seperti memasak, mencoba olahraga baru, dan lain sebagainya.
… yang jelas kamu perlu untuk bisa menjadi lebih baik dibanding sebelumnya.
3. Komunikasikan perasaanmu
Mungkin bisa dibilang bagian ini merupakan bagian yang paling berat…
Karena kamu harus menyatakan perasaanmu kepadanya dengan jujur.
… yang bikin berat itu karena hal ini mungkin nantinya bakal bikin hubungan kalian lebih rumit atau bahkan persahabatan kalian akan hancur.
Namun memang ini yang semestinya harus dilakukan.
Ada baiknya kalau kamu ajak ngobrol dia seperti biasa dulu supaya suasananya nggak canggung.
Ketika kamu rasa kamu sudah dapat momen yang pas, langsung kamu ungkapkan perasaanmu.
Apapun responnya, terima aja.
Kalau misalnya dia terima perasaanmu, aku bisa ucapkan selamat kepadamu…
Kalau misalnya ditolak ya sudah, nggak apa…
Mending gitu daripada penasaran…
Yang jelas kamu perlu ngelakuin ini sih, memang ini pun juga perlu keberanian, tapi kalau nggak dicoba kan kamu nggak bakal tahu perasaannya gimana…
4. Buat pilihan dengan tegas
Kalau misalnya dia tolak kamu, maka kamu perlu menetapkan batas hubunganmu dengannya seperti apa yang kamu mau ke depannya.
Kalau kamu pilih untuk tetap menjadi temannya, maka kamu pun juga perlu paham apa konsekuensinya.
Terima semua keputusannya dan beri waktu untuk dirimu sendiri.
Yang jelas, kamu harus ingat semua batasan itu dan menepatinya, jangan sedikitpun melanggarnya.
5. Temukan gebetan baru
Nah, ini merupakan pilihan yang harus dilakukan.
Karena dengan mendapatkan gebetan baru, maka intensitas kamu memikirkan dia akan semakin berkurang.
Harapannya, dengan kamu mendapatkan gebetan baru, kamu pun juga bisa semakin berkembang bersama pasanganmu yang baru.
Selain itu nggak jarang juga selama kamu cari gebetan baru ini mungkin kamu akan masuk ke dalam kelompok-kelompok baru yang mungkin berasal dari hobi barumu.
Yang jelas kamu harus bisa untuk memperluas jaringan pertemananmu aja sih supaya bisa lebih mudah untuk mendapatkan gebetan baru.
Kumpulan kalimat kamu terkena friendzone
1. Aku sayang kamu tapi bukan sebagai pacar
Kata-kata ini biasanya bakal kamu dengar setelah kamu nembak dia.
Tentu aja mendengar kalimat seperti ini bakal bisa bikin sedih…
2. Kamu udah kayak saudara buatku
Kalimat ini pun juga merupakan kalimat yang sering terlontar.
Kalau udah gini, biasanya dia benar-benar cuma menganggapmu sebagai saudaranya sendiri.
Yang bikin makin miris dia nyaman dengan kondisi itu.
3. Aku juga sayang, tapi aku nggak lagi pengen pacaran
Ini sih sebenarnya mirip dengan kalimat yang sebelumnya.
Ngakunya sih nggak pengen pacaran, tapi bisa jadi beberapa minggu kemudian setelahnya kamu bakal dengar dia dekat atau bahkan jadian dengan orang lain.
4. Kalo kita jadian, aku takut persahabatan kita rusak
Kalau untuk kalimat yang satu ini jelas kamu sudah nggak bisa berkutik lagi…
Walaupun kamu ngancam dia gak bakal traktir kamu lagi ya tetap nggak bakal bisa mengubah keputusannya.
5. Saat kita bertemu, kita pasti tahu kalau dia pasangan kita, tapi aku nggak rasain itu darimu
Kalimatnya sih manis dan halus…
Udah mirip seperti motivator handal…
Tapi jelas, penolakan seperti ini rasanya nggak enak…
6. Kita kurang cocok
Ketika dia ngomong kayak gini, dia nggak menjelaskan lebih jauh apa yang bikin kalian nggak cocok.
Biasanya sih kecenderungannya karena dia emang nggak mau untuk mengusahakan hubungan bersamamu.
7. Aku lagi nggak pengen nyari pasangan
Kalau untuk kalimat yang satu ini sih juga masuk ke dalam kode halus supaya kamu nggak ngejar-ngejar dia lagi.
Jadi jangan kaget kalau misalnya di kemudian hari dia sudah punya pasangan baru.
8. Punya temen yang sifatnya kayak kamu, tapi lebih cantik/ganteng
Kalimat kayak gini sebenernya juga nyesek banget sih…
Dia minta dicariin teman yang sifatnya mirip kamu, tapi secara fisik lebih oke dari kamu.
Emang sih, kalimat ini jarang dilontarkan secara frontal, tapi kalau misalnya ada ya bakalan nyesek banget.
9. Kamu pasti bisa bikin cewek/cowok lain bahagia, tapi itu bukan aku
Jelas kalau yang satu ini asli nyakitin banget sih.
Soalnya dia nggak pengen untuk kamu bahagiain…
10. Kamu bukan tipeku
Kalau udah nyangkut-nyangkutin tipe udah jelas ini bakal sulit untuk dipaksain lagi.
Coba bayangin kalau kamu yang ada di posisinya dia…
Kamu ditembak orang yang bukan tipemu, bakal diterima nggak?
Mungkin kalau kamu punya pemikiran buat terima dia gara-gara “daripada jomblo, mending diterima aja…”
Percaya deh, kalau kamu maksain buat terima dia, itu bakal jauh lebih nyakitin dia daripada langsung kamu tolak di awal.
11. Kita nggak bisa maksain suatu hubungan
Kalimat ini mungkin sering terdengar waktu mau putusnya sebuah hubungan…
… tapi nggak jarang kalau kalimat seperti ini juga bakal terdengar waktu kamu nembak dia.
Mungkin kamu bakal mikir gini…
“Belum dicoba kok udah mikir gitu, maksainnya darimana?”
Ya ada benarnya sih…
Tapi kamu pun juga perlu paham kalau dia sudah punya pertimbangan sendiri.
12. Persahabatan yang kita bangun nanti sia-sia
Untuk kalimat seperti ini bisa dibilang kalau kamu udah “deadlock” sih…
Mau digimanain juga nggak bakal bisa…
Karena dari awal kalian PDKT, dia sudah pasang label ke kamu sebagai sahabat.
13. Aku kan barusan putus
Kalau misalnya ketika kamu nembak dia, ternyata dia balas kayak gini, berarti kamu punya kesempatan 50:50…
Tentu aja antara diterima atau malah ditolak.
Udah, sesimpel itu aja.
Sebenarnya kalau kamu terima jawaban seperti ini pun juga biasanya sih kalau kamu tahu kalau dia baru aja putus sama mantannya sih.
Ini yang bikin dilema itu antara dia mau untuk diberi waktu untuk meratapi kegagalan hubungannya atau dia masih berharap untuk balikan lagi sama mantannya.
Yang jelas, rasanya bakal capek banget deh ada di kondisi linglung kayak gitu.
14. Kamu mirip sama mantanku, aku nggak mau hubungan yang sama
Jelas dong pasti rasanya kesel banget kalau udah dikasih label seperti ini…
Gimana coba caranya bisa tahu kalau kita itu seperti mantannya?
Sementara kita aja belum pernah pacaran sama dia…
Kesimpulan
Ternyata ciri dari friendzone itu lumayan banyak ya…
Selain itu ternyata untuk bisa lepas dari jebakan friendzone ini pun juga nggak mudah…
Cuma ya mau gimana lagi?
Kalau memang takdirnya begitu ya mau diapakan lagi?
Yang jelas kamu sudah melakukan yang terbaik, walaupun mungkin itu merupakan hal yang menyakitkan.
Mungkin segini dulu aja ya untuk artikel kali ini.
Kalau misalnya kamu ada pertanyaan atau mungkin ada ide lainnya, bisa kamu tulis di kolom komentar.
Terima kasih sudah mau membaca artikel ini.